Connect with us

Entertainment

Ello Akan Diperiksa Terkait Dengan DNA Pro

Published

on

Marcello Tahitoe. IST

Telegraf – Jadwal pemeriksaan dari musisi Marcello Tahitoe alias Ello di Bareskrim Polri terkait kasus robot trading DNA Pro ditunda. Pelantun Pergi Untuk Kembali itu semestinya menghadiri pemeriksaan pukul 13.00 WIB siang tadi.

Hal itu disampaikan oleh Charles Panjaitan selaku kuasa hukum Ello kepada media.

“Klien Kami (Ello) diagendakan akan melakukan pemeriksaan terkait perkara DNA Pro sebagai saksi pada hari ini, tanggal 28 April 2022 Pukul 13.00 WIB,” kata Charles Panjaitan.

Ello bersama Charles Panjaitan sejatinya tengah menuju Bareskrim Polri guna memenuhi panggilan pemeriksaan. Namun, penyidik menginformasikan bahwa agenda pemeriksaan ditunda sampai waktu yang akan ditentukan di kemudian hari.

“Ketika diperjalanan menuju Bareskrim POLRI, kami mendapatkan informasi dari penyidik bahwa agenda pemeriksaan terhadap klien kami ditunda sampai waktu yang akan diinfokan kemudian dengan alasan satu dan lain hal dari pihak penyidik,” ujar Charles Panjaitan.

Sebelumnya, Petra selaku manajer mengatakan Ello diperiksa karena keterlibatannya sebagai pengisi acara DNA Pro pada 16 Desember 2021 lalu. Ia membantah pemberitaan yang beredar sebelumnya yang menyebutkan Ello merupakan brand ambassador DNA Pro.

“Iya pengisi acaralah tanggal 16 Desember waktu itu,” ungkap Petra.

Dalam acara tersebut, Petra juga menyebutkan sejumlah artis-artis yang turut menjadi pengisi acara DNA Pro yang digelar di Bali.

“Sama semua, Gigi dan Rossa,” pungkasnya.

Sekadar informasi, sederet artis-artis besar juga telah menjalani pemeriksaan. Di antaranya adalah Ivan Gunawan, Rizky Billar, Lesti Kejora, Nowella, Rossa, personel Project Pop Hermann Josis Mokalu atau Yosi, hingga DJ Una.

Didik Fitrianto

Bagikan Artikel
Advertisement
Click to comment

Entertainment

Nikita Mirzani Akan Laporkan Polisi Yang Gerebek Dirinya

Published

on

Nikita Mirzani menjelaskan penjemputan paksa oleh pihak kepolisian Polresta Serang terkait kasus pelanggaran UU ITE dan pencemaran nama baik. Liputan6/Herman Zakaria
Nikita Mirzani menjelaskan penjemputan paksa oleh pihak kepolisian Polresta Serang terkait kasus pelanggaran UU ITE dan pencemaran nama baik. Liputan6/Herman Zakaria

Telegraf – Usai didatangi dan dikepung oleh pihak kepolisin, Nikita Mirzani mengancam akan melaporkan personel polisi dari Polres Serang, Polda Banten yang telah mengepung rumahnya. Seperti diketahui rumah Nikita dikepung sejumlah penyidik dari Polres Serang, Polda Banten pada Rabu (15/06/2022) sekitar pukul 03.00 pagi.

Nikita akan dijemput paksa karena kasus dugaan pencemaran nama baik dan penghinaan yang dilaporkan oleh Dito Mahendra ke Polres Serang pada 16 Mei 2022 lalu. Hal tersebut lantaran Nikita Mirzani yang masih berstatus saksi telah 13 kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan polisi sehingga dianggap tidak kooperatif dengan pihak kepolisian.

Menanggapi hal itu, Nikita melalui akun media sosial Instagramnya @nikitamirzanimawardi_172 mengatakan akan melaporkan balik penyidik yang mengepung rumahnya tersebut lantaran dianggap arogan dan telah membuat kegaduhan di kediamannya.

