FinEXPO Diharapkan Dapat Memenuhi Target Inklusi Keuangan 2019

“Dalam mendukung pencapaian target inklusi keuangan, kolaborasi aktif antara regulator dan PUJK sangat diperlukan. Hal ini penting untuk saling mendukung dalam meningkatkan literasi keuangan serta mendorong masyarakat untuk menggunakan produk dan layanan jasa keuangan"

FinEXPO Diharapkan Dapat Memenuhi Target Inklusi Keuangan 2019

Telegraf, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumkan hingga akhir September 2019, layanan konsumen OJK menerima 279.111 layanan yang terdiri dari 44.189 layanan penerimaan informasi (laporan), 230.533 layanan pemberian informasi (pertanyaan) dan 4.389 layanan pengaduan.

Dari jumlah pengaduan tersebut, tingkat penyelesaian layanan secara akurnulatif yang dilakukan OJK adalah sebesar 98,04%. Tingginya tingkat penyelesaian pengaduan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen untuk menggunakan produk dan jasa keuangan.

Untuk terus meningkatkan literasi keuangan dalam rangka mewujudkan target yaitu sebesar 75 persen pada tahun 2019, OJK bersama Bank Indonesia (BI), Kementerian Lembaga terkait dan pelaku usaha jasa keuangan mengelar Bulan Inklusi Keuangan (BIK).

Hal itu diungkapkan oleh Tirta Segara Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Kosumen OJk dalam konfrensi pers FinEXPO & Sundoenrun 2019 dalam rangka puncak acara Bulan Inklusi Keuangan (BIK) dengan tema Gapai Puncak Inklusi,Perlindungan Makin Pasti, di Jakarta, Selasa (15/10).

“Dalam mendukung pencapaian target inklusi keuangan, kolaborasi aktif antara regulator dan PUJK sangat diperlukan. Hal ini penting untuk saling mendukung dalam meningkatkan literasi keuangan serta mendorong masyarakat untuk menggunakan produk dan layanan jasa keuangan,” ungkap Tirta.

Tirta mengatakan Kegiatan Sinergi Aksi Bulan Inklusi Keuangan diharapkan akan semakin memperkuat komitmen dan dukungan dari seluruh stakeholders untuk meningkatkan inkhlsi keuangan dengan memantapkan kepercayaan konsumen terhadap produk dan layanan jasa keuangan membuka akses keuangan untuk sektor perbankan’, Pasar Modal, perasuransian, lembaga pembiayaan, pergadaian, Dana Pensiun dan Fintech.

Kegiatan BIK diharapkan dapat mendukung pencapaian target inklusi keuangan sebesar 75
persen di akhir 2019 sesuai implementasi yang dilakukan dalam mendukung Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres) Nom 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI). Selain itu, Pemeritah juga menetapkan target tingkat literasi keuangan sebesar 35% di tahun 2019 yang tercantum di dalam Perpres Strategi Nasional Perlindungan Konsumen No. 50 Tahun 2017.

Baca Juga :   Menkop dan UKM Teten Masduki Buka Muffest 2020

““Untuk target inklusi ini, kami optimis terlampaui, karena pada September target 75 persen sudah tercapai sedikit, tapi masih ada 3 bulan lagi, sehingga target tersebut pasti terlampaui,” tutur Tirta.

Oni Wijanarko Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia menjelaskan kalau kita berbicara mengenai finansial inklusion akan meningkatkan pertumbuhan karena domestik savingnya akan naik dan itu akan menjadi finansing pertumbuhan, cocok untuk stabilitas sistem keuangan karena distribusinya merata dan bagus untuk resiliensi atau pertahanan sistem stabilitas keuangan Indonesia.

“Kegiatan tersebut adalah bagian dari strategi nasional inklusi yang didalamnya tidak hanya OJK dan BI tetapi Kementrian terkait yang mendukung pencapaian literasi inklusi dan perlindungan konsumen,” paparnya. (Red)


Credit Photo : Kepala Depertemen Konunikasi BI, Onny Widjanarko (no2 dari ka), Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Tirta Segara, dan Wani Sabu. Ketua Panitia FINEXPO 2019, saat konfrensi pers di Jakarta, Selasa (15/10)/TELEGRAF


Tanggapi Artikel