Connect with us

FEATURED

Ini Dua Aturan Baru yang Diterbitkan OJK Terkait Peraturan Perusahaan Pembiayaan dan Perusahaan Efek

Published

on

Gedung OJK di Jakarta

Telegraf – Semakin kompleksnya kegiatan perusahaan pembiayaan serta penanganan berbagai masalah di perusahaan pembiayaan yang membutuhkan mitigasi risiko yang efektif dan efisien untuk memastikan pemenuhan aspek prudensial Otorita Jasa Keuangan (OJK) tertibkan dua POJK .

Yang pertama adalah POJK Nomor 7/POJK.05/2022 tentang Perubahan Atas Peraturan OJK Nomor 35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan dan yang kedua POJK Nomor 8/POJK.04/2022 tentang Pelaporan Perusahaan Efek yang Melakukan Kegiatan Usaha Sebagai Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek.

“POJK tersebut mengatur ketentuan investasi pembelian saham oleh perusahaan pembiayaan sebagai upaya pemenuhan aspek prudensial untuk menciptakan ekosistem industri perusahaan pembiayaan yang sehat,” Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik – Anto Prabowo., Jumat (17/6).

Ia juga mengungkapkan ketentuan baru ini menambahkan pengaturan terkait investasi pembelian saham oleh perusahaan pembiayaan. Perusahaan Pembiayaan dilarang memiliki saham dan atau surat berharga dengan underlying berbentuk saham atau yang dijamin dengan saham untuk tujuan: investasi jangka pendek; jual beli; manajemen arus kas; dan atau penyertaan modal selain dalam rangka pengembangan kegiatan usaha Perusahaan Pembiayaan.

Bagi perusahaan pembiayaan yang telah memiliki saham atau surat berharga dengan underlying berbentuk saham sebelum POJK Nomor 7/POJK.05/2022 berlaku, maka diwajibkan untuk mengalihkan kepemilikannya paling lambat satu tahun sejak POJK diundangkan.

Ketentuan baru ini menambahkan pengaturan terkait investasi pembelian saham oleh perusahaan pembiayaan. Perusahaan Pembiayaan dilarang memiliki saham dan atau surat berharga dengan underlying berbentuk saham atau yang dijamin dengan saham untuk tujuan: investasi jangka pendek; jual beli; manajemen arus kas; dan atau penyertaan modal selain dalam rangka pengembangan kegiatan usaha Perusahaan Pembiayaan.

Baca Juga :   Dorong Inklusi Keuangan OJK Luncurkan Aplikasi IBPR-S

Bagi perusahaan pembiayaan yang telah memiliki saham atau surat berharga dengan underlying berbentuk saham sebelum POJK Nomor 7/POJK.05/2022 berlaku, maka diwajibkan untuk mengalihkan kepemilikannya paling lambat satu tahun sejak POJK diundangkan.

Atti K.

Bagikan Artikel
Advertisement
Click to comment

FEATURED

Alami Luncurkan Program Pelatihan Keuangan Syariah Untuk Generasi Muda Indonesia

Published

on

By

Photo credit : Kiri-kanan atas bawah : Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sarjito, Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS) Sutan Emir Hidayat, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Internasional Indonesia Profesor Dian Masyita, CEO Rumah Quran Musawarah Dimas Seto, Islamic Finance Specialist UNDP Indonesia Greget Kalla Buana, dan CEO ALAMI Group Dima Djani /Doc/ALAMI

Telegraf – ALAMI luncurkan Fajr Academy, yaitu Program pelatihan magang untuk industri keuangan syariah di Indonesia.

“Kami mengajak para generasi muda untuk meningkatkan kepedulian, literasi, keterampilan dan wawasan di bidang Ekonomi dan Keuangan Islam, Inovasi dan Teknologi melalui serangkaian pelatihan dan peluang pemagangan. Kami berharap dari program Fajr Academy akan lahir talenta-talenta keuangan dan teknologi berbasis syariah yang unggul dengan kreativitas, komunikatif, dan mampu berpikir kritis untuk masa depan ekonomi syariah yang lebih maju,” ungkap CEO ALAMI Group, Dima Djani dalam peluncuran Fajr Academy, Selasa (20/9).

