Hindari Penyerangan, TKN Jokowi-KH Ma'ruf Pilih Kampanye Positif

Hindari Penyerangan, TKN Jokowi-KH Ma’ruf Pilih Kampanye Positif

"Apalagi pengguna internet hanyalah 30 persen saja. Itupun lebih senang membuka twitter untuk membaca twit-nya Dahnil Anzar dan Arsul Sani,"

Hindari Penyerangan, TKN Jokowi-KH Ma’ruf Pilih Kampanye Positif


Telegraf, Jakarta – TKN Jokowi-KH Ma’ruf Amin menyesalkan gaya-gaya berkampanye yang “menyerang”. Seharusnya cara-cara berkampanye yang baik adalah dengan menyampaikan ide, gagasan, serta kebijakan untuk kepentingan rakyat dikedepankan.

Menurut Sekretaris TKN, Hasto Kristiyanto, pihaknya mencatat banyaknya kata yang sering dikeluarkan oleh Capres Prabowo Subianto, yang seperti kehabisan narasi untuk menawarkan kelebihan dirinya kepada rakyat. Prabowo disebutnya tiada henti menyerang Jokowi hanya karena keterbatasan narasi.

Misalnya, Prabowo menyebut Jokowi memerintah dengan ugal-ugalan, ekonomi kebodohan, Indonesia bubar dan bangkrut. Padahal, menurutnya, tugas pemimpin adalah membangun kepercayaan publik, menjadi inspirasi dan diteladani karena gagasannya yang mencerahkan dan membangun peradaban.

Dia mengingatkan, seluruh tim kampanye sudah saatnya memelopori adu gagasan, adu rekam jejak dan adu visi misi berserta agenda prioritasnya. Sehingga pilpres jadi ajang yang bisa menjawab jalan kemajuan bangsa Indonesia agar semakin diperhitungkan.

“PDI Perjuangan mengajak semua pihak untuk berkampanye dengan mengdepankan alam pikir yang positif. Kompetisi jangan sampai menutup ruang keadaban publik,” kata Hasto, yang juga Sekjen PDIP, Senin (22/10/18).

“Mari kita renungkan dengan seksama rangkaian kata dalam konsititusi kita. ‘memajukan kesejaheraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa’. Bandingkan kata-kata itu dengan ‘ugal-ugalan, bodoh, bubar, biadab, dan bangkrut’,” bebernya.

Dan rakyat akhirnya melihat bahwa ada perbedaan menyolok terkait karakter dan mentalitas antara Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi. Kata Hasto, Tim Jokowi mengedepankan berpikir positif, melarang fitnah dan hoaks, serta berbasis keutamaan.

Wakil Ketua TKN Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Johnny G Plate, mengatakan pihaknya bekerja secara fokus dan selalu memperhatikan agar kampanye diisi dengan kontestasi gagasan. Hal ini dilakukan agar menjaga secara sungguh-sungguh agar terhindar dari kampanye negatif.

“Kami inginkan bahwa kontestasi Pilpres dan termasuk di dalamnya Pileg, nanti berjalan dengan baik, menggembirakan, sebagaimana yang diharapkan Pak Joko Widodo, menceriakan bagi bangsa dan negara kita,” kata Plate.

Prinsip itupun sudah ditekankan kepada para Tim Kampanye Daerah. Semua kegiatan dirancang agar memungkinkan tercapainya pemilihan umum yang menggembirakan sekaligus lebih berkualitas.

Wakil Ketua TKN lainnya, Arsul Sani, menyatakan pihaknya menyadari sepenuhnya bahwa visi misi pasangan calon harus disosialisasikan ke masyarakat. Tak bisa hanya mengandalkan pemuatan visi misi di website KPU dan menunggu masyarakat pengguna internet untuk membacanya.

“Apalagi pengguna internet hanyalah 30 persen saja. Itupun lebih senang membuka twitter untuk membaca twit-nya Dahnil Anzar dan Arsul Sani,” kata Arsul sambil tertawa.

Pihaknya pun menyiapkan cara-cara tradiisonal untuk menyampaikan visi dan misi. Misalnya lewat pertemuan tatap muka dan menyebar visi misi yang sudah tercetak.

“Dan kami sesuaikan dengan masyarakatnya. Jadi misalnya, di sejumlah kantong PPP, takkan tertarik bicara soal infrastruktur. Tapi soal bagaimana pengembangan pesantren ke depan. Isu visi misi ini yang dikembangkan,” jelas Arsul. (Red)


Photo Credit : Arsul Sani. Telegraf/Koes W Widjojo

 

KBI Telegraf

close