Hadapi Pandemi Ini Langkah MRT Jakarta

“Bagi yang tidak menggunakan masker tidak diperkenankan masuk. Pembersihan rutin tiga kali sehari fasilitas dan aset di stasiun. Para petugas menggunakan APD serta dijaga kebersihan dirinya,”

Hadapi Pandemi Ini Langkah MRT Jakarta

Telegraf – Sejak awal beroperasi pada Maret 2019 hingga saat ini, PT MRT Jakarta telah mencatatkan jumlah penumpang sebanyak 33 juta. Sebelum pandemi, rata-rata penumpang sebanyak 86.960 per hari. Seperti perusahaan lain yang terdampak oleh pandemi Covid-19, MRT juga merasakan hal tersebut. Rata-rata penumpang sempat turun ke angka 1.405 per hari pada bulan Mei, kemudian meningkat lagi menjadi 11.351 pada Juni.

Untuk menjaga kualitas layanan di situasi pandemi, MRT memperkenalkan protokol bernama ‘Bangkit’. Singkatan dari Bersih, Aman, Nyaman, Go Green, Kolaborasi, Inovasi, dan Tata Kelola yang baik. William Sabandar, Direktur Utama MRT Jakarta, mengatakan, MRT Jakarta siap hadir menjadi pilihan transportasi publik yang bersih, aman, nyaman di masa adaptasi kebiasaan baru ini dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan MRT Jakarta.

“Kami ingin mengatakan, Protokol Bangkit ini sejatinya ingin memberikan semangat dalam situasi seperti apapun, kami bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya dalam pemaparan di CGPI 2019.

Ia menjelaskan bahwa penumpang ketika masuk dipastikan harus bersih. Protokol tersebut terdiri dari pengecekan suhu tubuh, penyediaan hand sanitizer, kebersihan fasilitas dengan disinfektan rutin pada kereta & stasiun, kewajiban pakai masker dan tidak diperkenankan berbicara di dalam kereta, dan pembatasan penumpang ssebanyak 62-67 orang per gerbong.

“Bagi yang tidak menggunakan masker tidak diperkenankan masuk. Pembersihan rutin tiga kali sehari fasilitas dan aset di stasiun. Para petugas menggunakan APD serta dijaga kebersihan dirinya,” jelasnya.

Kemudian menerapkan metode pembayaran non-tunai. Dilakukan pembatasan transaksi tiket, di mana tidak mengaktifkan loket, melainkan menggunakan teknologi yang less contacting, yakni menggunakan QR Code untuk pembayaran tiket. Selain juga penggunaan kartu elektronik bank dan pembelian kartu Multi Trip di mesin tiket otomatis.

Bahkan, pihaknya juga menyediakan ruang isolasi dan evakuasi yang aman untuk antisipasi jika ditemukan penumpang yang mengalami gejala Covid-19.

“Kami ingin menyampaikan bahwa apapun kondisi kami sekarang ini, standard internasional tetap harus dipertahankan, salah satunya kereta harus higienis,” ujarnya.


Photo Credit: MRT Jakarta. ANTARA/Rivan Awal Lingga

 

Didik Fitrianto