Ikuti Tren Dunia, Menperin Dorong Ekspor Industri Otomotif Dalam Negeri

Ikuti Tren Dunia, Menperin Dorong Ekspor Industri Otomotif Dalam Negeri

"Seperti yang sering disampaikan Bapak Presiden, kunci untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi adalah investasi dan ekspor. Hal ini sudah dijalankan oleh Suzuki, sehingga Pemerintah sangat mengapresiasi upaya ini,"

Ikuti Tren Dunia, Menperin Dorong Ekspor Industri Otomotif Dalam Negeri


Telegraf, Cikarang – Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto (AH) meresmikan ekspor perdana All New Ertiga dan Scooter NEX II, di pabrik baru PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), di Cikarang, Jawa Barat.

All New Ertiga akan diekspor dalam bentuk utuh atau completely built up (CBU) ke Meksiko, Filipina, dan 20 negara lainnya yang tersebar di benua Asia, Amerika Latin, dan Oseania dengan target volume 12.000 unit hingga Maret 2019.

Sementara NEX II diekspor ke Filipina dalam bentuk CBU, dan ke depannya juga akan diekspor dalam bentuk completely knock down (CKD) ke Kamboja. Saat ini, Suzuki telah mengapalkan sebanyak 4.456 unit NEX II sejak Agustus 2018, dan ditargetkan akan mencapai 18.660 unit NEX II ke dua negara tersebut hingga Maret 2019.

“Suzuki telah melakukan ekspor ke lebih dari 87 negara maju, sehingga Suzuki bisa menjadi pionir untuk masuk ke negara tersebut, dan diharapkan banyak industri otomotif lainnya mengikuti langkah yang dilakukan Suzuki,” kata Airlangga Hartarto, di Cikarang, Jawa Barat, Senin (22/10/18).

Kegiatan ekspor ini menurut Menperin sangatlah penting, sebab ekspor dan juga investasi merupakan kunci utama untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional agar bisa tumbuh lebih tinggi lagi.

“Seperti yang sering disampaikan Bapak Presiden, kunci untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi adalah investasi dan ekspor. Hal ini sudah dijalankan oleh Suzuki, sehingga Pemerintah sangat mengapresiasi upaya ini,” terangnya.

Pada kesempatan ini, Airlangga juga mengatakan bahwa industri otomotif di Indonesia saat ini telah menjadi basis produksi kendaraan jenis MPV, truk, dan pikap yang pengembangannya juga diarahkan untuk meningkatkan ekspor ke pasar global.

Dalam upaya mengikuti tren dunia dan perluasan pasar ekspor, Menperin juga mendorong industri otomotif di dalam negeri untuk dapat merealisasikan pengembangan kendaraan rendah emisi atau Low Carbon Emission Vehicle (LCEV).

Ekspor Meningkat

Industri otomotif Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini memang tumbuh cukup pesat dengan kontribusi yang signifikan pada perekonomian Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari angka produksi kendaraan bermotor roda empat yang meningkat dari 1,177 juta unit pada 2016 menjadi 1,216 juta unit pada 2017.

Baca Juga :   Zipmex Umumkan Investornya Setelah Mendapat Pendanaan 41 Juta Dolar AS

Angka tersebut diperkuat dengan peningkatan ekspor unit kendaraan utuh atau CBU sebanyak 231.000 unit, dan komponen sebanyak 81 juta pieces di 2017, meningkat dari 194.000 unit CBU dan 6,2 juta pieces komponen di 2016.

Untuk tahun ini, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, total ekspor mobil utuh selama periode Januari – September 2018 mencapai 187.752 unit. Jumlahnya naik 10,4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 170.059 unit.

Dari angka tersebut, Daihatsu memimpin dengan 84.387 unit, disusul Toyota 69.131 unit, Suzuki 18.202 unit, Mitsubishi Motors 12.261 unit, Hino 2.055 unit, dan Hyundai 1.716 unit. Sedangkan untuk ekspor terurai atau CKD, Toyota memimpin dengan angka 32.040 unit, kemudian Suzuki 28.920 unit.

Terkait ekspor mobil Suzuki, kegiatan ini telah dimulai sejak tahun 1993 lewat Carry Futura, Carry Real Van, dan Katana yang menjadi produk ekspor pertama Suzuki Indonesia. Kegiatan ekspor kemudian dilanjutkan dengan produk lainnya, seperti Baleno (1998), Karimun (1998), APV (2004), Carry 1.0 (2008), Grand Vitara (2008), Wift (2008), SX4 (2010), Ertiga (2013), dan Karimun Wagon R (2015). Selama 25 tahun menjadi eksportir mobil, Suzuki telah mengapalkan 478.351 unit CBU dan CKD ke berbagai negara. (Red)


Photo Credit : FILE/Dok/Ist. Photo

 

KBI Telegraf

close