Emas Masih Menjadi Investasi Favorit Masyarakat

"Misalkan saat ini, bapak/Ibu menyimpan suatu saat membutuhkan uang secara cepat mama Bapak/Ibu tinggal datang saja ke Toko emas pasti dalam waktu beberapa menit bisa langaung di cairkan, atau kalau kepepet bisa datang ke pegadaian langsung Cair dalam waktu 15 menit"

Emas Masih Menjadi Investasi Favorit Masyarakat

Telegraf, Jakarta – Emas masih menjadi primadona investasi masyarakat, sekaligus menjadi jaminan yang masih dipercaya dan terus meningkat, terbukti di pegadaian hingga akhir November 2019 Hikmah yang menitipkan emas untuk Jami and pembiayaan sebanyak 60 ton.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Departemen Operasi Divisi Produk Emas Pegadaian, Heri Prasongko dalam diskusi dengan tema “emas sebagai penjaga ketahanan perekonomian” di Jakarta, Jumat (29/11/19).

“Hingga saat ini emas masih menjadi primadona untuk berinvestasi, terbukti bahwa di PT Pegadaian terdapat 60 ton emas milik masyarakat, Besarnya jumlah itu menunjukkan bahwa emas masih menjadi investasi paling favorit dibandingkan instrumen lainnya,” tutur Heri.

Lanjut Heri ini adalah hikmah yang sangat besar, kepercayaan bagi masyarakat kepala Pegadaian dan tentunya pegadaian akan Teri’s menerima kepercayaan/melaksanakan amanah dengan baik.

Heri juga mengungkapkan emas memilik keunggulan dibanding instrumen lain, seperti nilainya yang cenderung naik. Selain itu, emas juga mudah dijual maupun dijadikan jaminan saat membutuhkan uang dalam waktu yang cepat. Lalu, emas memiliki ketahanan yang sangat lama. Apabila disimpan lama.

“Misalkan saat ini, bapak/Ibu menyimpan suatu saat membutuhkan uang secara cepat mama Bapak/Ibu tinggal datang saja ke Toko emas pasti dalam waktu beberapa menit bisa langaung di cairkan, atau kalau kepepet bisa datang ke pegadaian langsung Cair dalam waktu 15 menit,” Heri mencontohkan.

Kepala Divisi Inovasi Produk Keuangan Syariah Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) Yosita Nur Wirdayanti mengatakan, emas dipercaya mampu menjaga ketahanan perekonomian suatu negara dan masyarakatnya.

Di berbagai negara ekonomi maju, mereka menempatkan emas sebagai cadangan devisanya. “Bisa jadi (untuk menjaga ketahanan perekonomian), tapi tidak selalu. Dia bisa dipakai untuk menambah cadangan devisa negara. Emas memang bagian dari cadangan devisa yang dipelihara negara,” ungkap Yosita. (Red)

Baca Juga :   Erick Thohir Akan Tutup BUMN Yang Mempunyai Rapor Buruk

Photo Credit : Para Prmbicara dalam diskuai yang bertemakan emas sebagai penjaga ketahanan perekonomian” di Jakarta, Jumat (29/11). TELEGRAF/Kawat Berita Indonesia

Tanggapi Artikel