FIFA Berencana Akan Hilangkan Adanya Peraturan Offside

FIFA Berencana Akan Hilangkan Adanya Peraturan Offside

“Saya amat penasaran dengan permainan sepak bola tanpa adanya offside. Saya rasa banyak orang akan menentangnya. Tapi saya mendukungnya,”

FIFA Berencana Akan Hilangkan Adanya Peraturan Offside


Telegraf, Swiss – FIFA tak hanya berhenti menetapkan terobosan baru soal penambahan peserta Piala Dunia dari 32 tim menjadi 48 mulai 2026. Federasi sepak bola internasional itu bahkan mengusulkan perubahan radikal soal peraturan permainan sepak bola.

Salah satu yang amat mencolok adalah usulan bakal dihilangkannya aturan mengenai offside di permainan sepak bola. Penggodokan rencana perubahan aturan itu disampaikan Direktur Teknik Pengembangan FIFA Marco van Basten.

Menurut Van Basten, menghilangkan aturan offside justru akan membuat pertandingan lebih atraktif dan peluang terjadinya gol pun bakal lebih besar.

“Saya amat penasaran dengan permainan sepak bola tanpa adanya offside. Saya rasa banyak orang akan menentangnya. Tapi saya mendukungnya,” tutur Van Basten kepada Bild.

“Sembilan pemain plus kiper akan membuat area penalti padat, seperti tembok. Amat sulit untuk menembusnya. Semua tim pun menerapkan strategi efektif yang sama: membentuk pertahanan yang stabil.”

Tanpa offside, ia melanjutkan, striker bisa berada di belakang pertahanan lawan dan akan membuatnya semakin sulit. 

“Jika mereka bergerak kembali di depan gawang, penyerang akan mendapatkan lebih banyak peluang untuk melepas tendangan jarak jauh. Ini akan membuat permainan lebih atraktif, penyerang memiliki banyak kesempatan, dan lebih banyak gol tercipta,” papar Van Basten.

“Itulah yang lebih diinginkan para penggemar. Di permainan hoki misalkan, offside telah ditiadakan dan tak ada masalah. Tim-tim juga akan bisa beradaptasi (soal penghilangan aturan offside) di sepak bola.”

Penghilangan aturan offside bukan hanya yang akan diusulkan Van Basten dalam revolusi aturan baru di FIFA. Ada beberapa aturan lainnya seperti penalti, penghapusan kartu kuning, dan aturan anti-membuang waktu di 10 menit terakhir.

Untuk penalti, Van Bastan mengemukakan usulan aturan baru. Eksekutor penalti tak lagi menendang bola di dalam kotak penalti, melainkan dari jarak 25 meter di depan gawang atau di luar kotak penalti.

Sang algojo juga hanya diberikan waktu selama delapan detik untuk melepaskan tendangan penalti  dan setiap tim hanya memiliki lima kali kesempatan. Kiper tetap berada di dalam kotak penalti untuk menepis eksekusi penalti.

“Ini akan spektakuler bagi penonton dan menarik untuk pemain. Dengan gagasan ini, ia (eksekutor) memiliki beberapa kemungkinan: bisa menggiring bola, menembak, menunggu dan kiper merespons, situasinya jadi seperti permainan bola jalan,” jelas Van Basten.

Berikutnya, tak akan ada lagi kartu kuning bagi pemain yang melakukan pelanggaran. Pemain yang melakukan pelanggaran akan langsung diusir ke luar lapangan selama beberapa waktu sebelum kembali lagi ke lapangan.

“Ini akan lebih menakutkan pemain. Bakal lebih sulit bermain dengan 10 pemain melawan 11 pemain, atau mungkin juga dengan delapan atau sembilan (dalam beberapa lama),” kata Van Basten.

FIFA juga akan mengusulkan aturan untuk mencegah tim yang sengaja membuang waktu pada 10 menit terakhir. Idenya adalah bola tak boleh dibiarkan diam selama lebih dari 10 detik memasuki 10 menit akhir laga sehingga tak ada tim yang sengaja membuang waktu.

Usulan mengenai perubahan peraturan permainan ini tentunya harus dibicarakan juga di Badan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) yang memiliki wewenang dalam merativikasi aturan-aturan permainan di sepak bola. (Red)

Photo credit : Getty Images


KBI Telegraf

close