Hadapi Tantangan Pembelajaran Online Pada Era Digital, Ini Kiatnya

Hadapi Tantangan Pembelajaran Online Pada Era Digital, Ini Kiatnya

"Teknologi apapun jika digunakan tidak secara bijak akan menimbulkan hasil yang negatif atau merugikan, oleh karena itu di era digital ini, dimana teknologi merupakan bagian dari kehidupan sehari hari kita harus menggunakannya untuk kebaikan bersama,"

Hadapi Tantangan Pembelajaran Online Pada Era Digital, Ini Kiatnya

Telegraf – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali menyelenggarakan seminar online, kali ini mengangkat tema “Menghadapi Tantangan Pembelajaran Online di Era Digital”.

Seminar menghadirkan tiga pembicara dari berbagai disiplin dan bidang keilmuan yang berbeda, antara lain Junico BP Siahaan mewakili Komisi I DPR RI, Guru Besar FISIP UNAIR Henri Subiakto dan Atwar Bajari Dekan Fakultan Ilmu Komunikasi FUNPAD.

Kominfo terus mendukung Program Literasi Digital yang melibatkan berbagai elemen masyarakat agar terdorong masyarakat yang agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana informasi dan edukasi serta memberdayakan masyarakat agar dapat memanfaatkan secara baik perkembangan dunia digital yang sedang berlangsung saat ini.

“Tenaga pendidik harus mempunyai karakter yang baik, melatih, mengasah dan mengajarkan kepada anak anak untuk juga berperilaku baik dan melatih anak-anak untuk mempunyai keinginan yang luar biasa untuk mencari ilmu pengetahuan,” kata Nico Siahaan, (30/09/2021) melalui zoom meeting.

Ia menambahkan agar pendidik selalu melakukan upgrading wawasan dan berinovasi serta berpikiran kreatif sehingga mereka para anak-anak tersebut menjadi penerus Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 yang sudah cakap digital dengan karakter ke Indonesiaan dan ber ke Bhinnekaan.

Sementara itu, Henri Subiakto juga menjelaskan bahwa tenaga pendidik juga merasakan sekali bahwa Pendidikan jarak jauh atau secara online tentu banyak sekali tantangan dan kekurangannya.

“Tetapi karena ini adalah masa pandemi dimana kesehatan dan keamanan adalah hal yang paling utama dan juga sebagai bentuk kasih sayang kita terhadap anak-anak didik maka kita membutuhkan teknologi dalam kegiatan belajar,” ungkapnya.

Henri juga mengatakan jika semua teknologi dapat membantu dalam hal pendidikan jika para tenaga pengajar mampu memanfaatkan teknologi tersebut semaksimal.

“Kita harus dapat menambah wawasan dan juga tidak berpuas diri untuk memperkuat kreativitas memperkuat kemampuan menggunakan teknologi untuk lebih produktif dalam proses belajar melalui online.” imbuhnya.

Kemudian melengkapi dari pendapat dan masukan dari dua narasumber sebelumnya, Atwar Bajari menegaskan bahwa teknologi tersebut mempunyai dua mata pedang, yaitu sisi positif dan sisi negatifnya.

“Teknologi apapun jika digunakan tidak secara bijak akan menimbulkan hasil yang negatif atau merugikan, oleh karena itu di era digital ini, dimana teknologi merupakan bagian dari kehidupan sehari hari kita harus menggunakannya untuk kebaikan bersama,” ajaknya.

Atwar juga mengatakan bahwa dengan meningkatkan kualitas hidup, hal tersebut  yang nantinya akan bisa digunakan untuk membangun negara.

“Kita sebagai pengguna teknologi harus dapat menghadapi dan menyelesaikan tantangan yang ada di dunia digital saat ini, mental yang tidak menyerah dan terus berusaha diperlukan agar teknologi dapat berkembang sehingga bermanfaat bagi kita semua,” pungkasnya.


Photo Credit: Seorang siswa yang sedang belajar online di rumah. FILE/IST. PHOTO

 

Shan Santi

close