Connect with us

Ekonomika

Pemerintah Gelar Webinar “Masa Depan Ekonomi Kreatif di Era Digital”

Published

on

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), pada Sabtu, 11 Juni 2022 melalui platform zoom meeting, dengan tema “Masa Depan Ekonomi Kreatif di Era Digital”. FILE IST PHOTO

Telegraf – Webinar literasi yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), pada Sabtu, 11 Juni 2022 melalui platform zoom meeting, dengan tema “Masa Depan Ekonomi Kreatif di Era Digital”. Yang bertujuan untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan bisnis, untuk memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat, memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK.

Melalui Dirjen Aplikasi Informatika (APTIKA), webinar tersebut sekaligus ingin mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat maupun dengan pihak lainnya.

Seminar yang melibatkan elemen masyarakat, Fadli Zon, dalam penyampaiannya, ekonomi kreatif dapat dikatakan sebagai konsep ekonomi di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan stock of knowledge dari Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya.

Kendati demikian, potensi pembangunan ekonomi kreatif di Indonesia antara lain, memiliki keragaman budaya yang tinggi, yang mencakup kuliner, busana daerah, kriya, musik, dan seni pertunjukan.

Dalam hal ini, ia mengapresiasi Indonesia yang telah berhasil mencatatkan 11 WBTB (Warisan Budaya Tak Benda) Dunia UNESCO, antara lain, wayang (2008), keris (2008), batik (2009), pendidikan dan pelatihan membatik (2009). Lalu ada angklung (2010), tari saman (2011), noken (2012), tiga genre tari Bali (2015), kapal pinisi (2017), tradisi pencak silat (2019), dan pantun (2020), Gamelan (2021). Tahun 2021 telah ditetapkan sebagai Tahun Internasional Ekonomi Kreatif Untuk Pembangunan Berkelanjutan/International Year of Creative Economy for Sustainable Development pada sesi ke-74 Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Resolusi Nomor A/RES/74/198 Tahun 2019.

Pemerintah Republik Indonesia menjadi inisiator resolusi ini dan didukung oleh 81 negara sponsor. Tahun Internasional Ekonomi Kreatif untuk Pembangunan Berkelanjutan 2021 adalah momentum yang tepat untuk mendorong pemulihan global di masa pandemi ini. Saat ini terdapat sekitar lebih dari 8,2 juta jumlah usaha kreatif di Indonesia yang didominasi oleh usaha kuliner, fashion, dan kriya. Terdapat 4 sub sektor ekonomi kreatif dengan pertumbuhan tercepat yaitu film, animasi, dan video, seni pertunjukan, dan desain komunikasi visual. Pertumbuhan yang pesat di sektor ini didukung oleh semakin tingginya adopsi teknologi digital di masyarakat.

Berdasarkan publikasi Kemenparekraf, tercatat pada tahun 2019 sub sektor ekonomi kreatif menyumbangkan Rp1.153,4 Triliun PDB atau 7,3% terhadap total PDB Nasional, 15,2% tenaga kerja, dan 11,9% ekspor. Tantangan bagi pelaku ekonomi kreatif adalah adanya ketimpangan digital yang ada di masyarakat.

“Menyelesaikan masalah ketimpangan digital bisa menjadi solusi untuk memperluas kesempatan para pelaku ekonomi kreatif di era digital” ungkapnya.

Semuel Abrijani Pangerapan, menyampaikan dampak pandemi dan pesatnya teknologi telah mengubah cara kita beraktivitas dan bekerja. Kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat semakin mempertegas bahwa kita sedang menghadapi era disrupsi teknologi.

Baca Juga :   Ini Kata BNI Terkait Hoaks Kredit Tanpa Jaminan

Semuel menyampaikan untuk mengahadapi era disrupsi kita harus mempercepat kerjasama terutama dalam mewujudkan agenda trasnformasi digital Indonesia. Bersama-sama perlu wujudkan cita-cita bangsa Indonesia dengan menjadikan masyarakat madani berbasis teknologi. Kemampuan yang kita miliki serta keunggulan yang terus dijaga akan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang hebat dan besar, serta menjadi unggul dalam segi sumber daya manusia.

Sementara itu Kawendra Lukistian menjelaskan beberapa hal berkaitan dengan ekonomi kreatif. Istilah ekonomi kreatif menurutnya dimunculkan oleh Howkins ketika melihat ada gelombang ekonomi baru yang melanda Amerika Serikat. Gelombang ekonomi baru itu dicirikan dengan aktivitas ekonomi berbasis ide, gagasan, dan kreativitas.