“Tunggu saya bikin laporkan balik buat kalian yang masuk ke rumah saya secara arogan dan bikin pengrusakan,” tulisnya.

Nikita juga dalam kesempatan itu juga mempertanyakan pelaporan yang dilakukan oleh Dito Mahendra ke pihak Polres Serang, Polda Banten, padahal dirinya tinggal di Jakarta.

“Kalau kita berdasarkan main otak yah, Dito ini kan domisilinya di Jakarta, Tapi kok dia bikin laporan di Serang, Banten itu kan sudah enggak masuk akal. Enggak tahu yang diduga mungkin ada kedekatan antara Kapolda sama Dito Mahendra-nya, Kapolda Banten, ya kan enggaktahu, tetapi caranya kayak gini, pikiran kotor saya ke sana gitu,” imbuhnya.

Nikita juga heran dengan pelanggaran UU ITE yang dilaporkan Dito terhadap dirinya. Terlebih dirinya mengaku tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan oleh Dito tersebut, sehingga polisi berupaya menjemput paksa dirinya.

“Enggak tahu kasusnya apa. Katanya pelanggaran ITE terus pencemaran nama baik secara elektronik lalu membuat penghinaan apa segala macam. Karena aku enggak tahu yang mana yang dijadikan pencemaran nama baik menurut Dito. Karena setahu aku, kalau terkait kasus ITE ada dari Bapak Kapolri Sigit itu harus ada mediasi ya, masa ini jam 3 datang 12 orang loh polisi dan mereka bilang saya sudah dapat surat penangkapan secara paksa dan ada videonya kok,” terangnya.

Sementara itu, Nikita juga mengaku kaget dan merasa tidak kenal dengan Dito Mahendra yang melaporkannya itu. Menurutnya kasus yang dilaporkan juga masih belum jelas, bagian mana yang dianggap mencemarkan nama baik dan fitnah yang dituduhkan kepada dirinya.

“Aku enggak tahu Dito Mahendra siapa? Aku aja enggak pernah ketemu batang hidungnya. Tetapi hebat loh Dito Mahendra laporan belum ada satu bulan sudah dikeluarkan surat penangkapan. Kok jauh amat sampai ke Serang-serang segala, apakah Dito ini punya kedekatan sama Kapolres Serang? Kita juga enggak tahu,” ungkapnya.

Didik Fitrianto

Bagikan Artikel
Continue Reading

Entertainment

Wenny Ariani Bantah Pernyataan Rezky Aditya Soal Tes DNA

Published

on


Telegraf – Wenny Ariani langsung menanggapi pernyataan Rezky Aditya yang menyebut dirinya tidak bersedia melakukan tes DNA.

Diketahui, pada Jumat (27/05/2022), Rezky Aditya didampingi istrinya Citra Kirana dan kuasa hukumnya Ana Sofia Yuking membuat klarifikasi resmi di hadapan awak media terkait perjalanan kasusnya dengan Wenny Ariani khususnya menyangkut rencana melakukan tes DNA.

Mereka mengaku sudah meminta kepada Wenny Ariani selaku penggugat dilakukan tes DNA terhadap Naira Kaemita Sasmita alias Kekey setelah adanya putusan Pengadilan Negeri Tangerang.

Wenny Ariani mengakui menolak penawaran tes DNA dari pihak Rezky Aditya. Alasan penolakannya karena permintaan tersebut mau dilakukan secara diam-diam tanpa sepengetahuan pengacaranya. Menurut Wenny, Naira Kaemita Sasmita alias Kekey rencananya akan dibawa pengacara Rezky Aditya, Ana Sofia untuk dilakukan tes DNA. Dan ketika hasilnya telah keluar akan diberi tahukan kepada Wenny.