Hadir dalam peluncuran Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sarjito, Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS) Sutan Emir Hidayat, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Internasional Indonesia Profesor Dian Masyita, CEO Rumah Quran Musawarah Dimas Seto, Islamic Finance Specialist UNDP Indonesia Greget Kalla Buana, CEO ALAMI Group Dima Djani, dan Direktur ALAMI Institute Wachid Asad Muslimin.

Sarjito mengungkapkan ALAMI yang telah membantu pekerjaan OJK untuk memberikan literasi dan mendorong inklusi keuangan secara holistik dan lebih spesifik keuangan syariah. Indonesia merupakan negara mayoritas berpenduduk muslim terbesar di dunia, namun pertumbuhan keuangan syariah belum berjalan dengan cepat.

“Kami di OJK sangat berkepentingan bahwa setiap orang di Indonesia harus memahami literasi keuangan. Saya mendorong kegiatan seperti hari ini yaitu Peluncuran Fajr Academy yang pertama dan saya sungguh mengapresiasi, terutama kegiatan ini dapat mendukung Bulan Inklusi Keuangan yang dicanangkan oleh OJK dan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia,” ungkap Sarjito.

Dikesempatan yang sama Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat mengungkapkan pembangunan SDM unggul adalah salah satu faktor kunci untuk memenangkan persaingan global. Pandemi, perubahan teknologi, demografi, serta sosial-ekonomi mengubah cara kerja kita, sehingga sumber daya di industri keuangan syariah harus cepat beradaptasi.

“Kami sangat mengapresiasi semangat kolaborasi yang tercipta antara ALAMI Institute sebagai mitra magang perguruan tinggi sebagai wujud nyata penguatan ekosistem ekonomi syariah yang semakin kuat. Semoga sinergi yang dibangun dapat terus dilanjutkan, diperkuat, dan diperluas agar peningkatan kualitas pendidikan dan SDM keuangan syariah dapat tercapai,” kata Emir.

Baca Juga :   Dorong Inklusi Keuangan OJK Luncurkan Aplikasi IBPR-S

Dima menambahkan dalam program Fajr Academy, peserta akan dibekali softskill dan hardskill untuk mengembangkan diri dan mengalami sisi terbaiknya bersama ALAMI. Peserta mendapatkan akses belajar dan mentorship langsung dari ahlinya dan kesempatan magang di ALAMI Group dengan kultur perusahaan Barakah Culture.

Di ketahui ALAMI adalah ALAMI merupakan perusahaan teknologi keuangan peer-to-peer lending berbasis syariah yang didirikan sejak 2018 oleh Dima Djani, Harza Sandityo, dan Bembi Juniar. ALAMI telah berizin dari Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) sejak 27 Mei 2020. Saat ini, ALAMI adalah salah satu platform pembiayaan bagi UMKM berbasis syariah terbesar di dunia dengan pencairan pembiayaan lebih dari Rp3 triliun dengan tingkat Non-Performing Financing (“NPF”) di level 0% dan Tingkat Keberhasilan Bayar (TKB90) dana mencapai 100%. ALAMI telah memberikan pembiayaan kepada lebih dari 10.000 proyek-proyek UMKM pada sektor strategis di Indonesia. Keberadaan ekosistem ALAMI telah mencakup 482 kota di 34 Provinsi seluruh Indonesia, baik dari sisi penyandang dana (funders), penerima manfaat pembiayaan (beneficiaries), dengan jenis kegiatan komersial maupun sosial yang telah berjalan.

