Inflasi IHK 2020 Akan Terjaga Di level 3,0±1 Persen (YoY) Dengan Empat Langkah

“Pencapaian ini merupakan (yang) terendah selama dua dekade terakhir, dan (sekaligus) melanjutkan tren terjaganya realisasi inflasi pada kisaran sasaran selama lima tahun terakhir”

Inflasi IHK 2020 Akan Terjaga Di level 3,0±1 Persen (YoY) Dengan Empat Langkah

Telegraf, Jakarta – Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2020 diperkirakan terjaga dalam level 3,0±1 persen year on year (yoy), sementara itu pada 2019 ,di level 2,72 persen (yoy) dan berada dalam kisaran sasaran 3,5±1 persen, ini menandakan inflasi IHK masih terkendali.

“Pencapaian ini merupakan (yang) terendah selama dua dekade terakhir, dan (sekaligus) melanjutkan tren terjaganya realisasi inflasi pada kisaran sasaran selama lima tahun terakhir,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memimpin High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Pusat (HLM TPIP) 2020, Kamis (13/2), di Jakarta.

Airlangga juga mengatakan pencapaian ini terjadi buah sinergi kebijakan yang telah ditempuh Pemerintah dan Bank Indonesia dari tahun lalu, selain itu juga dipengaruhi dipengaruhi oleh semakin terjangkarnya ekspektasi inflasi dan terjaganya kestabilan nilai tukar.

Lanjut Airlangga keberhasilan menjaga inflasi 2019 sebesar 2.72 persen (yoy) tersebut disumbang oleh penurunan inflasi inti (3,02 persen yoy) dan minimnya inflasi administered prices (AP) (0,51 persen yoy), sedangkan inflasi volatite food (VF) meningkat (4,30 persen yoy), namun masih terjaga di bawah 5 persen sesuai kesepakatan HLM TPIP 2019.

Lanjutnya Airlangga mengatakan untuk tahun ini 2020 inflasi inflasi IHK tetap terjaga dalam kisaran sasarannya 3,0±1 persen dengan empat langkah langkah yang strategis.

Antaralain Menjaga inflasi volatile food dalam kisaran 4,0±1 persen, meningkatkan efektivitas program-program perlindungan sosial dan penyaluran subsidi tepat sasaran dalam rangka menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga, memperkuat sinergi komunikasi untuk mendukung pengelolaan ekspektasi masyarakat, dan memperkuat koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah. (AK)


Photo Credit : Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto/istimewa


Tanggapi Artikel