Gampa Aceh, Jokowi Perintahkan Kepala Staf Kepresidenan ke Lokasi Kejadian

Gampa Aceh, Jokowi Perintahkan Kepala Staf Kepresidenan ke Lokasi Kejadian

"Saya sudah dapat laporan dan sudah perintahkan seluruh aparat untuk bergerak sesuai dengan otoritasnya, sudah saya perintahkan. Sebentar lagi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) akan meluncur ke Aceh,"

Gampa Aceh, Jokowi Perintahkan Kepala Staf Kepresidenan ke Lokasi Kejadian


Telegraf, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mendapatkan laporan mengenai bencana gempa bumi di Pidie Jaya, Aceh. Seluruh aparatur pemerintah telah diperintahkan bergerak menangani korban akibat gempa.

“Saya sudah dapat laporan dan sudah perintahkan seluruh aparat untuk bergerak sesuai dengan otoritasnya, sudah saya perintahkan. Sebentar lagi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) akan meluncur ke Aceh,” kata

Presiden mengaku sudah berbincang dengan Bupati Pidie Jaya, Aiyub Abbas. “Sudah tadi (berbincang). Sudah saya sampaikan (ke Bupati), sudah saya perintahkan kepada Kepala Staf Kepresidenan untuk langsung menuju Aceh,” ujarnya.

Presiden mengaku belum akan ke Pidie. “KSP dulu,” ucapnya.

Presiden akan terus mengikuti dan memantau perkembangan pascagempa. “Nanti akan kita ikuti terus,” katanya.

Sementara itu, Bupati Pidie Jaya, Aiyub Abbas belum dapat memastikan jumlah korban. “Informasi awal tadi seluruh Pidie terimbas gempa, ada yang rumah, masjid dan pertokoan. Sampai sekarang masih dievaluasi korban-korban yang tinggal tapi saya belum tahu pasti berapa,” kata Aiyub.

Keberadaan Aiyub di Istana Negara untuk menghadiri penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2017.

Menurutnya, saat ini bantuan alat berat sangat diperlukan untuk membongkar bangunan yang runtuh. “Nanti sebentar lagi juga diharapkan bantuan makanan, tempat pengungsian,” pungkasnya.

Kepala Dinas Sosial Aceh, Al Hudri yang juga di Istana Negara menyatakan, sejauh ini korban tewas sementara 7 orang. Hal itu sesuai laporan yang diterimanya melalui pesan singkat. “Korban yang luka belum tahu. Mohon dukungan dari pemerintah pusat atas musibah ini,” kata Hudri.

Seperti diberitakan, gempa bumi tektonik dengan kekuatan 6, SR melanda wilayah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Rabu (7/12) sekitar pukul 05.03 WIB. Akibat gempa tersebut, sejumlah rumah dikabarkan rusak, namun belum ada laporan resmi tentang korban luka atau tewas.

Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa terletak pada 5,25 lintang utara dan 96,24 bujur timur, tepatnya di darat pada jarak 106 km arah tenggara Kota Banda Aceh pada kedalaman 15 km. Gempa tidak memicu tsunami.

Hasil analisis peta tingkat guncangan dari BMKG menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan kuat terjadi di daerah Busugan, Meukobrawang, Pangwabaroh, Meukopuue, Tanjong, Meukorumpuet, Panteraja, Angkieng, dan Pohroh pada skala intensitas III SIG-BMKG (VI MMI). Seluruh wilayah ini diperkirakan berpotensi mengalami dampak gempa bumi berupa kerusakan ringan, seperti retak dinding dan atap rumah bergeser.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh, gempa sangat kuat dirasakan selama 15 detik di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Pidie. Masyarakat panik dan berhamburan ke luar rumah. Laporan sementara dari BPBD ada beberapa rumah dan bangunan roboh. (Red)

Foto credit : Ist. Photo


KBI Telegraf

close