“Jangan pernah bilang saya tidak menginginkan tes DNA karena memang itu yang saya pengin dari awal. Kenapa Rezky baru muncul sekarang? Rezky baru muncul setelah saya menang. Saya paham mungkin Rezky, pasangan, dan kuasa hukumnya memperhatikan image dan citranya. Nggak ada masalah, silakan,” kata Wenny kepada wartawan, Sabtu (28/05/2022).

Wenny menegaskan ingin tes DNA dilakukan tanpa dirahasiakan supaya hasilnya diketahui publik. Dia pun ngotot mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi Banten setelah semua gugatannya ditolak oleh PN Tangerang demi adanya kepastian hukum. Dengan tegas ia mengatakan siap melakukan tes DNA.

“Saya mau tes DNA dipayungi dan punya kekuatan hukum tetap, tapi ibu pengacara minta dilakukan secara diam-diam. Saya tidak mau,” jelasnya.

Wenny Ariani mengungkapkan, apa yang dikatakan pengacara Rezky Aditya memang benar terkait dirinya menolak dilakukan tes DNA. Akan tetapi informasi yang disampaikan dinilai tidak lengkap.

“Ingat ibu, ada saksi saat kita bertemu. Jadi bicara lah klarifikasi yang sebenar-benarnya ibu ucapkan. Bahwa ibu minta tes DNA dilakukan secara rahasia tidak ada media, tidak ada lawyer dan ibu meminta tes DNA dilakukan secara sepihak. Ibu membawa Kekey ketemu Rezky, nanti mbak Wenny saya kabari hasilnya. Tidak bisa begitu, dong,” katanya.

Sebelumnya, Ana Sofia selaku kuasa hukum Rezky Aditya mengatakan bahwa kliennya sudah mengajukan dilakukan tes DNA setelah berhasil memenangkan kasus pengakuan anak di PN Tangerang. Tapi pihak Wenny menolak.

“Terkesan klien kami tidak mau melakukan tes DNA, itu tidak benar. Justru kita sudah menawarkan tes DNA namun tidak terlaksana sampai hari ini,” kata Ana Sofia Yuking, mengutip jawaposcom.

Kasus ini berawal sejak pihak Wenny Ariani membuat pernyataan mengejutkan telah memiliki anak dari hasil hubungan dengan Rezky Aditya. Kasus ini kemudian dimasukkan gugatannya ke Pengadilan Negeri Tangerang. Majelis hakim tingkat pertama menolak seluruh gugatan Wenny terkait pengakuan anak. Putusan dijatuhkan pada 3 Februari 2022 lalu.

Tidak puas dengan hasil putusan majelis hakim PN Tangerang, Wenny Ariani bersama kuasa hukumnya lantas mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Banten. Setelah kasusnya diteliti, akhirnya majelis hakim mengabulkan gugatan Wenny dengan mengacu pada putusan Mahkamah Konstitusi No 46/PUU-VIII/2010. Bahwa anak yang lahir dari hasil hubungan di luar pernikahan tetap memiliki hubungan nasab dengan ayahnya. Putusan tersebut keluar pada 20 Mei 2022.

Didik Fitrianto

Bagikan Artikel
Continue Reading

Entertainment

Jadi Juri Puteri Indonesia 2022, Anya Geraldine Tuai Respon Negatif

Published

on


Telegraf – Selebgram Anya Geraldine menuai sorotan setelah tampil sebagai juri ajang Puteri Indonesia 2022 yang tayang pada Jumat (27/05/2022). Anya Geraldine duduk di kursi dewan juri bersama dengan Puan Maharani, Budi Gunadi Sadikin, Triawan Munaf dan Kusuma Dewi.

Lalu ada juga Frederika Alexis Cull, Miss Internasional 2019, Kusuma Anjani dan Mega Angkasa.

Sayangnya keterlibatan Anya Geraldine sebagai juri menuai komentar negatif netizen. Mereka merasa pemain Layangan Putus ini belum cocok menjadi juri.

