Gantikan Tito Karnavian, Mahfud MD Kini Jadi Mendagri

"Serta juga mendiskusikan kerja sama penanganan keamanan regional serta kelancaran program investasi di Indonesia. Singapura adalah salah satu negara investor terbesar di Indonesia,"

Gantikan Tito Karnavian, Mahfud MD Kini Jadi Mendagri

Telegraf – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD sebagai Ad Interim Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Keputusan ini diambil, lantaran Mendagri Tito Karnavian sedang melakukan dinas ke Singapura pada 28-30 Agustus.

“Ya, Pak Mendagri melaksanakan tugas ke Singapura dari tanggal 28 sampai 30 Agustus. Untuk itu sesuai ketentuan ditunjuklah Menko Polhukam sebagai Ad Interim Mendagri,” ujar Sekretaris Mensesneg Setya Utama, Jumat (28/08/2020).

Menurut Setya, penunjukan ini telah sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

Kala Mendagri menjalankan tugas ke luar negeri, maka perannya sementara digantikan Menko Polhukam.

Tito pergi ke Singapura dalam rangka tugas kenegaraan, diundang langsung oleh Mendagri Singapura, guna membahas penanganan pandemi Covid-19.

“Bapak Mendagri Tito Karnavian memang sedang ke luar negeri yaitu ke Singapura. Beliau mendapat undangan dari Mendagri Republik Singapura untuk membahas kerja sama penanggulangan Covid-19,” ujar Staf Khusus Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Kastorius Sinaga, Jumat (28/08/2020).

Menurut Kastorius, selain mendiskusikan penanganan wabah virus corona, di Singapura Tito juga membahas soal investasi Singapura di Indonesia.

“Serta juga mendiskusikan kerja sama penanganan keamanan regional serta kelancaran program investasi di Indonesia. Singapura adalah salah satu negara investor terbesar di Indonesia,” tuturnya.

Kastorius juga mengklarifikasi soal beredarnya tata cara penandatanganan surat Kementerian Dalam Negeri, menyikapi kunjungan Tito. Surat yang diteken Sekjen Kemendagri itu, beredar luas di kalangan wartawan.

Baca Juga :   BNPB Akan Jamin Total Pengamanan Pilkada

Menurut Kastorius, seharusnya surat tersebut tak perlu ada dan tidak tersebar ke luar.

“Karena Bapak Mendagri akan kembali ke Jakarta hari Minggu (30/8/2020) dan tidak terlalu dibutuhkan tanda tangan surat menyurat oleh Bapak Mendagri, sebagaimana maksud surat Sekjen tersebut, selama dua hari libur ini,” terangnya.

“Sekjen Kemendagri akan melakukan ralat atau perbaikan atas surat tersebut,” pungkasnya.


Photo Credit: Menko Polhukam Mahfud MD. ANTARA

 

A. Chandra S.