Lebih lanjut,  disampaikan bahwa gerakan ekonomi kreatif menjadi wadah inisiasi publik terhadap optimasasi dan menjadi lokomotif menuju peradaban ekonomi kreatif, termasuk di Indonesia.

Terdapat beberapa peluang dan tantangan ekonomi kreatif di era digital, yang pertama peluang ekonomi kreatif sudah sangat baik. Karena sekarang ini, sosial medai sudah merajalela dan hampir semua lapisan masyarakat menggunakan internet. Peluang yang lain adalah kita dapat mendorong pelaku UMKM atau usaha rumahan untuk bisa masuk ke dalam pasar digital.

Adapun untuk tantangannya menurut Kawendra adalah bagaimana kita dapat mengembangkan diri dan mengembangkan pemikiran baru yang didasari dengan research. Tantangan yang lain adalah kita harus pelajari dulu bagaimana kita dapat bersaing di era medai sosial ini. Terdapat lima bisnis model yang diusung oleh pelaku bisnis e-commerce di Indonesia yaitu, classifields/listing/iklan baris, market place C2C (customer to customer), shopping mall, toko online B2C (business to customer), dan juga toko online di media sosial (TikTok shop, IG shop).

Perkembangan teknologi digital dapat meningkatkan kesempatan untuk memperluas pasar bagi pelaku ekonomi kreatif. Sumbangsih ekonomi kreatif terhadap pendapatan negara sangat signifikan dan semakin meningkat dari tahun ke tahun, ditambah lagi pada masa pandemi seperti sekarang ini.

“Harapan besar Gekrafs agar terus memperkokoh kebangkitan ekonomi kreatif di tanah air dengan menjadi inisiator/penggagas Hari Ekonomi Kreatif Nasional” pungkasnya.

Webinar tersebut, menghadirkan tiga narasumber yakni Fadli Zon (Anggota Komisi I DPR RI), Semuel Abrijani Pangerapan (Dirjen APTIKA Kemenkominfo), Kawendra (Ketua Umum DPP Gekrafs).

Aji Cahyono

Bagikan Artikel
Advertisement
Click to comment

Ekonomika

Ini Kata BNI Terkait Hoaks Kredit Tanpa Jaminan

Published

on

By

Photo Credit : Gedung Perwakilan Cabang BNI Di Amerika Serikat/Doc/Humas BNI

Telegraf – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI (kode saham: BBNI) menepis hoaks yang beredar terkait penyaluran kredit tanpa agunan yang merebak di masyarakat.

“BNI adalah perusahaan milik pemerintah yang menjalankan bisnis di dalam koridor dan pengawasan pemerintah sekaligus Otoritas Jasa Keuangan. Penyaluran kredit ke pihak mana pun pasti melewati proses legal termasuk persyaratan agunan yang sesuai dengan nilai fasilitas pinjaman,” Corporate Secretary BNI Mucharom, dalam kerterangan pers,di Jakarta Sabtu, (2/7).

Audit internal dan eksternal BNI terus berjalan secara reguler untuk terus memastikan berbagai tindak fraud yang dapat merugikan perusahaan sebagai penjaga aset negara.

“Kami dapat pastikan semua proses legal dalam penyaluran kredit kami sesuai dengan koridor yang berlaku. Kami harap tidak ada lagi pihak manapun yang sengaja mengumbar hoaks yang membuat masyarakat resah demi mencari keuntungan semata,” kata Mucharom.

Terkait debitur BNI asal Sumatra Selatan yang disebut-sebut dengan inisial BG telah bermitra sejak 2017, pemberian kredit sudah dipastikan memiliki jaminan agunan dan sesuai dengan ketentuan. Bahkan fasilitas kredit debitur tersebut dalam kondisi lancar.

Sementara itu terkait Batu Bara, Mucharom melanjutkan penyaluran kredit yang dilakukan oleh BNI dilakukan secara konservatif dengan memperhatikan semua ketentuan dari kementerian & lembaga berwenang.

Kredit pertambangan rupiah dan mata uang asing BNI termasuk per kuartal pertama 2022 hanya 3,23% dari total kredit BNI.

