Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Akan Diputus Nasibnya 7 Mei Besok

"Organisasi anti Pancasila dan NKRI, nampaknya tak tahu diri. Walaupun telah dibubarkan oleh pemerintah, mereka tetap saja melakukan pergerakan piciknya. Tampaknya masyarakat menunggu apa keputusan Majelis Hakim PTUN yang akan memutus gugatan ini pada Senin 7 Mei mendatang"

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Akan Diputus Nasibnya 7 Mei Besok

Telegraf, Jakarta – Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta akan segera memutuskan hasil gugatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) atas langkah Pemerintah yang mencabut status badan hukumnya, pada Senin (07/05/18) besok.

Meski masih tersisa tiga hari hingga sidang tersebut digelar, namun jagat media sosial sudah diramaikan dukungan masyarakat terhadap Pemerintah atas pembubaran organisasi kemasyarakatan (ormas) tersebut.

Seperti di Twitter misalnya, tagar #HTIBubar7Mei berhasil menempati peringkat pertama dalam daftar trending topic Indonesia pada Jumat (04/05/2018) lalu.

Sebenarnya, tagar serupa sudah menjadi trending topic Indonesia sejak Kamis (03/05/18) kemarin dengan munculnya tagar #BubarkanHTISelamanya, meski berada di peringkat keempat.

Selain tagar, sejumlah meme juga turut meramaikan Twitter, di mana kebanyakan meme tersebut berisikan kutipan-kutipan dari sejumlah ahli yang menjadi saksi dalam sidang di PTUN.

Salah satunya adalah saksi Ahli Hukum Administrasi Negara dan Hukum Tata Negara Zainal Arifin Hossein yang diajukan pihak HTI pada persidangan 15 Februari 2018. Meski dihadirkan oleh HTI, namun pendapatnya justru mendukung posisi hukum Pemerintah.

Dalam keterangannya, Zainal menyatakan bahwa masyarakat dibebaskan membentuk organisasi sebebas-bebasnya, asal tidak bertentangan dengan ideologi Negara (Pancasila). Selain itu, Ia juga menyatakan Menteri Hukum dan HAM memiliki wewenang untuk mengesahkan status badan hukum dan mencabutnya, serta peraturan harus dilaksanakan oleh seluruh Pejabat Negara dan Warga Negara.

Kemudian ada juga meme yang memuat gambar Abuya Muhtadi Dimyati, Rois’Am Majelis Muzakaroh Muhtadi Cidahu Banten (M3CB) yang menyatakan bahwa HTI adalah ormas islam dari luar negeri yang datang ke Indonesia dan ingin menghilangkan Pancasila sebagai dasar negara.

Menurutnya, perbuatan tersebut merupakan salah satu bentuk dari pemberontakan. Padahal, memberontak terhadapt negara itu dosa besar. Maka dari itu HTI haram hukumnya dalam berbagai keadaan.

Baca Juga  Terkait Video Pramuka 2019 Ganti Presiden, Buwas: Mereka Bukan Pramuka

Selanjutnya, ada pula meme dari pernyataan Ahli Sejarah Islam Moeflich Hasbulloh yang diajukan oleh pihak HTI pada persidangan 1 Februari 2018, yang justru juga mendukung posisi Pemerintah dengan menyatakan bahwa Pancasila itu prestasi Dasar Negara yang menjadi kebanggaan di mata dunia.

Masih banyak lagi meme-meme serupa yang tersebar di Twitter yang turut meramaikan tagar #BubarkanHTISelamanya, #HTI_KO, dan #HTIBubar7Mei.

Sejumlah warganet pun tampat turut merespons atas pembubaran HTI ini. Seperti akun @AchdiGilar yang dalam cuitannya mengajak semua masyarakat mendukung Pemerintah untuk fokus membubarkan HTI, sebuah ormas anti-Pancasila yang begitu melawan nasionalisme #HTIBubar7Mei.

Kemudian akun @fatima_luthfian yang mencuit “Di medsos HTI seolah-oleh dizalimi dan paling apes sedunia. Sebenarnya dia cengeng dan tidak tahu terima kasih karena sudah disediakan saluran hukumnya #HTIBubar7Mei”.

Selanjutnya akun @el_fahm11 yang juga mencuit “Organisasi anti Pancasila dan NKRI, nampaknya tak tahu diri. Walaupun telah dibubarkan oleh pemerintah, mereka tetap saja melakukan pergerakan piciknya. Tampaknya masyarakat menunggu apa keputusan Majelis Hakim PTUN yang akan memutus gugatan ini pada Senin 7 Mei mendatang”. (Red)


Photo Credit :  Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta akan segera putuskan hasil gugatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) atas langkah Pemerintah yang mencabut status badan hukumnya, pada Senin (07/05/18) besok. | Munzir

 

Share