Hiswana Migas Memastikan Pasokan BBM dan LPG di Ibukota Aman

"Anjas mengakui, permintaan BBM dan LPG pada tahun ini mengalami peningkatan jika dibandingkan setahun yang lalu. Meski demikian, pihaknya bersama PT Pertamina telah berkoordinasi untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan stok yang sekaligus pembentukan Pangkalan Siaga se DKI Jakarta."

Hiswana Migas Memastikan Pasokan BBM dan LPG di Ibukota Aman

Telegraf, Jakarta – Hiswana Migas DKI JAKARTA dalam menyambut bulan ramadhan melakukan extra lebih, dengan kata lain ‘SATGAS PLUS’ dikarenakan pertimbangan tahun ini dan tahun depan adalah tahun politik, dimana kelangkaan LPG dan BBM sangat sensitif untuk dijadikan issue politik. Untuk itu Hiswana Migas DKI JAKARTA menjamin bahwa pasokan BBM (Bahan Bakar Minyak) serta Liquified Petroleum Gas (LPG) di Ibukota aman selama bulan Ramadhan hingga akhir Lebaran.

“Pasokan BBM sudah aman, LPG juga sudah ada penambahan. Semua sudah fakultatif sebelum Sabtu pekan lalu,” ujar Anjas Prawira, S.Kom., Wakil Kepala Bidang LPG, pada selasa (15/5) saat di wawancara usai rapat pembentukan Satgas LPG PSO Wilayah DKI Jakarta.

Anjas mengakui, permintaan BBM dan LPG pada tahun ini mengalami peningkatan jika dibandingkan setahun yang lalu. Meski demikian, pihaknya bersama PT Pertamina telah berkoordinasi untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan stok yang sekaligus pembentukan Pangkalan Siaga se DKI Jakarta.

“Jadi dari Pertamina pun sudah mengedarkan surat tugas siaga untuk menjamin ketersediaan stok BBM dan LPG di agen-agen,” ucapnya.

Menurut Syarif Hidayat, ketua DPC Hiswana Migas DKI Jakarta mengutarakan kenaikan permintaan diperkirakan juga akan terjadi pada produk LPG jika dibandingkan konsumsi normal sekitar 9 persen. Terutama untuk LPG Non PSO seperti Bright Gas 5,5 kilogram, Bright Gas 12 kilogram dan Elpiji 12 kilogram dengan perkiraan sebesar 22 persen.

Syarif juga menginstruksikan agar agen-agen di DKI Jakarta khusunya harus memahami, serta terus menerus memantau kondisi dilapangan, dan juga agar menginventarisir pangkalannya, dimana harus siaga sekitar liburan Hari Raya. Demikian pula SPBE agar berkordinasi, dimana terus buka sekitar liburan Hari Raya. Serta SPBE harus bersedia jika ada permintaan mendesak diluar jam operasional.

Baca Juga  Koperasi Madani, Menghidupkan Mayat Hidup

Secara terpisah, Unit Manager Communication & CSR MOR III Pertamina, Dian Hapsari Firasati menjelaskan, kenaikan permintaan BBM jika dibandingkan konsumsi normal pada H-15 hingga H+15 Idul Fitri tahun ini diperkirakan sekitar 8,81 persen. Khususnya untuk BBM jenis gasoline seperti Premium, Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo.

Sementara untuk jenis Gasoil seperti Solar, Biosolar, Dexlite dan Pertamina Dex diprediksi akan mengalami penurunan sekitar 3,81 persen.

“Untuk mengantisipasi hal tersebut, kita sudah melakukan penambahan stok. Jadi masyarakat tidak perlu  khawatir. Pasokannya akan cukup,” tandasnya. (Red)


Photo Credit : Rapat Pembentukan Satgas LPG PSO Wilayah DKI Jakarta : File/Dok/Ist. Photo

 

Share