Connect with us

Humaniora

Dukung Inisiasi Regulasi BPOM Untuk Pastikan Produk Kemasannya Bebas Risiko BPA

Published

on

Galon air minum kemasan. SHUTTERSTOCK

Telegraf – Terkait regulasi pelabelan risiko Bisfenol A atau BPA, Produsen Air Minum kemasan PT Tirta Fresindo Jaya mendukung inisiasi pelabelan tersebut.

Mempriortaskan kesehatan masyarakat dengan pelabelan, itu berarti produk air kemasan aman sehat dan berkualitas.

“Sebagai perusahaan nasional, kami percaya sepenuhnya dan mendukung langkah BPOM, sebagai otoritas keamanan pangan tertinggi di Indonesia, dalam menjaga dan memastikan keamanan dan mutu produk pangan olahan yang beredar luas di masyarakat, termasuk dalam soal pelabelan risiko BPA. Terlebih lagi bila semua regulasi dibuat atas dasar kesehatan dan keselamatan konsumen, sebagai pelaku insustri, kami jelas akan mendukung dan patuh,” kata Public Relations Manager PT Tirta Fresindo Jaya, Yuna Kristina, di Jakarta, Senin, (13/6)

Yuna menyebutkan , risiko BPA pada dasarnya telah menjadi sumber keprihatinan publik dunia. Di banyak negara, utamanya di Eropa, otoritas keamanan pangan mengadopsi pengaturan ketat terkait BPA, termasuk label risiko pada kemasan, untuk mengedukasi konsumen akan risiko bahan kimia tersebut pada kesehatan publik.

“Kami yakin, sebelum mengeluarkan revisi regulasi tersebut, BPOM telah melakukan kajian yang komprehensif dengan banyak pakar, termasuk dengan pakar kesehatan dan akdemisi,” tuturnya.

Berdasarkan draft peraturan pelabelan yang disusun BPOM, jenis galon yang beredar luas di masyarakat tersebut wajib membubuhkan label peringatan Berpotensi Mengandung BPA kurun tiga tahun sejak peraturan disahkan. Kekecualian berlaku bagi produsen yang mampu memperlihatkan hasil laboratorium yang menunjukkan level deteksi BPA pada kemasannya di bawah ambang yang ditetapkan BPOM.

Data mutakhir Badan Pengawas Obat dan Makanan mengungkap 96% galon bermerek yang beredar luas di masyarakat dari jenis plastik polikarbonat. Hanya 3,6% galon air minum kemasan yang menggunakan kemasan PET.

Menurut Deputi Pengawasan Pangan BPOM, Rita Endang, level migrasi BPA pada galon polikarbonat yang beredar luas di masyarakat “sudah sangat mengkhawatirkan”, berdasarkan hasil uji komprehensif pada fasilitas produksi dan distribusi air kemasan kurun 2021-2022.

Karena itulah, menurut Rita, pemerintah menganggap perlu memprioritaskan pelabelan risiko BPA pada galon polikarbonat untuk melindungi dan mengedukasi publik luas serta untuk menghindarkan pemerintah dan kalangan produsen dari kemungkinan munculnya gugatan hukum terkait kesehatan produk air kemasan di masa datang.[]

 

Atti K.

Bagikan Artikel
Advertisement
Click to comment

Humaniora

Aneka Sampah Plastik Paling Banyak Cemari Laut

Published

on

By

Tak beres dikelola di darat, banyak sampah plastik akhirnya meluncur ke lautan. Sampah-sampah ini tentu saja membahayakan hewan laut dan ekosistem secara keseluruhan. DBS

Telegraf – Seth Van Doorn perwakilan Uni Eropa untuk Indonesia dan sekaligus Project Manager Foreign Policy Instruments European Union mengatakan 60-90% dari sampah yang tercecer di laut adalah sampah plastik, utamanya sedotan plastik, minuman gelas dan kantong plastik.

“Sekitar 60-90% dari sampah yang tercecer di laut adalah sampah plastik, utamanya sedotan plastik, minuman gelas dan kantong plastik,” ungkap Seth Van Doorn dalam sesi Dialog Nasional Pengurangan Sampah oleh Produsen di Jakarta, pekan lalu.

Ia mengungkapkan bahwa banyakya sampah plastik yang mencemari laut ini diakibatkan oleh sistem pengolahan sampah belum cukup efektif sehingga menekan volume sampah plastik di perairan laut.