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Corporate

Kolaborasi City Foundation dan IBL Perkuat Daya Saing Geneasi Emas

Published

on


Indonesia salah satu negara yang mendapat bonus demografi, diproyeksikan pada 100 tahun Indonesia Merdeka prosentase usia muda produktif mencapai 70% dari populasi. Apa jadinya bila generasi muda kita tidak bisa bersaing baik di ranah regional atau global ? Kolaborasi City Foundation dan Indonesia Bussines Link ( IBL) menjawab tantangan tersebut melalui program “Skilled Youth” dengan slogan “siap kerja dan siap berwirasata” (ready to work ready to be an entrepreneur).

Kedua lembaga ini sudah menjalin kerjasama peningkatan kapasitas generasi muda selama 6 tahun, terutama untuk lulusan SMK yang menurut statistik paling banyak menganggur dibandingkan lulusan sederajat. Hasil dari kolaborasi ini menggembirakan, 2850 generasi muda yang mengikuti program ini mendapatkan pekerjaan dan sebagian lagi mampu membangun usaha mandiri.

Program ini secara konsisten telah membekali generasi muda dengan berbagai keterampilan soft skill dan hard skill untuk mendukung mereka menjadi SDM yang siap kerja serta menjadi wirausaha yang tangguh dan berdaya saing.Terhitung sejak tahun 2015. Program skilled youth berhasil meraih sebanyak 2850 generasi muda penerima manfaat”, ujar Batara Sianturi, CEO Citi Indonesia pada penutupan “Skilled Youth”, 31 Maret 2022 lalu.

Batara membanggakan output dari Skilled Youth ini, menurutnya berhasil melampaui target dari segi pencapaian para penerima manfaatnya, dimana lebih dari 980 generasi muda berhasil mendapatkan pekerjaan dan lebih dari 190 lainnya berhasil menciptakan ataupun mengembangkan bisnisnya. Capaian ini sesuai dengan harapan pihaknya, yakni menjangkau generasi muda terlatih lebih luas.

“Salah satu fokus utama kami adalah empowerment yang tentu tertuang dalam program skill ini. Program ini pun menjadi salah satu wujud nyata dari city dalam mendukung pemberdayaan para generasi muda. Hingga saat ini kami berhasil menjangkau lebih dari 63.000 generasi muda melalui program pelatihan keterampilan dan pendampingan”, tambah Batara.

Indonesia Bussines Link sebagai mitra Citi Foundation dalam program “Skilled Youth” mengapresiasi dukungan semua pihak sehingga program ini bisa berjalan selama 6 tahun.

Baca Juga :   Dorong Inklusi Keuangan OJK Luncurkan Aplikasi IBPR-S

“Tapi lepas dari itu perjalanan 6 tahun yang indah yang kita jalani bersama merupakan sesuatu yang sangat membanggakan bagi bangsa Indonesia, 6 tahun yang menurut pendapat saya memberikan kepada kita tidak saja kegembiraan, tidak saja kebanggaan, tidak saja harapan tapi juga banyak pembelajaran”, ujar Heru Prasetyo, Ketua Dewan Pembina IBL dalam acara talk show di penutupan program Skilled Youth tahun 2021.

Penutupan Skilled Youth diselenggarakan di Marquee, Gedung Cyber II di Jalan Rasuna Said, Jakarta dengan mengambil tema “Kemitraan Multipihak dalam Mempersiapkan Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045”. Acara dilaksanakan secara live  hybrid, sebagian peserta mengikuti acara secara online lewat zoom meeting, juga ada yang hadir lokasi acara.

Tokoh – tokoh yang ikut berpartisipasi dalam acara ini antara lain Menko PMK Muhajir Effendy,  Batara Sianturi (CEO Citi Indonesia), Heru Prasetyo (Ketua Dewan Pembina IBL), Yayan Cahyana (Acting Executive Director IBL), Dr. Ir. Hamka Hendra (Staf Ahli Kemenpora), Teguh Sri Pambudi (Managing Director Majalah SWA), Abdul Rosyid (Tokoh Pemuda), serta Andromeda Mercury (Presenter TV) sebagai pembawa acara Talk Show ini.

