Hubungan Amerika dan China Kembali Memanas Akibat Perang Dagang

"Tarif ini sangat penting untuk mencegah transfer teknologi Amerika yang tidak adil dan kekayaan intelektual ke China yang akan melindungi pekerjaan Amerika,"

Hubungan Amerika dan China Kembali Memanas Akibat Perang Dagang

Telegraf, Washington – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pihaknya memberlakukan tarif impor sejumlah barang asal China senilai US$ 50 miliar pada Jumat waktu setempat (15/06/18) yang memicu perang dagang dua negara terbesar di dunia. Hal ini membuat Beijing bersumpah akan merespon hal yang sama.

Trump membuat daftar lebih dari 800 impor barang strategis dari China yang akan dikenakan tarif 25 persen mulai 6 Juli, termasuk mobil. Hal ini merupakan sikap keras terbaru perdagangan kedua negara.

Namun Kementerian Perdagangan China mengatakan akan membalas tarif dengan skala dan kekuatan yang sama. Kantor berita resmi Xinhua mengatakan China akan memberlakukan tarif 25 persen pada 659 produk AS, mulai dari kedelai, mobil dan makanan laut.

Daftar balas dendam China meningkat lebih dari enam kali lipat dari versi yang dirilis pada bulan April, tetapi nilainya sekitar US$ 50 miliar, karena beberapa item bernilai tinggi seperti pesawat komersial telah dihapus.

Hal ini membuat saham Boeing Co, eksportir AS terbesar ke China ditutup turun 1,3 persen setelah memangkas kerugian sebelumnya. Caterpillar Inc (CAT.N), eksportir besar lainnya ke China ditutup turun 2.

Trump mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Amerika Serikat akan memperluas tarif tambahan jika China membalas.

Washington dan Beijing tampaknya semakin mengarah ke konflik perdagangan terbuka setelah beberapa putaran perundingan gagal menyelesaikan keluhan AS atas kebijakan industri Tiongkok akan kurangnya akses pasar di Tiongkok dan defisit perdagangan AS sebesar US$ 375 miliar.

“Tarif ini sangat penting untuk mencegah transfer teknologi Amerika yang tidak adil dan kekayaan intelektual ke China yang akan melindungi pekerjaan Amerika,” kata Trump.

Para analis tidak mengharapkan tarif AS untuk memberikan luka besar bagi ekonomi China dan mengatakan perselisihan perdagangan kemungkinan akan terus memburuk. (Red)


Photo Credit : Presiden China Xi Jinping saat bertemu dengan presiden Amerika Serikat Donal Trump. AP Photo

 

Share



Komentar Anda