Equitas Jamkrindo Syariah Naik 149,58 Persen di tahun 2021

Tanggal:


Telegraf – PT Penjaminan Jamkrindo Syariah (JamSyar) umumkan bahwa total ekuitas JamSyar pada tahun 2021 mengalami kenaikan menjadi Rp. 977 miliar atau setara 149,58 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2020 yang tearcatat sebesar Rp. 653,19 miliar.

Kenaikan tersebut di topang oleh bisnis penjaminan yang mengalami kenaikan  istimewa, dengan total volume penjaminan selama tahun 2021 menjadi Rp. 55,08 triliun atau sebesar 170 persen dibandingkan dengan tahun 2020 sebesar Rp 32,40 triliun. Hal itu di ungkapkan oleh Direktur Jamkrido Syariah Gatot Suprabowo, dalam konfrensi pers di kantornya, Jakarta, (25/4).

Gatot menjelaskan IJK on Kafalah pada tahun 2021 meningkat menjadi Rp. 959,28 miliar atau sebesar 191,74 persen dibandingkan dengan tahun 2020 sebesar Rp. 500,29 miliar. Dari jumlah terjamin selama tahun 2021, JamSyar telah menjamin 1.493.633 terjamin atau 205,70 persen dari tahun 2020 sebanyak 726.131 terjamin.

“Dengan ekspansi yang luar biasa tersebut, perusahaan tetap menjaga kondisi keuangan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari rasio likuiditas Jamsyar di tahun tersebut adalah sebesar 192,37%,” tuturnya.

Lanjut Gatot Rasio likuiditas tersebut, sesuai dengan POJK mengenai Tingkat Kesehatan Keuangan Lembaga Penjamin termasuk dalam kategori 1 atau Sangat Sehat. Parameter Kesehatan Keuangan lainnya adalah Gearing Ratio.

Sementara itu Gearing Ratio Total Jamsyar pada akhir tahun tersebut adalah sebesar 27,43 kali atau berada dalam kategori Sangat Sehat. Adapun maksimal Gearing Ratio Total adalah sebesar 40 kali. Dengan demikian, JamSyar masih mempunyai kelonggaran untuk melakukan ekspansi bisnis Penjaminan pada tahun-tahun mendatang.

Baca Juga :   Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Jokowi: Stop Beli Produk Impor

Untuk klaim Gatot menerangkan beban klaim tercatat masih terkendali, hal ini dibuktikan dengan rasio klaim selama tahun 2021 sebesar 18,55 persen, dan untuk cadangan klaim tahun 2021 JamSyar mencadangkan Rp303,76 miliar atau naik sebesar 199,91 persen dari tahun 2020 senilai Rp151,95 miliar

“Peningkatan cadangan klaim ini merupakan strategi perusahan untuk menjaga sustainability perusahaan dengan pencadangan yang kuat,”ujar Gatot.

Atas kinerja istimewa tersebut, JamSyar berhasil membukukan laba sebelum pajak (EBT) sebesar Rp. 206,74 miliar, naik 417,979 persen dari EBT tahun 2020 sebesar Rp. 49,47 miliar.

Gatot yakin bahwa pencapaian ini tak lepas dari Teknologi Informasi (TI) yang unggul serta penguatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang mendukung ekspansi usaha maupun peningkatan pertumbuhan bisnis yang profitable dan sustainable.

Photo Kredit : Direktur Keuangan SDM & Umum Jamsyar Endang Sri Winarni, Direktur Utama Jamsyar Gatot  Suprabowo, dan Direktur Operational Jamsyar Achmad Sonhadji ( ka-ki) usai paparan kinerja  Keuangan tahun 2021 dikantornya, Jakarta, Senin (25/4)/Doc/telegraf
Atti K.

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya
Telegraf

Kemampuan Digital Harus Beradaptasi Dengan Pemanfaatannya

Telegraf - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Dewan...

Jokowi dan Ganjar Pranowo Takziah ke Kediaman Buya Syafii

Telegraf - Kabar duka menyelimuti tanah air. Cendekiawan muslim...

Sosok Panutan Itu Telah Pergi, Buya Syafii Wafat Hari Ini

Telegraf - Umat Islam bahkan bangsa Indonesia kehilangan sosok...

PLN Buka Program Tambah Daya, Bisa Lewat Aplikasi

Telegraf - PT PLN (Persero) mengajak masyarakat memanfaatkan program...