Ingin Jadi Pengusaha? Berikut Tips Suksesnya

Oleh : Atti K.

Telegraf – Masa pandemi,  semakin menjamurnya para pengusaha baru. Saat ini semakin banyak orang mulai melirik dunia usaha ketimbang menjadi karyawan suatu perusahaan.

Kesuksesan finansial yang bisa diperoleh dari membangun usaha sendiri mendorong orang untuk memilih memulai usaha mereka sendiri. Banyak kisah sukses para pengusaha yang berjuang dari nol dan harus melewati jalan panjang serta berliku sebelum akhirnya mereka meraih kesuksesan. Semoga tulisan ini bisa menjadi inspirasi bagi kamu yang ingin menjajal dunia wirausaha.

Kepatuhan (obedience) dalam lmu psikologi disebut sebagai suatu tindakan, perbuatan atau sikap dan tingkah laku seseorang untuk menerima, mematuhi, dan mengikuti permintaan atau perintah orang lain dengan penuh kesadaran. Menurut Papalia dan Feldman (2003), kepatuhan adalah perubahan sikap dan tingkah laku seseorang untuk mengikuti permintaan atau perintah orang lain.

Aspek-aspek dari kepatuhan antara lain:

1. Mempercayai (belief). Individu lebih patuh apabila mereka percaya bahwa tujuan dari dibentuknya suatu peraturan itu merupakan sesuatu yang penting. Individu percaya bahwa mereka diperlakukan secara adil oleh orang yang memberi perintah atau biasa disebut pemimpin, percaya pada motif pemimpin dan menganggap bahwa individu tersebut bagian dari organisasi atau kelompok yang ada dan memiliki aturan yang harus diikuti.

2. Menerima (accept). Individu yang patuh menerima dengan sepenuh hati perintah dan permintaan yang ada dalam peraturan yang telah dipercayainya. Mempercayai dan menerima merupakan aspek yang berkaitan dengan sikap individu.

3. Melakukan (act). Melakukan dan memilih taat terhadap peraturan dengan sepenuh hati dan dalam keadaan sadar. Melakukan sesuatu yang diperintahkan atau menjalankan suatu aturan dengan baik, maka individu tersebut bisa dikatakan telah memenuhi aspek-aspek dari kepatuhan.

Menurut hasil survey dan wawancara yang dilakukan oleh penulis, bahwa salah seorang pengusaha sukses IMA yang juga pendiri dari sebuah Yayasan sosial. Fokusnya mengangkat harkat dan derajat anak-anak yatim, mengatakan bahwa kesuksesannya saat ini tidaklah terlepas dari campur tangan keberkahan yang diberikan Tuhan YME.

Semua keberhasilannya dalam memimpin karyawannya dari berbagai bisnis yang digelutinya disebabkan karena obedience-nya atau kepatuhannya kepada nasihat dan arahan dari orangtuanya yakni Ibunya, walaupun terkadang ia harus mengalahkan ego dan keinginannya sebagai seorang anak sekalipun. Salah satu tips suksesnya adalah tentang kepatuhan seorang anak terhadap perintah ibunya. “ingin sukses? Patuhlah pada ibumu, meskipun hal tersebut membuat engkau mengorbankan ambisi dan keinginanmu yang lain” begitu ungkapnya.

Disadur dari sebuah artikel yang tayang pada laman web Kementrian Keuangan tentang “Peran Ibu dalam Keluarga, Masyarakat dan Organisasi” oleh Heni Kholifatul Ulum yang ditulis pada hari Selasa, Tanggal 21 Desember 2021 bahwa Wanita adalah jantung dalam setiap rumah tangga, ketika dia berhenti bekerja maka berhentilah seluruh kehidupan di dalamnya. Mengandung, melahirkan, dan menyusui adalah starter pack tugas seorang wanita menjadi ibu. Ibu dalam keluarga memegang berbagai peranan penting.

Ibu adalah “Menteri Pendidikan” bagi anak-anaknya, mendidik dan mengajari tentang keyakinan beragama, adab dan norma, fisik dan mental, intelektual, dan psikologi sehingga terbentuk kepribadian yang baik dalam diri sang anak. Dalam “kegiatan belajar mengajar” tersebut ibu juga harus menjadi figur dan memberi contoh yang baik untuk anak. Ibu adalah “Menteri Kesehatan” yang harus memperhatikan asupan nutrisi setiap anggota keluarga, menyajikan hidangan dengan kreatifitasnya, hingga merawat anggota keluarga yang sakit.

Ibu adalah “Menteri Keuangan” yang mengelola pemasukan dan pengeluaran setiap harinya, memastikan semua kebutuhan terpenuhi sesuai prioritasnya, dan mengarahkan untuk mencapai tujuan keluarga. Ibu adalah “Manajer” yang berperan untuk memastikan setiap tugas dan fungsi dalam keluarga berjalan sebagaimana mestinya. Memastikan rumah menjadi tempat paling nyaman bagi keluarga baik dari segi kebersihan maupun suasana di dalamnya.

Lebih lanjut lagi , IMA juga menyampaikan bahwa kondisinya saat ini adalah karena peran Ibunya yang sangat memberi pengaruh besar dalam perkembangan psikologisnya. Ia mengatakan bahwa keluarga merupakan lingkungan sosial yang terpenting bagi perkembangan dan pembentukan pribadi seorang anak. Keluarga merupakan wadah tempat bimbingan dan latihan anak sejak kehidupan mereka yang sangat muda, dan diharapkan dari keluargalah seseorang dapat menempuh kehidupannya dengan masak dan dewasa.

Berbicara mengenai pendidikan anak, maka yang paling besar pengaruhnya adalah ibu. Ditangan ibu keberhasilan pendidikan anak-anaknya walaupun tentunya keikutsertaan bapak tidak dapat diabaikan begitu saja. Ia menyampaikan bahwa Ibunya memainkan peran yang penting di dalam mendidik anak-anaknya yang berjumlah 11 orang. Menurutnya agi, pendidikan di sini tidak hanya dalam pengertian yang sempit. Pendidikan dalam keluarga dapat berarti luas, yaitu pendidikan iman, moral, fisik/jasmani, intelektual, psikologis, sosial, dan pendidikan seksual.


Oleh : Wahyu Aulizalsini A, M.Psi, Psikolog

Lainnya Dari Telegraf


 

Copyright © 2024 Telegraf. KBI Media. All Rights Reserved. Telegraf may receive compensation for some links to products and services on this website. Offers may be subject to change without notice. 

Telenetwork

Kawat Berita Indonesia

close