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

FEATURED

Pengusaha Pariwisata Bentuk IINTLA Berdasarkan Dampak Covid

Published

on


Telegraf – Pandemi Covid-19 menjadi tamparan yang kuat di Indonesia terutama pelaku pariwisata salah satunya adalah pemandu wisata. Sejak Maret 2020, semua bandara domestik dan internasional ditutup sehingga tidak ada wisatawan yang dapat berlibur ke Indonesia.

Pulau Bali yang menjadi pusat wisata Indonesia seakan menjadi kota mati seketika. Nasib para pelaku pariwisata tidak dapat diprediksi, bantuan sosial untuk para pelaku pariwisata terutama pemadu wisata pemerintah juga tidak tersalurkan dengan baik. “Belajar dari berbagai kegagalan dan kesalahan, tercetuslah organisasi ini, Indonesian Inbound Tour Leaders Association (IINTLA),” ketua IINTLA Vahed Kenarang mengatakan kepada Redaksi.

Asosiasi ini diharapkan menjadi angin segar untuk profesi pemandu wisata. Langkah IINTLA adalah menjadi one stop service bagi wisatawan internasional maupun stokeholder yang meyediakan jasa wisata Indonesia dengan layanan pemandu berbahasa asing yang handal dan profesional.

Selain itu, IINTLA juga penyedia sertifikasi profesi tour leader inbound dengan sistem LSP dengan Asesor bersertifikasi BNSP. “Dulu kan ada lisensi (untuk berprofesi sebagai tour leader) namun sejak Mei 2021, lisensi dihapuskan serta diganti dengan sistem sertifikasi,” kata Vahed.

Sistem LSP yang akan diusung IINTLA berbeda dengan LSP sejenis. Asesor yang melakukan assessment adalah Asesor yang sudah berpengalaman professional dengan jam terbang lebih dari 10 tahun dalam dunia pemandu wisata berbahasa asing. “Kami berinisiatif membangun tour overlanders yang dididik menjadi Asesor. Kami menjadikan IINTLA ini sebagai Asosiasi Penyempurna dari Asosiasi sebelumnya dengan badan usaha di samping perkumpulan. Badan usahanya sudah terbentuk dan kelengkapan legalitas sudah siap”. IINTLA nantinya akan membuat  memorandum of understanding (MOU) kepada Stakeholder dengan berbagai kesepakatan seperti professional fee yang menjadi hak sebagai TL (tour leader),” kata Vahed.

Baca Juga :   Dorong Inklusi Keuangan OJK Luncurkan Aplikasi IBPR-S

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Ekonomika

Terus Kendalikan Varian Virus Omicron Pemerintah Perpanjang PPKM

Published

on

By

Photo Credit: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas. FILE/BPMI/Rahmat

Telegraf – Perkembangan penyebaran kasus varian Omicron di Indonesia, per 15 Januari 2021 terjadi tren kenaikan kasus dan mulai naiknya kasus karena transmisi lokal. Kasus varian Omicron masih didominasi oleh PPLN (78,75%) dan paling banyak adalah pelancong yang baru kembali dari Turki.

di kutip dari rilis kementrian perekonomian, kasus Aktif per 15 Januari 2022 sebesar 8.463 kasus atau naik 92,38% dari kasus per 1 Januari 2022 yakni 4.399 kasus. Proporsi Kasus Aktif dari Luar Jawa-Bali sebesar 23,0% (1.944 kasus dari 8.458 kasus nasional). Sedangkan, Kasus Konfirmasi Harian per 15 Januari 2022 adalah 1.054 kasus dan rata-rata 7 hari (7DMA) sebesar 733 kasus.

“Angka reproduksi kasus efektif (Rt) beberapa Pulau mengalami kenaikan, kecuali di Pulau Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Papua. Namun, Rt nasional masih ada di level 1 atau terkendali,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam Keterangan Pers usai Ratas Evaluasi PPKM, secara virtual, Minggu (16/01).

