IAEA Tunjuk Batan Sebagai Pusat Kolaborasi Untuk Non-Destructive Investigation

"Dengan pengakuan ini, BATAN telah menjadi negara tujuan bagi negara-negara lain, khususnya di kawasan regional Afrika dan Asia-Pasifik untuk mengikuti pelatihan teknik uji tak rusak"

IAEA Tunjuk Batan Sebagai Pusat Kolaborasi Untuk Non-Destructive Investigation

Telegraf, Jakarta – Badan Tenaga Nuklir Indonesia (BATAN) ditunjuk oleh Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency /IAEA) sebagai pusat kolaborasi untuk Non-Destructive Investigation (NDI) atau uji tak rusak dan pemuliaan tanaman.

Penunjukkan itu merupakan hal yang membanggakan karena IAEA hanya menunjuk satu negara sebagai pusat kolaborasi atau collaborating center dalam empat tahun, ungkap Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir BATAN Suryantoro dalam sambutan pada lokakarya dan pameran BATAN-IAEA Collaborating Center di Jakarta Selatan, Selasa  (3/12).

“Dengan pengakuan ini, BATAN telah menjadi negara tujuan bagi negara-negara lain, khususnya di kawasan regional Afrika dan Asia-Pasifik untuk mengikuti pelatihan teknik uji tak rusak,”  ungkapnya usai membuka lokakarya dan pameran untuk peran uji tak rusak dan analisis nuklir  dalam memanfaatkan teknologi nuklir.
Suryantoro juga mengatan Dalam empat tahun terakhir BATAN juga sudah berhasil mengembangkan berbagai teknik dan peralatan uji tak rusak berbasis nuklir yang digunakan dalam sektor industri manufaktur, infrastruktur, pengolahan, maupun untuk lingkungan.
Berbagai sektor industri seperti industri logam, migas, transportasi, manufaktur, konstruksi, elektronika, dan lain-lain telah memanfaatkan NDI untuk mengendalikan mutu dalam meningkatkan keselamatan dan keandalan produk yang berdampak pada reputasi industri pengguna.
Ia menjelaskan tugas BATAN, sebagai pusat kolaborasi adalah memberikan informasi kepada masyarakat tentang NDI dan juga membuat jejaring sehingga uji tak merusak dan analisis nuklir yang ada bisa dimanfaatkan di Indonesia dengan maksimal. (Red)

Photo Credit : Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir BATAN Suryantoro (ka) usai membuka lokakarya dan pameran untuk peran uji tak rusak dan analisis nuklir  dalam memanfaatkan teknologi nuklir di Jakarta  Selasa (3/12). TELEGRAF/Kawat Berita Indonesia

Tanggapi Artikel