Hari Ini KPK Periksa Marzuki Alie CS Terkait Kasus E-KTP

'Secara rinci, Irvanto mengungkapkan Chairuman menerima 1,5 Juta dolar AS, Melchias Mekeng sebesar 1 juta dolar AS, Agun Gunandjar 1,5 juta dolar AS serta Jafar Hafsah dan Nurhayati masing-masing 100.000 dolar AS."

Hari Ini KPK Periksa Marzuki Alie CS Terkait Kasus E-KTP

Telegraf, Jakarta – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa mantan Ketua DPR, Marzuki Alie dan Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf, hari ini Selasa (26/06/18).

Kedua politikus Partai Demokrat itu bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Keterangan keduanya dibutuhkan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung.

“Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IHP (Irvanto Hendra Pambudi) dan MOM (Made Oka Masagung),” kata Jubir KPK, Febri Diansyah, Selasa (26/06/18).

Lima saksi dalam hal ini antara lain mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf, mantan Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) di Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Hanura Djamal Aziz, mantan Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Taufiq Effendi, dan Alexander Wunaryo berprofesi sebagai wiraswasta.

Seperti halnya Marzuki Alie dan Nurhayati, Taufik yang merupakan mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) dan Djamal Aziz yang kini menjadi politikus Partai Gerindra serta Alexander Wunaryo diperiksa dalam kapasitas mereka sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan Irvanto dan Made Oka.

“Mereka juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IHP dan MOM,” jelas Febri.

Untuk diketahui, nama Nurhayati disebut oleh Irvanto yang menjadi saksi dalam persidangan dengan terdakwa mantan Dirut PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (21/05/18).

Irvanto dalam persidangan itu merinci sejumlah uang yang ia serahkan kepada anggota DPR lainnya, yaitu mantan Ketua Komisi II Chairuman Harahap sebesar 500 ribu dolar AS dan satu juta dolar AS, selanjutnya Melchias Markus Mekeng satu juta dolar AS, mantan Ketua Fraksi Partai Golkar Agun Gunanjar 500 juta dolar AS dan satu juta dolar AS, mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat Jafar Hafsah 500 ribu dolar AS dan 100 ribu dolar AS, anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Assegaf 100 ribu dolar AS.

Marzuki Alie terlihat telah memenuhi panggilan penyidik KPK. Mantan Sekjen Partai Demokrat itu tiba di Gedung KPK sekitar pukul 10.05 WIB. Marzuki yang mengenakan kemeja batik lengan panjang berwarna coklat mengklaim tidak pernah tahu alasan penyidik memanggilnya kembali. Apalagi, menurutnya, pertanyaan yang dilontarkan penyidik sama saja seperti sebelumnya.

‎”Ya enggak tahu. Saya enggak pernah tahu kok. Gak pernah tahu. Sudah ya. Saya gak tahu kok. Saya diundang pertanyaannya sama melulu. Gimana ya,” kata Marzuki.

Nama Marzuki Alie, Nurhayati, Taufik Effendi dan Djamal Aziz disebut terlibat atau turut kecipratan aliran dana dari proyek e-KTP yang merugikan keuangan negara hingga Rp 2,3 triliun. Dalam sejumlah kesempatan para politikus ini membantah turut terlibat dan menerima uang dari korupsi e-KTP.

Dalam surat dakwaan terhadap dua mantan pejabat Kemdagri, Irman dan Sugiharto, nama Marzuki Alie disebut menerima uang senilai Rp20 miliar. Taufik Effendi disebut menerima USD 103 ribu dan Djamal Aziz disebut terima uang USD 37.000. Sementara di surat tuntutan Jaksa KPK, Aziz juga disebut terima USD 1.500.

Tak hanya itu, nama Djamal Aziz juga pernah mencuat dalam sidang perkara keterangan palsu dengan terdakwa Miryam S Haryani. Djamal Aziz disebut-sebut sebagai salah satu pihak yang menekan Miryam Haryani untuk mencabut BAP. Sedangkan nama Nurhayati mencuat dalam persidangan perkara dugaan korupsi proyek e-KTP dengan terdakwa Dirut PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo beberapa waktu lalu.

Irvanto yang dihadirkan sebagai saksi membeberkan sejumlah anggota DPR periode 2009-2014 yang turut kecipratan uang dari proyek e-KTP. Sejumlah nama politikus itu, diantaranya Melchias Markus Mekeng, Markus Nari, Chairuman Harahap, Nurhayati Ali Assegaf, Jafar Hafsah, hingga Agun Gunandjar.

Secara rinci, Irvanto mengungkapkan Chairuman menerima 1,5 Juta dolar AS, Melchias Mekeng sebesar 1 juta dolar AS, Agun Gunandjar 1,5 juta dolar AS serta Jafar Hafsah dan Nurhayati masing-masing 100.000 dolar AS.

Irvanto menegaskan, selain nama-nama ini, terdapat anggota dan mantan anggota DPR lainnya yang turut menerima aliran dana dari proyek e-KTP. Nama-nama itu secara lengkap ditulis dalam buku catatannya. Irvanto berjanji akan membongkar nama-nama lainnya setelah permohonan menjadi justice collaborator dikabulkan oleh KPK. (Red)


Photo Credit : Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) Marzuki Alie usai memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Kuningan, Rabu (9/8). Politikus Partai Demokrat itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Ketua DPR Setya Novanto terkait pengusutan kasus korupsi proyek e-KTP. BJ/Ade

Share