Indonesia Sabet Juara 2 di Ajang APAC Predator League 2018

"Melalui Predator League, kami berharap bisa berkontribusi besar terhadap perkembangan industri game.”

Indonesia Sabet Juara 2 di Ajang APAC Predator League 2018


Telegraf, Jakarta – Regu BOOM.ID gagal membawa Indonesia jadi juara pertama dalam turnamen APAC (Asia Pacific) Predator League 2018. Impian BOOM.ID kandas seketika, saat ditaklukan oleh pasukan Malaysia (GEEK FAM) dengan skor 2-1 di Jakarta, Minggu (21/01/2018).

Geek fam (Malaysia) berhasil menjadi juara pertama, di dampingi Boom.id (Indonesia) sebagai juara kedua, dan Quod Pro Quo (Filipina) sebagai juara ketiga dalam turnamen eSport bertaraf Internasional yang dibesut oleh Acer.

Perwakilan dari Geek fam menuturkan ada beberapa trik untuk memenangkan turnamen APAC yakni, regu mereka banyak menghabiskan waktu bersama dan tinggal di satu rumah yang sama. Selain itu, regu yang berhasil menyabet posisi juara pertama tersebut mengakui, bahwa Indonesia merupakan pasukan yang sulit untuk dikalahkan.

Pihak Acer berharap APAC Predator League tahun ini dapat menjadi inspirasi generasi muda di kawasan AsiaPasifik serta terus mendukung bakat mereka dan memeliharanya untuk meraih kesuksesan sebaik mungkin.

Pada tahun berikutnya APAC Predator League 2019 akan diselenggarakan di Thailand dengan tim-tim baru dan inovasi-inovasi baru.

“Ini bukanlah akhir dari perjalanan kami, melainkan awal dari tantangan berikutnya. Pada 2019, kami akan memperluas turnamen ini di 14 negara Asia Pasifik dengan Thailand sebagai tuan rumah Asia Pacific Predator League 2019. Dengan jangkauan yang lebih luas, kami akan sepenuhnya mendukung peserta untuk memanfaatkan line-up dari Predator dan memenangkan pertarungan!” ujar Andrew Hou, Presiden Acer Pan Asia Pacific. (Red)


Photo Credit : Regu BOOM.ID gagal membawa Indonesia jadi juara pertama dalam turnamen APAC (Asia Pacific) Predator League 2018. Impian BOOM.ID kandas seketika, saat ditaklukan oleh pasukan Malaysia (GEEK FAM) dengan skor 2-1 di Jakarta, Minggu (21/01/2018). Telegraf/Huan Adriles

Atti K.

close