Airlangga mengungkapkan saat ini hal yang perlu di waspadai adalah jumlah kematian (case fatality rate/CFR) yang dalam dua minggu terakhir meningkat sebesar 29,03% (dari total 31 kasus menjadi total 40 kasus dalam 7 hari terakhir).

Belajar dari Afrika Selatan dan Inggris, waktu menuju puncak gelombang varian omicron adalah 37 dan 42 hari. Meskipun angka kasus tinggi, angka kematian akibat varian Omicron cukup rendah. “Puncak kasus Omicron diperkirakan mulai terjadi pada akhir Januari atau awal Februari 2022. Lebih kurang 40 hari sejak kasus mulai naik. Maka itu, arahan Bapak Presiden meminta kita sebaiknya tidak melakukan perjalanan ke luar negeri, kalau tidak ada hal yang urgent,” ujar Menko Airlangga.

Baca Juga :   Dorong Inklusi Keuangan OJK Luncurkan Aplikasi IBPR-S

Setelah dilakukan evaluasi berdasarkan Level Asesmen Situasi Pandemi (Kriteria Tingkat Penularan dan Kapasitas Respon), juga dengan mempertimbangkan capaian vaksinasi di Kabupaten/Kota (dengan catatan: Kabupaten/Kota dengan Vaksinasi Dosis-1 di bawah 50% dinaikkan 1 Level PPKM), PPKM di wilayah Luar Jawa-Bali diperpanjang selama 14 hari yaitu 18 – 31 Januari 2022, dengan komposisi:

Jumlah Kabupaten/Kota dengan PPKM Level 1 meningkat dari 227 menjadi 238 Kabupaten/Kota.
Jumlah Kabupaten/Kota dengan PPKM Level 2 menurun dari 148 menjadi 138 Kabupaten/Kota.
Jumlah Kabupaten/Kota dengan PPKM Level 3 menurun dari 11 menjadi 10 Kabupaten/Kota.
Jumlah Kabupaten/Kota dengan PPKM Level 4 tetap 0 Kabupaten/Kota.
Perubahan komposisi Level PPKM Kabupaten/Kota di luar Jawa Bali terus konsisten mengalami perbaikan, dengan terus semakin naiknya jumlah Kabupaten/Kota di Level 1 dan semakin turunnya Kabupaten/Kota di PPKM Level 2 dan 3.

Photo credit : Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto/FILE/BPMI/Rahmat

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

FEATURED

Potensi Lombok Sebagai Destinasi Investasi Properti Komersial

Meliá Hotels International sudah begitu optimistis terhadap pasar resor Tanah Air dengan melahirkan Gran Meliá Lombok yang rencananya dibuka pada tahun 2024

Bagikan Artikel

Published

on

Gran Meliá Lombok


Telegraf – Tonggak sektor properti komersial kini bergantung pada regulasi di industri pariwisata. Terutama di situasi pasca-pandemi, kebijakan pemerintah yang substansial sangat dinantikan banyak pihak terutama perusahaan properti komersial yang bergerak di bisnis akomodasi hotel dan resor.

Merujuk data yang dirilis Bank Indonesia dalam Perkembangan Properti Komersial Triwulan III-2021, pertumbuhan permintaan properti komersial kini mulai menunjukkan perbaikan meskipun masih tumbuh terbatas. Indeks Permintaan Properti Komersial secara tahunan tumbuh positif sebesar 0,13% (yoy) dan lebih tinggi dibandingkan 0,06% (yoy) pertumbuhan pada triwulan II-2021.

Berdasarkan informasi di lapangan, occupancy rate hotel rata-rata adalah 15%-20% pada periode Juli-Agustus 2021. Namun sejak regulasi terhadap izin masuknya orang asing ke Indonesia diperluas pada pertengahan September, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada September 2021 mencapai rata-rata 36,64 persen atau naik 4,52 poin dibandingkan TPK September 2020 yang sebesar 32,12 persen. Demikian mengutip Kementerian Parekraf RI.

