Energy Expert Alibaba Cloud Menganalisis Jejak Karbon di Olympic Esports Week

Oleh : Idris Daulat
Dari kiri ke kanan: Chris Tung, President of Corporate Development, Alibaba Holding Group; William Xiong, Vice President of Alibaba Cloud Intelligence and General Manager of Enterprise Service Cloud

Telegraf – Energy Expert dari Alibaba Cloud menjadi penunjang utama dalam menganalisis jejak karbon pada perhelatan Olympic Esports Week yang pertama kali digelar. Solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) ini membantu mengukur dan menganalisis emisi karbon dari tahap konstruksi hingga pelaksanaan acara, memberikan wawasan mengenai penggunaan bahan bangunan dan peralatan yang lebih berkelanjutan. Kemitraan Alibaba Cloud dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC) memungkinkan penggunaan solusi ini dalam acara tersebut.

Energy Expert, perangkat pengukuran emisi karbon yang telah teruji, digunakan oleh Panitia Penyelenggara Setempat (LOC) untuk mengukur dan mengevaluasi dampak konsumsi energi, pengelolaan limbah, papan nama, dan dekorasi. Solusi berbasis perangkat lunak ini memungkinkan pembandingan dampak relatif dari berbagai jenis bahan bangunan dan peralatan.

Dengan memanfaatkan teknologi berkelanjutan yang canggih, Energy Expert mendukung penyelenggara acara dalam mengidentifikasi sumber emisi karbon dari pembangunan dan pengoperasian tempat acara. Selain itu, solusi ini juga dapat mengukur jejak karbon yang dihasilkan oleh tempat acara dan menyajikan performa keberlanjutan tempat acara melalui dasbor terintegrasi dan laporan online.

Menurut Energy Expert dari Alibaba Cloud, jejak karbon dari konstruksi sementara Olympic Esports Week 2023 diperkirakan mencapai 274-ton CO2e. Namun, dengan melakukan penggantian 60% papan nama cetak dengan alternatif digital, dapat terjadi pengurangan emisi karbon dioksida sebesar 14 ton CO2e. Selain itu, penggunaan kembali 50% karpet pasca acara juga berkontribusi pada pengurangan emisi sebesar 10 ton CO2e.

Alibaba Cloud dan IOC telah bekerja sama dalam transformasi digital Olimpiade sejak Tokyo 2020. Olympic Esports Week merupakan langkah terbaru dalam kolaborasi ini, diikuti oleh pengembangan inovasi olahraga untuk Beijing 2022. Ini merupakan proyek internasional skala besar pertama yang dilakukan oleh Alibaba untuk mengatasi emisi karbon dalam industri esports.

Industri esports memiliki dampak lingkungan yang semakin meningkat seiring dengan populernya olahraga ini. Analisis industri memperkirakan bahwa pada tahun 2022, satu tim esports dapat menghasilkan emisi CO2 sebanyak 100-ton. Dengan melibatkan publik dalam kesadaran akan pentingnya mengurangi jejak karbon, aplikasi web Alibaba Cloud untuk Olympic Esports Week mengajak pengguna untuk mengambil foto barang-barang di sekitar mereka dan memahami jejak karbon dari setiap item tersebut. Melalui integrasi teknologi kecerdasan buatan Alibaba Cloud dengan data emisi tradisional, aplikasi ini memberikan rekomendasi tindakan yang dapat diambil untuk mengurangi jejak karbon, seperti memperpanjang masa pakai peralatan digital atau membeli peralatan bekas.

Perhelatan Olympic Esports Week diadakan di Suntec Singapore Convention & Exhibition Centre, menampilkan kompetisi esports, pertandingan eksibisi, pameran inovasi, serta diskusi panel dan sesi edukasi yang diselenggarakan oleh IOC. Acara ini juga menjadi ajang final dari rangkaian Olympic Esports Series tahun ini, di mana atlet-atlet terbaik Olympic Esports dari berbagai negara bertanding untuk meraih medali emas.

Sebagai penyedia infrastruktur cloud terkemuka di dunia, Alibaba Cloud berkomitmen untuk membantu organisasi mengurangi emisi karbon dengan teknologi canggih seperti komputasi kecerdasan dan kecerdasan buatan. Alibaba Cloud menjadi pemimpin dalam inisiatif ini dan berupaya mencapai netralitas karbon Scope 1, 2, dan 3 serta mendorong penggunaan energi bersih 100% pada tahun 2030.

Lainnya Dari Telegraf


 

Copyright © 2024 Telegraf. KBI Media. All Rights Reserved. Telegraf may receive compensation for some links to products and services on this website. Offers may be subject to change without notice. 

Telenetwork

Kawat Berita Indonesia

close