Hal itu terlihat dalam unggahan akun resmi Puteri Indonesia di Instagram saat menampilkan deretan dewan juri tadi malam.

“What Anya Geraldine? Ngapain,” kata @sc_cnisa di kolom komentar.

“Anjir kok Anya sih,” timpal @njwaanandaa.

“Hahaha lawak jurinya Anya. Tak layak tak berkelas,” imbuh @kamariahamid_987.

“Jurinya kocak, juri nggak berkompeten di bidangnya semua, kecuali Fred sama mis Internasional,” tambah @wooyyy.dinn.

Seperti diketahui, pemenang Puteri Indonesia 2022 kali ini adalah Laksmi Deneefe. Dia merupakan perwakilan dari Bali.

Didik Fitrianto

Bagikan Artikel
Continue Reading

Entertainment

Billy Syahputra Bantah Terlibat Terlibat Kasus DNA Pro

Published

on

Billy Syahputra selesai menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus investasi bodong robot trading DNA Pro Akademi. MI

Telegraf – Billy Syahputra memenuhi panggilan Dittipideksus Bareskrim Polri guna menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus robot trading DNA Pro.

Billy datang dengan mengenakan jaket berwarna hitam dengan dalaman berwarna putih dan juga celana putih pada pukul 13.20 WIB, Kamis (28/04/2022).

Sebelum memasuki Bareskrim, kuasa hukum Billy, Fahmi Bachmid menjelaskan pemeriksaan perihal apa yang akan dijalani oleh kliennya.

Fahmi juga menegaskan Billy tidak terlibat mengenai bisnis DNA pro, kliennya hanya bertransaksi jual-beli mobil saja.

“Sesuai dengan panggilan menjadi saksi atas kasus DNA Pro. Jadi Billy akan menjelaskan semua sebenarnya Billy tak ada berkaitan dengan persoalan bisnis itu. Billy cuma menjual sebuah mobil,” kata Fahmi Bachmid saat ditemui di Mabes Polri, Kamis (28/4/2022).

“Yang lain nanti setelah pemeriksaan,” kata Fahmi Bachmid melanjutkan.

Billy hanya datang memenuhi panggilan sebagai saksi sembari menyerahkan bukti yang menguatkan jika ia hanya melakukan transaksi saja dengan petinggi DNA Pro, Steven Richard.

“Billy hanya datang memenuhi panggilan sebagai saksi,” tutur Fahmi Bachmid.

“Kami menyerahkan sesuatu membuktikan bahwa itu adalah murni pure gak ada kaitannya dengan bisnis, hanya jual beli mobil,” imbuhnya.

Saat Billy ditanya bagaimana perasaannya saat mendapatkan panggilan dari Bareskrim mengenai keterlibatannya dengan DNA Pro, ia menahan jawabannya hingga pemeriksaan usai.

“Nanti ya teman-teman, habis pemeriksaan aja, terima kasih,” jawab Billy dengan tenang.

Kemudian, Billy Syahputra bersama Fahmi Bachmid memasuki Gedung Awaloedin Djamin guna menjalani pemeriksaan.

Mengenai masalah yang menyeretnya, Billy diperiksa karena mobil Alphard miliknya dibeli oleh Steven Richard, salah satu petinggi DNA Pro seharga Rp 1 miliar.

Sebelumnya, sederet artis-artis besar juga telah menjalani pemeriksaan. Di antaranya adalah Ivan Gunawan, Rizky Billar, Lesti Kejora, Nowela, Rossa, personel Project Pop Hermann Josis Mokalu atau Yosi hingga DJ Una.

Didik Fitrianto

Bagikan Artikel
Continue Reading

Entertainment

Bukti Cinta Negeri Maki Ungu Lakukan Ini

Published

on

By


Telegraf – Hobi berpetualang basis petolan band Ungu, Maki lakukan anventure bersama timnya “Makki Parikesit Adventure’. Adventuer ini bukan saja hanya mejelajah pesona alam Indonesia tetapi ada sebuah misi yang luhur membagikan ilmu pengetahuan ( buku bacaan) untuk anak anak di penjuru Indonesia.

