Fasilitasi Nasib Tukang Bangunan, Aplikasi Tukangharian.id Diluncurkan

“Dan jelas bahwa negara kita ini sedang darurat radikalisme. Tidak puas di Pilkada DKI, mereka gempur lagi melalui Pilpres. Tak berhasil juga mereka tidak berhenti sampai di situ. Lihat, betapa banyak isu-isu yang mereka tunggangi untuk memecah-belah NKRI, kasus di Papua misalnya yang masih hangat dalam ingatan kita,"

Fasilitasi Nasib Tukang Bangunan, Aplikasi Tukangharian.id Diluncurkan

“Jumlah tukang bangunan di Indonesia sekitat 17 juta. Kalau dikali tiga karena ada istri dan anak, maka menjadi 54 juta. Ini jumlahnya luar biasa signifikan. Itu baru dengan asumsi satu anak dan satu istri. Kalau dia punya anak 2 atau lebih maka jumlahnya semakin besar.”

“Bayangkan jika mereka terpapar radikalisme, tentunya akan menjadi ancaman serius yang menimbulkan perpecahan di kalangan anak bangsa,” ujar Haidar Alwi dalam acara Kongres 1 Tukang Bangunan Seluruh Indonesia di Jakarta, Sabtu (21/12/19).

Bukan tanpa alasan, di tengah situasi dan kondisi seperti sekarang ini, yang mana gempuran kelompok radikal semakin kuat, masyarakat dengan tingkat kesejahteraan yang rendah akan menjadi incaran utama untuk disusupi paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila.

“Dan jelas bahwa negara kita ini sedang darurat radikalisme. Tidak puas di Pilkada DKI, mereka gempur lagi melalui Pilpres. Tak berhasil juga mereka tidak berhenti sampai di situ. Lihat, betapa banyak isu-isu yang mereka tunggangi untuk memecah-belah NKRI, kasus di Papua misalnya yang masih hangat dalam ingatan kita,” tutur Haidar Alwi.

Oleh karena itu, Haidar Alwi melalui PERKASA bertekad untuk memperjuangkan nasib para tukang bangunan. Selain meningkatkan kesejahteraannya, organisasi ini diharapkan dapat menjadi benteng pertahanan tukang bangunan dari gempuran radikalisme.

Apalagi di era pemerintahan Presiden Joko Widodo ini, banyak infrastruktur dibangun dan membutuhkan tenaga para tukang bangunan. Namun demikian, Haidar pun ingin agar PERKASA bisa membangun kemandirian para tukang bangunan dengan cara memperkuat skill dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Maka kita buat terobosan dengan membuat aplikasi jasa bagi para tukang bangunan  Kalau masyarakat butuh tenaga tukang, misalnya karena listriknya mati, atap rumahnya bocor, selang airnya mampet dan sebagainya, maka bisa mendapat solusi melalui aplikasi yang kita buat. Cukup klik, tukang akan datang,” ucap Haidar Alwi.

Dalam implementasinya, Haidar mengatakan PERKASA bekerjasama Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR akan memberikan sertifikasi kepada para tukang, agar mereka memenuhi standar kualitas pertukangan sehingga memiliki skill mumpuni yang diakui secara nasional.

“Dengan sertifikasi ini, artinya kita juga menjaga konsumen, karena tukang yang ada dalam aplikasi PERKASA sudah pasti memenuhi standar. Karena bagi teman-teman yang belum lulus sertifikasi akan kita latih sampai dia lolos dan memenuhi standar untuk sertifikasi,” papar Haidar Alwi.

Dengan demikian tokoh nasional anti radikalisme dan intoleransi itu meyakini kesejahteraan tukang bangunan akan meningkat. Selain itu, tentunya akan mendukung komitmen besar pemerintahan Jokowi dalam pembangunan infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Pak Jokowi itu jenderalnya pembangunan infrastruktur. Letjennya Menteri PUPR Pak Basuki Hadi Muljono yang sangat konsisten dalam pembangunan infrastruktur. Bahkan beliau datang pada kongres I PERKASA ini. Terimakasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada beliau yang telah menyempatkan hadir,” pungkasnya.

Ke Pages Berikutnya

A. Chandra S.

Pages: 1 2 3 4