Gran Meliá Lombok

Gran Meliá Lombok

Perkembangan bisnis properti komersial yakni hotel dan resor di Indonesia memang masih di fase pemulihan. Kendati demikian, brand hotel mewah ternama asal Spanyol yakni Meliá Hotels International sudah begitu optimistis terhadap pasar resor Tanah Air dengan melahirkan Gran Meliá Lombok yang rencananya dibuka pada tahun 2024.

Mengusung sentuhan kemewahan Spanyol ke Indonesia, Gran Meliá Lombok terletak di Teluk Torok, Lombok. Lokasinya berada di selatan pulau, dikelilingi oleh perbukitan hijau dan pantai dengan air sebening kristal, menjadikannya tujuan sempurna untuk menasingkan diri dan menikmati hidup yang lebih tenang.

Lombok yang beberapa tahun belakangan jadi alternatif destinasi wisata favorit turis domestik maupun mancanegara, semakin tenar namanya usai World Superbike (WSBK) 2021 diselenggarakan di Sirkuit Mandalika. Potensi Lombok sebagai tujuan investasi seyogyanya didukung penuh oleh kemudahan dari sisi perizinan pemerintah setempat.

Selain itu, potensi utama Lombok terletak pada pesonanya yang dibekali keindahan lingkungan alam yang masih terjaga keasliannya. Sawahnya yang luas, lanskap yang terjal, dan gunung berapi Rinjani yang terkenal merupakan bagian dari atraksi alam pulau, yang dikelilingi oleh pantai tak berujung dan perairan pirus yang ideal untuk peselancar.

Gran Meliá Lombok

Itu sebabnya, resor Gran Meliá Lombok yang memiliki 22 vila tepi pantai mewah dan 105 vila lainnya di lereng gunung akan menambah semarak industri pariwisata Lombok termasuk sektor properti komersial Tanah Air.

“Komitmen kami untuk Indonesia, di mana kami membuka hotel internasional pertama kami lebih dari 35 tahun yang lalu, lebih kuat dari sebelumnya dan kami sangat senang menandatangani perjanjian baru ini. Gran Meliá Lombok akan menjadi resor tujuan tersendiri di Lombok dan selanjutnya akan meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat,” ujar Gabriel Escarrer, Wakil Ketua dan CEO Meliá Hotels International.

Gran Meliá Lombok dimiliki oleh Invest Islands -sebuah perusahaan pengembang real estat dan properti berlisensi penuh yang berbasis di Lombok- dan akan menjadi hotel ke-12 Meliá Hotels International di Indonesia. Delapan di antaranya saat ini beroperasi dan empat lainnya termasuk Gran Meliá Lombok  tengah menunggu pembukaan.

Jack Brown selaku pendiri Invest Islands mengatakan, “Gran Meliá Lombok adalah tonggak sejarah besar bagi Invest Islands. Kami sangat bangga dapat bekerja sama dengan pemimpin dunia dalam pengoperasian hotel dan salah satu kesamaan utama yang kami miliki dengan brand Meliá adalah fokus pada pengembangan rendah karbon. Gran Melia Lombok memiliki kepadatan bangunan yang sangat rendah dan banyak ruang terbuka hijau alami.”

Meskipun Invest Islands adalah perusahaan pengembangan properti, namun Jack menyebut pihaknya punya komitmen yang sama dengan Meliá Hotels International terkait sustainability. Diantaranya dalam hal eksplorasi solusi ekologis, baik itu melalui penggunaan bahan asli dan pengrajin lokal atau melalui pertanian organik serta pusat daur ulang plastik.

“Semoga ini adalah awal dari hubungan baik yang dapat berlanjut selama bertahun-tahun yang akan datang dan kami berharap dapat membawa kemewahan Spanyol ke Lombok, dengan tetap menghormati lingkungan alam,” tutup Jack.


Photo Credit : Properti Komersial Gran Meliá Lombok/doc.Ist


 

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Lainnya Dari Telegraf

close