Ia juga meyebutkan bahwa di Indonesia sampah air minum kemasan gelas dan botol termasuk yang berkontribusi signifikan pada polusi sampah plastik di laut.

Data yang diolah berbagai sumber menunjukkan produksi air minum kemasan gelas mencapai 10,4 miliar kemasan gelas setiap tahunnya dengan timbulan sampah 46 ribu ton, atau hampir sepertiga dari total timbulan sampah industri air kemasan bermerek. Jumlah timbulan sampah itu belum menghitung timbulan sampah sedotan plastik, ‘komplemen’ dalam penjualan air minum gelas, yang notabene lebih mudah tercecer di lingkungan. Pada segmen ini, market leader industri air kemasan berkontribusi pada timbunan 5.300 ton sampah gelas plastik.

Menghadapi ancaman sampah plastik tersebut, pemerintah bergegas meluncurkan strategi pengurangan sampah plastik nasional. Dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen, pemerintah mendorong produsen di bidang manufaktur, jasa makanan dan minuman serta industri ritel untuk menyetor road map pemangkasan 30% volume sampah per Desember 2029.

Sejauh ini tercatat baru 33 perusahaan yang telah mengirimkan dokumen yang memuat data komitmen pengurangan sampah plastik hingga 2029.

Dikesempatan yang sama Kepala Subdirektorat Tata Laksana Produsen, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ujang Solihin Sidik, mengakui berbagai kesulitan yang dihadapi pemerintah terkait adopsi peta jalan pengurangan sampah. Dia juga mengungkap dilema terkait problematic packaging, barang konsumsi yang peredarannya masif, semisal saset, yang sifatnya hanya dipakai sekali dan kurang bernilai ekonomis untuk didaurulang.

“Peraturan itu berlaku untuk semua level produsen, baik besar maupun kecil. Namun dalam implementasinya, target utamanya adalah perusahaan-perusahaan besar karena merekalah kontributor terbesar sampah plastik,” katanya.

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Humaniora

Balitbang Hukum dan Ham Lakukan Transformasi Sosialisasi Melalui OPini

Published

on

By

Photo Credit :Kepala Balitbang Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami (depan kanan

Telegraf – pandemi Covid 19 merubah segalannya dari tatanan kehidupan dan juga pla kerja. Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Ham (Balitbang) lakukan transformasi terkait sosialisasi yang sifatnya konvensional/tatap muka, menjadi sosialisasi partisipatif yang memanfaatkan teknologi yaitu melalui daring dengan Obrolan Peneliti (OPini) yang memasuki edisi ke 17.

Hal itu di ungkapkan oleh Kepala Balitbang Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami dalam agenda media gatering di kantornya di Jakarta (31/5).

“Momentum pandemi menjadi dasar balitbang Hukum dan Ham untuk melakukan transformasi dari konvensional menjadi digital. Sejak mei 2020 kita sudah menjalin peserta, yang tidak hanya stakeholder, praktisi ,mahasisa, akademisi dan masyarakat umum bisa melihat apa yang dihasilkan oleh temen temen peneliti sekaligus menghadirkan berbagai narasumber untuk memberikan masukan apakah rekomendasi yang di susun oleh temen temen peeliti ini tepat atau perlu menyempurnaan,” tuturnya.

Sri Puguh mengungkapkan bahwa hingaa saat ini ( akhir Mei) OPini sudah memasuki edisi ke 17 dengan mengangkat tema “Peran Nyata Perempuan dalam Agenda G20: Pembangunan Ekonomi melalui Teknologi”. dengan meghadirkan Nevey Varida A., SH, MH (Peneliti Balitbang Hukum dan HAM), Dr. Femmy Eka Kartika Putri, M.Psi (Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan), Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng, M.Eng (Profesor Riset Bidang Teknologi Proses Elektrokimia Badan Riset dan Inovasi Nasional).

Lanjutnya OPini ke 17 mengangkat tema “Peran Nyata Perempuan dalam Agenda G20: Pembangunan Ekonomi melalui Teknologi”. Tema ini digagas untuk merespon salah satu agenda utama Presidensi Indonesia dalam forum G20 yaitu transformasi ekonomi digital. Pemerintah Indonesia mengajak pemimpin negara dalam forum G20 untuk membangun ekonomi yang inklusif dengan cara memajukan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Data dari Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa 64,5% pemilik UMKM adalah perempuan. Ini menjadi potensi yang besar untuk meningkatkan peran nyata perempuan dalam pemulihan ekonomi dunia.

