GMNI Tanggapi Soal Pelaporan Arief Hidayat ke Dewan Etik MK

GMNI Tanggapi Soal Pelaporan Arief Hidayat ke Dewan Etik MK

"Bahwa apa yang selama ini terjadi yaitu laporan-laporan yang masuk ke Dewan Etik Mahkamah Konstitusi terkait Ketua MK, Arief Hidayat adalah sebuah hal yang sangat tendensius sekali dan cenderung menutup adanya transparansi dari seorang pejabat publik, hal itu tidak sesuai dengan demokrasi kita,"

GMNI Tanggapi Soal Pelaporan Arief Hidayat ke Dewan Etik MK


Telegraf, Jakarta – Arief Hidayat mengaku siap untuk diperiksa oleh Dewan Etik Mahkamah Konstitusi terkait laporan sejumlah pihak yang mendesak dirinya untuk mundur. Rencananya, dia akan diperiksa usai Dewan Etik MK memeriksa berkas-berkas pelapornya. Saat ditanya Arief sendiri sebenarnya enggan menanggapi soal pelaporan tersebut dan menyerahkan semua kepada Dewan Etik Mahkamah Konstitusi untuk perkara yang sedang dihadapinya itu.

“Oh ya pasti dong (siap), biar saja. Tanya ke dewan etik (jangan ke saya),” kata Ketua MK Arief Hidayat usai menghadiri acara sidang istimewa laporan tahunan Mahkamah Agung (MA) di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (01/03/2018).

Rencananya Dewan Etik Mahkamah Konstitusi (MK) akan memanggil pihak-pihak yang melaporkan Arief Hidayat tersebut.

Sementara itu Dewan Etik MK bakal memeriksa pelapor terlebih dahulu sebelum meminta keterangan terlapor. “Memeriksa yang melapor dulu, baru yang terlapor (Ketua MK),” ujar Gus Sholah, anggota Dewan Etik MK.

Arif Hidayat diduga mengetahui dan menyetujui konferensi pers soal Putusan pengujian Hak angket KPK oleh MK beberapa waktu lalu.

Hal tersebut seolah menjadi bias dan blunder, dikarenakan laporan terhadap Ketua MK Arief Hidayat kurang bersubstansi dan justru seolah membelakangi transparansi yang selama ini digaungkan soal keterbukaan pejabat terhadap publik, apalagi seorang pejabat memang sudah seharusnya terbuka terhadap hal apapun, agar masyarakat umum bisa mengetuhuinya juga.

Terkait dengan tuduhan lobi-lobi politik yang dilakukan oleh Arief Hidayat, Dewan Etik Mahkamah Konstitusi sendiri sudah menyatakan bahwa Arief tidak terbukti melakukan lobi-lobi politik seperti apa yang dituduhkan jika ia melakukan lobi-lobi politik saat bertemu dengan sejumlah pimpinan di Komisi III dan soal pernyataan Arief terkait petisi 54 profesor dari berbagai perguruan tinggi yang memberinya surat desakan untuk mundur dari jabatannya adalah sebuah hal yang ganjil.

Menanggapi sejumlah hal tersebut, ketua Ketua DPC GMNI Jakarta Timur ikut angkat bicara, menurutnya apa yang selama ini terjadi adalah sebagai bentuk pembunuhan karakter seseorang yang didasari atas hal yang tidak berdasar dan belum bisa dibuktikan secara faktual hingga hari ini, (05/03/2018).

“Kita sekarang ini masuk kedalam era yang serba bebas, bebas untuk menyerang siapa saja, bebas untuk beropini dan berpendapat, akan tetapi sangat miris sekali jika opini atau pendapat tersebut dijadikan sebuah aduan atau alat untuk menjustifikasi seseorang, bahwa orang tersebut dinyatakan melakukan pelanggaran atas apa yang belum tentu dan belum jelas kenyataannya, tanpa bukti yang jelas tiba-tiba melakukan laporan,” kata Fery Saragih, Ketua DPC GMNI Jakarta Timur, di Jakarta, (05/03/2018).

Sementara itu, Wiwid W. Widjojo, Sekertaris Jenderal DPC GMNI Jakarta Timur menambahkan, terkait isu-isu dan banyaknya laporan tentang pelanggaran kode etik yang telah dilakukan oleh Arief Hidayat yang kini sedang menerpa Ketua MK dan dilaporkan ke Dewan Etik Mahkamah Konstitusi adalah hal yang memang penuh dengan tendensi.

“Bahwa apa yang selama ini terjadi yaitu laporan-laporan yang masuk ke Dewan Etik Mahkamah Konstitusi terkait Ketua MK, Arief Hidayat adalah sebuah hal yang sangat tendensius sekali dan cenderung menutup adanya transparansi dari seorang pejabat publik, hal itu tidak sesuai dengan demokrasi kita,” terangnya. (Red)


Photo Credit : Arief Hidayat mengaku siap untuk diperiksa oleh Dewan Etik Mahkamah Konstitusi terkait laporan-laporan dari sejumlah pihak yang ditujukan padanya. | Antara/M Agung Rajasa

KBI Telegraf

close