Ekspor Non Migas Topang NPI Tetap Solid pada Triwulan ke III 2022

Oleh : Atti K.
Photo Credit: Aktifitas bongkar muat kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (29/03). Bank Indonesia menilai penguatan nilai tukar rupiah secara global belum menggangu daya saing produk ekspor Indonesia. ANTARA

Telegraf – Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan III 2022 tetap kuat didukung oleh kinerja ekspor nonmigas yang semakin kuat, menopang ketahanan eksternal hal itu di ungkapkan oleh Direktur Eksekutif Bank Indonesia Erwin Haryono dalam siaran pers yang di terima redaksi telegraf, Jumat (18/11).

Ia menjelaskan kinerja yang solid ditandai dengan peningkatan surplus sehingga dapat menahan tekanan terhadap NPI akibat tekanan pada transaksi modal dan finansial sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

“Dengan perkembangan tersebut, NPI pada triwulan III 2022 mencatat defisit 1,3 miliar dolar AS, dan posisi cadangan devisa pada akhir September 2022 tercatat sebesar 130,8 miliar dolar AS atau setara dengan pembiayaan 5,7 bulan impor dan utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional,” ungkapnya.

Lanjutnya semakin solidnya dengan melanjutkan tren peningkatan surplus ini didukung oleh kinerja ekspor nonmigas yang semakin kuat.Transaksi berjalan mencatat surplus sebesar 4,4 miliar dolar AS (1,3% dari PDB), lebih tinggi dari capaian triwulan sebelumnya sebesar 4,0 miliar dolar AS (1,2% dari PDB).

Di sisi lain, defisit neraca jasa tercatat lebih tinggi sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat dan berlanjutnya pemulihan ekonomi domestik. Surplus neraca pendapatan sekunder juga sedikit turun sehingga menahan peningkatan surplus transaksi berjalan lebih lanjut.

Sementara itu transaksi modal dan finansial mencatat defisit sebesar 6,1 miliar dolar AS (1,8% dari PDB), lebih tinggi dibandingkan dengan defisit 1,2 miliar dolar AS (0,3% dari PDB) pada triwulan II 2022. Investasi asing langsung membukukan surplus yang tetap tinggi sejalan dengan optimisme investor terhadap prospek perbaikan ekonomi dan iklim investasi domestik yang terjaga. Sementara itu, aliran keluar neto investasi portofolio meningkat akibat ketidakpastian di pasar keuangan global yang semakin tinggi dan kebutuhan pembayaran surat utang swasta yang jatuh tempo.

Lainnya Dari Telegraf


 

Copyright © 2024 Telegraf. KBI Media. All Rights Reserved. Telegraf may receive compensation for some links to products and services on this website. Offers may be subject to change without notice. 

Telenetwork

Kawat Berita Indonesia

close