Sri Puguh juga menyebutkan bahwa menurut data SurveI Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2019 menyebut kalau akses internet untuk kaum perempuan secara konsisten mengalami kesenjangan selama periode 2016 hingga 2019.

Melaui OPini ia berharap bagaimana pemberdayaan perempuan lewat pemajuan akses terhadap teknologi mampu meningkatkan ketangguhan perempuan di masa pandemi.

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Humaniora

Dorong Lulusan SMK Menjadi SDM yang Berkualitas Samsung Fasilitasi PKL

Published

on

By


Telegraf – Pertumbuhan ekonomi telah mendorong kemajuan di sektor industri yang membutuhkan SDM terampil dan berkualitas. Salah satu penyumbang tenaga kerja Indonesia adalah SMK yang mencetak pekerja muda. Lulusan SMK yang diharapkan menjadi pekerja yang produktif, tetapi justru menjadi penyumbang pengangguran terbesar dan jumlahnya mencapai 11% di usia produktif. Hal ini disebabkan oleh keterampilan para lulusan yang tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan industri maupun dunia kerja.

Mensuport pemerintah dalam rangka merancang pengembangan link and match antara SMK dan perusahaan dalam pelaksanaan program sistem intensif penguatan teknologi dan manajemen. Samsung berpartisipasi aktif dan mengambil langkah konkret dengan menyiapkan program pendidikan vokasi Samsung Tech Institute yang berfokus pada keterampilan kerja, penguasaan informasi, dan keluwesan melayani konsumen. Samsung juga menyiapkan program PKL Samsung In-store sebagai live-class. dalam mewujudkan

“Terjun ke dunia kerja nyata adalah hal yang sangat ditunggu oleh siswa-siswi STI agar bisa mempraktekkan langsung apa yang mereka pelajari. Hal ini menambah rasa optimis atas apa yang Samsung lakukan di program STI, kami ingin membantu para tenaga kerja muda ini untuk bisa tampil percaya diri sekaligus membantu pemerintah mencetak tenaga-tenaga kerja yang terampil, berpengetahuan luas, cekatan sekaligus luwes dalam melayani pelanggan. Para siswa tampak memanfaatkan ilmu yang dipelajari di STI. Ini adalah modal yang baik untuk meningkatkan nilai employabilitas siswa saat lulus nanti,” hal itu di ungkapkan oleh Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia dalam siaran pers yang di terima redaksi, Sabtu, (7/5).

Ia mengungkapan Sejak tahun 2013 Samsung telah menginisiasi program STI dan memantapkan komitmennya membantu pemerintah mencetak tenaga kerja yang berkualitas. “Melihat semangat dari 412 siswa PKL ini, kami sangat optimis bahwa program ini berdampak positif dalam menumbuhkan rasa percaya diri dan membangun keterampilan di lapangan. Kedua hal ini akan meningkatkan kualitas SDM, dan diharapkan dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja lulusan SMK,” tambah Ennita.

Dalam program Samsung In-Store, Samsung memfokuskan pada On board training, peserta mendapatkan materi basic tech dan standard grooming, proses penjualan produk, dan product knowledge, On the job training, peserta mendapatkan materi mengenai produk dan in-store yang fokus pada produk dan kemampuan penjualan.

Ennita menutup seluruh peserta PKL yang telah mengikuti dan menyelesaikan program PKL Samsung In-store dengan baik akan menerima sertifikat dengan indikator penilaian di setiap tahapan yang telah dilalui yang menjadi gambaran keterampilan masing-masing. Indikasi keterampilan ini dapat digunakan dan disampaikan saat melamar pekerjaan.

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Humaniora

Meraup Pahala Bulan Ramadhan Eiger Bagikan Takjil di Lingkungan Gerai

Published

on

By


Telegraf – Rasulullah SAW bersabda seperti diriwayatkan Imam Tirmidzi: “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.” (HR. Imam Tirmidzi No. 807).

Merujuk sabda Rasulullah SAW setiap ramadhan berbagai kalangan masyarakat berlomba lomba memberikan takjil, begitu juga EIGER Adventure, brand gaya hidup outdoor asal Indonesia, membagikan takjil di 150 gerai Eiger yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Eiger Berbagi Takjil merupakan ajakan untuk memulai hal baik di bulan yang baik, dan berbagi berkah untuk masyarakat dan pengguna jalan di sekitar Eiger Adventure Store di bulan Ramadan,” ungkap Riadi Suwarno, selaku GM Marketing Eiger dalam rilis yang di terima redaksi telegraf Senin (25/4).