“Saya bersama tim jumlahnya 25 orang mengendarai adventure sport bike total hampir dua ribu kilometer mulai dari Jakarta ke Sembalun (Desa di kaki Gunung Rinjani). Selain itu mendaki tujuh gunung, Ciremai, Sindoro, Sumbing, Lawu, Arjuno, Welirang dan Rinjani,” tutur Maki kepada awak media di salah satu home stay yang berada di Nusa Penida, Klungkung, Bali, beberapa hari lalu.

Ia menceritakan perjalanan yang dinamakan Ekspedisi Parikesit 7 Saga ini mencakup pula kegiatan-kegiatan yang mencerminkan kepedulian Makki Parikesit terhadap pendidikan dan kesenian di sejumlah tempat yang dikunjunginya.

Makki Parikesit Adventure dan pihak- pihak pendukung lainnya juga menyumbang buku-buku bacaan ke SDN Argamukti (Desa Argamukti, Majalengka, Jawa Barat), pesantren di Desa Kledung (Jawa Tengah), Masjid Al-Iman di Dusun Butuh (Temanggung, Magelang, Jawa Tengah), SDN Pecalukan (Prigen, Pasuruan, Jawa Timur), Cemoro Sewu (Magetan, Jawa Timur), SDN 1 Sembalun (Desa Sembalun di kaki Gunung Rinjani), dan Sekolah Alam Sembalun. Diharapkan para siswa setempat akan bisa mendapatkan manfaat, pengetahuan dan hiburan dari buku-buku itu.

Dengan mengendari motor Maki beserta timnya menelusuri daerah wisata Nusa Penida seperti pantai Klingking dan Broken Beach, selain itu juga Maki dan timnya mapping dalam rangka akan memberikan buku buku bacaan seperti yang sebelumnya di Jawa Tengah, Jawa Timur dan kaki Gunung Rinjani.

Ia mengatakan hobi adventurenya memang sudah sejak lama bahkan sejak ia duduk di bangku SMA. “Memang sejak SMA saya ikut pecinta alam dan baru Desember kemarin mulai serius menekuni kegiatan-kegiatan outdoor,” ungkap Maki.

Ia juga mengungkapkan selain jelajah tempat wisata, ia juga mendaki tujuh gunung di jawa dan NTB. Ia menyebutkan bahwa kegiatan yang ia jalani dalam rangka hari jadinya yang ke 50 tahun pada 23 Oktober tahun lalu.

“Saya bersama tim jumlahnya 25 orang mengendarai adventure sport bike total hampir dua ribu kilometer mulai dari Jakarta ke Sembalun (Desa di kaki Gunung Rinjani). Selain itu mendaki tujuh gunung, Ciremai, Sindoro, Sumbing, Lawu, Arjuno, Welirang dan Rinjani,” kata Maki.

Rencana kedepannya Makki dan tim nya akan melakukan kegiatan yang serupa. Hanya saja perjalanannya bertambah menjadi 4500 Km mulai dari Aceh hingga Flores.

Salah satu pemerhati musik dan juga penggagas Deteksi Production, Harry ‘Koko’ Santoso sangat mendukung akan aksi yang dilakukan Makki. “Musisi yang sangat menonjol, berkontribusi dan peduli terhadap alam dan lingkungan adalah Makki. Saya sangat bersyukur masih ada musisi yang peduli terhadap lingkungan,” ucap Koko yang ikut berjelajah bersama Makki di Nusa Penida.

Photo credit : Diamond Beach yang juga menyuguhkan pemandangan Instagramable, dengan karang besar berbentuk potongan berlian, pasir putih, dan air jernih kebiruan/Doc/Ati Kurnia/Telegraf


Didik Fitrianto

Bagikan Artikel
Continue Reading

Lainnya Dari Telegraf

close