Gugatan Pra Praperadilan Dahlan Iskan Ditolak Oleh Hakim

Gugatan Pra Praperadilan Dahlan Iskan Ditolak Oleh Hakim

“Dua alat bukti awal itu belum dimiliki penyidik, tetapi klien saya sudah ditetapkan sebagai tersangka,”

Gugatan Pra Praperadilan Dahlan Iskan Ditolak Oleh Hakim


Telegraf, Surabaya – Hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Ferdinandus menolak permohonan gugatan praperadilan yang diajukan Dahlan Iskan.

Praperadilan yang diajukan oleh mantan Direktur Utama (Dirut) PT Panca Wira Usaha (PWU) sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Jatim, itu ditolak dalam persidangan di ruang sidang Cakra, Kamis (24/11). Di depan persidangan yang dipadati pengunjung itu, Ferdinandus menyatakan, bahwa proses penyidikan, dan penetapan tersangka sudah sesuai Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) yang dikeluarkan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.

Mendengar putusan yang menolak gugatan praperadilan itu, Indra Priangkasa selaku kuasa hukum penggugat Dahlan Iskan, menyatakan kekecewaannya karena dalam menetapkan kliennya sebagai tersangka, penyidik Kejati Jatim belum menentukan secara pasti angka kerugian uang negara yang disebabkan oleh peristiwa penjualan aset-aset PT PWU yang disebutkan jaksa tidak melalui prosedur yang lazim dan dinilai curang.

“Dua alat bukti awal itu belum dimiliki penyidik, tetapi klien saya sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Indra.

Menurut dia, keputusan menolak permohonan yang ia ajukan itu disebabkan hakim tidak mempertimbangkan dan mencermati dua Sprindik yang dikeluarkan Kejati Jatim. Namun demikian, pihaknya tetap menghormati keputusan Hakim Ferdinandus, sehingga, tim kuasa hukum akan kembali membahas secara internal untuk menghadapi agenda persidangan kasus dugaan korupsi PT PWU oleh tersangka Dahlan Iskan.

Rencana agenda persidangan perdana Dahlan Iskan akan digelar 29 November mendatang. (Red)

Foto : Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan melambaikan tangan dari dalam mobil tahanan usai jalani pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. | Antara Photo/Didik Suhartono


 

KBI Telegraf

close