Pembagian takjil yang dilakukan di pekarangan toko Eiger ini, dilaksanakan secara bergantian mulai dari tanggal 14-27 April 2022. Kegiatan ini sendiri diberi tajuk, Eiger Berbagi Takjil. Berbagi Takjil tersebut dilakukan oleh karyawan Eiger Adventure Store dengan bekerjasama bersama teman-teman komunitas pecinta kegiatan luar ruang yang menjadi partner Eiger.

Riadi berharap terjadi keakraban yang lebih mendalam antara brand Eiger Adventure, dengan komunitas Eiger yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun,

Lanjut Riadi Kegiatan yang sudah berlangsung dari tanggal 14 April 2022 ini rencananya akan berlangsung terus sampai tanggal 27 April 2022. Akan ada sekitar 50 sampai 100 paket takjil yang dibagikan dalam program Eiger Berbagi Takjil ini. Paket takjil itu akan dibagikan kepada masyarakat sekitar Eiger Adventure Store dan pengguna jalan yang melintas di depan Eiger Adventure Store.

Photo Credit : Salah satu pegawai Eiger di gerai cabang membagikan takjil untuk masyarakat sekitar/Doc Ist

 

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Humaniora

Wujud Syukur Permata Warokka Ajak 50 Anak Yatim Piatu Belaja Baju Lebaran

Published

on

By


Telegraf – Mengijak tahun ke tiga masa pandemi Covid-19 tidak menyurutkan Permata Belladonna Warokka dalam memberikan kebahagiaan kepada manusia lain. Melalui Permata Peduli mengandeng Serikat wartawan Indonesia (SWI) mengajak sekitar 50 anak yatim piatu dari dua yayasan di Tangerang berbelanja kebutuha lebaran, seperti pakaian dan sepatu.

Tidak hanya mengajak anak yatim piatu membelikan pakaian lebaran, Ia juga membagikan ratusan bahkan sampai ribuan paket sembako di berbagai yayasan yatim piatu dan duafa, serta masyarakat yang membutuhkan sekitar  Jakarta dan Tangerang,

“Saya pernah hidup susah, setelah mami saya meninggal, saya dari anak bungsu yang manja, terpaksa harus cari uang untuk ongkos sekolah. Bahkan waktu SMA saya bikin aneka kue yang di titipkan di sekolah dekat rumah, sorenya bekerja disalah satu dokter praktek hingga malam, dari pengalaman itu aku bersumpah tidak mau melihat orang kesusahan,” ungkapnya saat di temui di rumahnya di kawasan Bintaro, Tangerang, beberapa hari lalu.

Pengalaman hidupnya membuat Permata ringan tangan untuk membantu sesama, bukan hanya saat ramadhan, setiap ada musibah terjadi seperti kebakaran ataupun banjir, tidak pikir panjang Ia selalu turun menyalurkan bantuan baik berupa uang maupun bahan makanan.

Untuk ramadhan kali ini Permata Peduli membagikan paket sembako di Yayasan Miftahul Jannah dan Ni’matul Iman di Kampung Sawah Baru, Tangerang. Seruni Pertiwipun mendapatkan paket sembako yang disaalurkan kepada masyarakat tidak mampu di sekitar Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.

Pada tanggal 15 April lalu Permata Perduli juga menyerahkan paket sembako kepada Yayasan Amal Sholeh Sejahtera. Di hari Minggu (17/4) Permata Peduli menyambangi dan membagikan paket sembako anak anak dan dewasa ke Kelompok Punk dan Rumah Ngaji di kawasan Sukabumi Utara, Jakarta Barat, dan kepada Purna Paskibra Gedung Joang dan Indonesia Escorting Ambulance (IEA) di Jakarta Pusat.

Kegiatan yang mengambil tema Sharing is Caring and Caring is Love, ini diharapkan bisa menjadi semangat banyak orang dalam membantu sesama, kegiatan ini sudah dilakukan dari tahun 1995.

Photo Credit : Tim permata perduli berfoto dengan anak anak yatim  piatu usai berbelanja disalah satu mall di bilangan Bintaro, Tangerang/Doc/ist

 

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Lainnya Dari Telegraf

close