Hoax Ratna Sarumpaet, Anies Mengaku Siap Buka-Bukaan Soal Perannya

“Nanti kita buka di sana secara detail. Nanti kita buka perbuatannya, bagaimana kita buka di sana nanti saat persidangan. Kalau saya buka di sini nanti enggak seru di sananya,”

Hoax Ratna Sarumpaet, Anies Mengaku Siap Buka-Bukaan Soal Perannya

Telegraf, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyatakan siap untuk buka-bukaan terkait peranan dirinya memberikan bantuan dana kepada terdakwa kasus hoax, Ratna Sarumpaet.

Pasalnya, perkara kasus hoax atas terdakwa Ratna Sarumpaet telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta Selatan, Kamis (21/02/19).

“Ya perkara atas nama Ratna Sarumpaet sudah dilimpahkan ke pengadilan negeri. Tentu kita sudah siap dan kita lihat nanti. Kita tunggu tanggal persidangannya,” kata Anies di Monas, Jakarta Pusat, Senin (25/02/19).

Anies mengungkapkan sudah menyiapkan materi yang akan disampaikan di persidangan jika dipanggil sebagai saksi. Ia siap menjelaskan secara mendetail kronologis proses permintaan dana hingga pemberian dana kepada Ratna.

“Nanti kita buka di sana secara detail. Nanti kita buka perbuatannya, bagaimana kita buka di sana nanti saat persidangan. Kalau saya buka di sini nanti enggak seru di sananya,” kata Anies.

Seperti diketahui, keberangkatan Ratna Sarumpaet ke Chile ternyata mendapat persetujuan dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Bahkan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI mensponsori Ratna menghadiri konferensi di Chile yang berlangsung pada 7-12 Oktober 2018.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparbud DKI, Asiantoro mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mendapatkan surat permohonan Ratna Sarumpaet pada tanggal 31 Januari 2018. Pada suratnya, Ratna meminta untuk difasilitasi kehadirannya pada acara The 11th Women Playrights International (WPI) Conference 2018 di Santiago, Chile.

Dalam surat dengan perihal permohonan sponsor tersebut, Ratna Sarumpaet menjelaskan konferensi tersebut adalah kongres tiga tahunan yang digelar di berbagai negara. Ratna mengaku sebagai salah satu anggota senior di kongres tersebut.

Surat undangan tersebut dikirimkan ke Ratna tertanggal 17 Oktober 2017. Dalam suratnya panitia penyelenggara mengundang Ratna sebagai salah satu juru bicara dan ikut membagikan pengalamannya kepada para peserta. Serta mengikuti berbagai kegiatan lainnya.

Baca Juga  KLHK Launching Gerakan Nasional Pilah Sampah Dari Rumah

Surat permohonan tersebut kemudian diterima oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 19 Februari 2018. Kemudian surat tersebut didisposisikan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Disposisi Gubernur DKI tersebut, lalu ia disposisikan ke Bidang Nilai Sejarah dan Budaya. Kemudian ditindaklanjuti dengan membuat nota dinas ke Biro Administrasi Sekretariat Daerah (ASD) dikarenakan biaya perjalanan dinas merupakan tupoksi Biro ASD.

Untuk keberangkatan aktivis perempuan yang tengah tersandung kasus berita bohong tersebut, Disparbud DKI mengucurkan anggaran antara Rp 60 juta hingga 70 juta. Adapun bantuan itu mencakup biaya tiket, penginapan, dan uang saku selama mengikuti kegiatan internasional itu. Proses pencairan pembiayaan keberangkatan Ratna sangat panjang.

Seperti diberitakan Ratna Sarumpaet ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta saat akan bertolak ke Chile untuk menghadiri Women Playwrights International. Ratna sendiri terjerat kasus pembohongan publik atas pernyataannya yang mengaku menjadi korban penganiayaan. Padahal setelah polisi melakukan penyelidikan ternyata Ratna tidaklah menjadi korban penganiayaan melainkan usai operasi plastik. (Red)

Photo Credit : Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyatakan siap untuk buka-bukaan terkait pendanaan kepada terdakwa kasus hoax, Ratna Sarumpaet. AP Photo/Dita Alangkara
Bagikan Artikel



Komentar Anda