Ilham Habibie: Untuk Berinovasi Tak Hanya Ide, Tetapi Talenta dan Implementasi

"Perlu kita menggapai salah satu sifat yang kita mampu berinovasi, bukan saja punya ide tetapi kita mampu megimplementasikan, membuat pura rupa, prototipe, kita mampu dengan cara interprenerial, kerangkanya, undang undang, dananya, kerangkanya banyak sekali itu multidimensional"

Ilham Habibie: Untuk Berinovasi Tak Hanya Ide, Tetapi Talenta dan Implementasi


Telegraf, Jakarta – Pesatnya perkembangan dunia di jaman globalisasi menuntut manusia berinovasi dimana inovasi tidak hanya bisa mengandalkan ide, tetapi juga harus dapat mengimplementasikan, dalam mengimplementasi suatu ide maka perlu adanya suatu teknologi.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Telematika, Penyiaran, dan Riset Teknologi Ilham Akbar Habibie mengatakan dalam diskusi bertajuk ” Teknologi dan Kepemimpinan” di Jakarta, Jumat (20/04/18).

“Perlu kita menggapai salah satu sifat yang kita mampu berinovasi, bukan saja punya ide tetapi kita mampu megimplementasikan, membuat pura rupa, prototipe, kita mampu dengan cara interprenerial, kerangkanya, undang undang, dananya, kerangkanya banyak sekali itu multidimensional,” ungkapnya saat menjadi pembicara dalam agenda diskusi bulanan Aliansi Kebangsaan.

Ilham juga menjelaskan dalam berinovasi memerlukan 3 T yaitu Teknologi, Talenta dan Toleransi, dimana talenta adalah harus ada sesorang yang berpendidikan, punya bakat), agar dapat berkembang dengan baik, untuk menghasilkan perkembangan tersebut maka perlu adalnya toleransi.

“Dimana orang dominan tidak diperblehkan dalam berinovasi, ini akan sangat menghambat, berjalannya teleransi dimana toleransi itu tidak berarti juga tidak ada tata krama, tentu ada dimana budaya kita berkomunikasi dengan caranya, yang mana kelihatan kontraversial tetapi sebetulnya patut untuk didiskusikan,” kata Ilham

Ketua Aliansi Kebangsaan Pontjo Sutowo sebagai tuan rumah diskusi tersebut menjelaskan disinilah peran pemimpin yang bisa membawa perubahan akan sangat terlihat, dimana pemimpin yang mengikutsertakan keterbukaan terhadap kemajuan teknologi ini akan bisa cepat maju.

“Bangsa bangsa yang di pimpin oleh kaum elit yang terbuka terhadap perkembangan teknologiakan maju dengan kecepatn yang mengagumkan, sedangkan bangsa bangsa yang kepemimpinananya abai terhadap perkembangan teknologi tersebut akan tertatih tatih di belakang,” tuturnya.

Baca Juga :   Varnish Software capai performa CDN video dekati 400Gbps

Pontjo menerangkan tantangan yang di hadapi kepemimpinan adalah bagaimana menyadari serta mengendalikan dukungan teknologi untuk pembangunan bangsa dan negara bukan hanya teknologi tetapi juga teknologi tepat guna.

Ilham juga menambahkan kewajiban seorang pemimpin adalah harus merajut arah kemana bangsa akan dibawa, sehingga semua konsekwen, jika sudah tau kekurangan dan ingin menjadi negara maju menjadi negara industri misalkan yah harus power full kearah itu.

Saat ditanyakan bagaimana keadaan di Indonesia Ilham mengatakan “saat ini bukannya gak ada, tetapi masih sangat kurang yang full power,” Ilham mencontohkan untuk angaran Riset dan teknologi menurut data OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development), Indonesia termasuk rendah untuk negara yang berkembang, ungkapnya. (Red)


Photo Credit : Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Telematika, Penyiaran, dan Riset Teknologi Ilham Akbar Habibie. | IEF/Jurnasyanto Sukarno

Atti K.

close