Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Ganjar Menginap di Magetan, Warga: Selamat Datang Satrio Gunung Lawu
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.
Humaniora

Ganjar Menginap di Magetan, Warga: Selamat Datang Satrio Gunung Lawu

Indra Christianto Kamis, 18 Januari 2024 | 23:17 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Kamis (18/01/2024) Ganjar kembali menginap di rumah warga. Kali ini, Desa Kauman Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan menjadi tempat persinggahannya. FILE/Telegraf
Bagikan

Telegraf – Kabut menyelimuti jalanan yang basah akibat hujan. Konturnya yang berliku dan naik turun membuat mobil yang ditumpangi Ganjar Pranowo harus berjalan perlahan.

Malam ini, Kamis (18/01/2024) Ganjar kembali menginap di rumah warga. Kali ini, Desa Kauman Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan menjadi tempat persinggahannya. Desa yang ada di Lereng Gunung Lawu itu cukup terpencil karena cukup jauh dari perkotaan.

Namun suasana meriah terlihat di desa itu. Ribuan warga berdiri di pinggir jalan untuk menyambut Ganjar datang. Hujan yang mengguyur tak menyurutkan semangat mereka menyambut kehadiran Capres 2024 nomor urut 3 itu.

“Selamat datang pak Ganjar. Selamat datang satrio Gunung Lawu,” teriak warga.

Sebutan itu karena Ganjar adalah putra asli yang lahir di lereng Gunung Lawu. Ganjar lahir di lereng Gunung Lawu tepatnya di Karanganyar Jawa Tengah.

“Iki lananging jagad. Gagah temenan. Hujan ini ibarat berkah dari Allah atas kehadiran pak Ganjar. Bangga banget pak desa kami didatangi bapak,” ucap warga lainnya.

Tanpa dikomando ribuan warga langsung berdesakan untuk bersalaman dan foto dengan Ganjar. Lelah menanti sejak sore hari terbayar dengan kehadirannya di kampung itu.

Diantara ribuan warga yang bahagia, orang yang paling bahagia adalah Sardi (63) pemilik rumah yang diinapi Ganjar. Ia tak pernah menyangka, Ganjar mau datang ke desanya dan menginap di rumah sederhananya itu.

“Saya itu sampai sekarang masih nggak percaya, kok mau pak Ganjar ke desa terpencil seperti desa kami ini, mau menginap di rumah saya yang kondisinya seperti ini. Ini sebuah kebanggan, saya sampai ingin menangis terharu,” ucap Sardi.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini melihat betul bagaimana merakyatnya Ganjar. Ia mau duduk lesehan di tikar dan ngobrol bareng masyarakat. Dia mau tinggal di rumahnya, tidur di kasus usang miliknya dan Ganjar terlihat sangat bahagia.

“Pokoknya kami tambah sayang sama pak Ganjar dan tambah yakin kalau beliau calon pemimpin terbaik. Semoga pak Ganjar jadi presiden,” pungkasnya.

Sambutan warga Kauman memang sangat meriah ke Ganjar. Mereka berdesakan masuk ke rumah Sardi hanya ingin ngobrol bersama mantan gubernur Jawa Tengah itu.

Kesempatan itu tak disia-siakan mereka. Sejumlah persoalan disampaikan dan berharap Ganjar melakukan perbaikan. Mulai pupuk langka, pendidikan mahal, kesehatan, pendampingan UMKM dan lainnya.

Ganjar mendengarkan curhatan warga dengan seksama. Sambil makan durian dan minum teh, Ganjar ngobrol bareng warga hingga larut malam dan menyampaikan sejumlah program kerja. Mulai KTP Sakti, SMK Gratis Lulus Langsung Kerja untuk masyarakat miskin, satu warga miskin satu sarjana, creative hub dan banyak program lainnya.

“Bapak ibu mpun dalu, kulo nunut nginep mriki nggih (bapak ibu sudah malam, saya numpang menginap di sini ya). Maturnuwun sambutannya, besok kita olahraga bareng,” ucap Ganjar berpamitan untuk istirahat.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Ekosistem Informasi Moderen Membutuhkan Kesehatan Etika
Waktu Baca 2 Menit
Photo Credit: Illustration pencurian data pribadi oleh pihak yang tak bertanggung jawab bisa terjadi kapanpun. GETTY IMAGES/Thomas Trutschel
Keamanan Digital dan Pentingnya Privasi Data Pribadi
Waktu Baca 2 Menit
Pesatnya pertumbuhan penggunaan internet di Indonesia tidak diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam menilai dan mengecek kebenaran sumber informasi media melalui teknologi digital. Kemampuan ini dikenal sebagai literasi media digital.
Budaya Digital dan Pengaruhnya Terhadap Identitas Diri
Waktu Baca 2 Menit
Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?
Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Pemanfaatan Ruang Digital Juga Perlu Literasi, Budaya dan Etika
Waktu Baca 2 Menit

Kasus DPO Agusrin Ternyata Isu Lama yang Terangkat Ulang: Penyidikan Diduga Sudah SP3 Sejak Lama

Waktu Baca 4 Menit

LPS Tegaskan Pentingnya Penjaminan Polis untuk Stabilitas Industri Asuransi

Waktu Baca 3 Menit

Penetrasi Rendah, Industri Asuransi RI Dinilai Masih Punya Ruang Pertumbuhan Sangat Besar

Waktu Baca 4 Menit

Prabowo Disebut Sudah Kantongi Info Terkait Illegal Logging

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Humaniora

Jejak Soeharto The Godfather of Orde Baru, Dari Militer, Kudeta Hingga Dilengserkan

Waktu Baca 12 Menit
Heroes and the Meaning of Sacrifice
Humaniora

Bangkitlah Dengan Nurani, Setiap Zaman Butuh Pahlawan Baru

Waktu Baca 2 Menit
Humaniora

Rumuskan Solusi Stunting dan Anemia, Ilmuwan Mesir dan Turki Berkumpul di UNU Yogyakarta

Waktu Baca 6 Menit
Humaniora

Merayakan Inisiatif Perdamaian Global, UNU Jogja – Indika Foundation Gelar “2R: Ruang Riung

Waktu Baca 6 Menit
Humaniora

Mayoritas Penyandang Disabilitas Tak Kuliah dan Tak Bekerja

Waktu Baca 5 Menit
Humaniora

Trah Sultan HB II Desak Pembentukan Komite Pengembalian Aset Kraton Yogyakarta

Waktu Baca 3 Menit
Peta fungsi lahan daerah Tamambaloh (data dari Sangga Bumi Lestari)
Humaniora

Masyarakat Tamambaloh Menolak Sawit: Ancaman di Hulu Sungai Embaloh Makin Nyata

Waktu Baca 6 Menit
Humaniora

Borobudur Butuh Revitalisasi Nilai Spiritual

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?