Baca Juga :   Ini Kata BNI Terkait Hoaks Kredit Tanpa Jaminan

Langkah penyaluran kredit pertambangan pun diikuti dengan komitmen green banking yang mana kredit kami untuk sektor energi baru dan terbarukan telah mencapai Rp10,3 triliun.

“Kami juga telah menyalurkan pembiayaan untuk penanganan polusi mencapai Rp6,8 triliun, serta segmen pengelolaan air dan air limbah senilai Rp23,3 triliun,” tutupnya.

Aji Cahyono

Bagikan Artikel
Continue Reading

Ekonomika

Zurich Salurkan dana Sebesar Rp 7,2 miliar Untuk Zurich Entrepreneurship Program

Published

on

By

Photo Credit : (Ki-Ka) Chris Bendl - Country Manager Zurich Indonesia (Zurich) dan Robert Gardiner - Academic Advisor and Operations Counsel Prestasi Junior Indonesia (PJI) meresmikan Zurich Entrepreneurship Program di Graha Zurich (30/06),

Telegraf – Dalam rangka menciptaka 50 bisnis baru 5 tahun ke depan Zurich melalui Z Zurich Foundation menyalurkan pendanaan sebesar Rp 7,2 miliar untuk mengimplementasikan Zurich Entrepreneurship Program melalui kerjasama dengan Prestasi Junior Indonesia (PJI).

Hal itu di ungkapkan oleh Chris Bendl (Chris), Country Manager Zurich Indonesia dalam pres rilis yang diterima oleh redaksi, Kamis (30/6).

Ia juga mengungkapkan Berdasarkan studi komprehensif Program Pengembangan Kewirausahaan Nasional yang dilakukan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia tahun 2020, penguatan kewirausahaan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta koperasi menjadi salah satu target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

“Hal ini sejalan dengan semangat Zurich untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik bersama-sama, Zurich sangat senang bekerjasama dengan PJI mendukung berkembangnya wirausahawan muda baru sekaligus mendorong dampak positif di tengah masyarakat,” tutur Chris.

Dikesempatan yang sama Academic Advisor and Operations Counsel PJI, Robert Gardiner (Robert) menambahkan, Pada tahun pertama, Zurich Entrepreneurship Program akan berfokus pada siswa di 30 SMA/SMK di beberapa wilayah, meliputi Jakarta, Bogor, Tangerang Selatan, Bekasi, Bandung, dan Cimahi.

“Kami sangat antusias untuk bekerja sama dengan Zurich dalam mendorong generasi muda menciptakan peluang ekonomi di Indonesia. Dengan ketiga komponen keterampilan bisnis, pengelolaan uang dan manajemen serta pengetahuan persiapan kerja, siswa akan memiliki bekal untuk menghasilkan bisnis yang inovatif, mengelola sumber daya perusahaan secara efektif, dan menerapkan pengelolaan keuangan yang sehat.”

Baca Juga :   Ini Kata BNI Terkait Hoaks Kredit Tanpa Jaminan

Selama periode program, tim dari Zurich juga akan terlibat aktif dalam memberikan pendampingan serta berbagi pengalaman dan inspirasi kepada siswa. Dengan demikian, para pelajar mendapatkan paparan tentang dunia usaha yang sesungguhnya, keterampilan yang dibutuhkan di masa depan, dan potensi kewirausahaan.

“Tahun ini Zurich Group merayakan hari jadinya yang ke 150 tahun, dengan senang hati kami berbagi yang akan membantu menciptakan fondasi yang kokoh bagi mereka untuk meraih masa depan yang lebih baik bagi mereka dan komunitas,” tutup Chris.

Aji Cahyono

Bagikan Artikel
Continue Reading

Ekonomika

BNI Kucurkan Dana Rp 1 Triliun Untuk Kalbe

Published

on

By

Photo Credit : (Ki-ka) Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius, Pemimpin Divisi Corporate Banking 1 BNI I Made Sukajaya, Direktur Corporate Banking BNI Silvano Rumantir dan Direktur Bisnis Konsumer BNI Corina Leyla Karnalies dalam Penandatanganan Perjanjian Kredit senilai Rp1 triliun, Rabu (29/6/2022)/Doc/HumasBNI

Telegraf – Dalam pengembangan bisnis dan rencana strategi perusahaan. PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) menerima fasilitas pinjaman dari Bank BNI senilai Rp 1 triliun.

“Kami berterima kasih atas dukungan BNI atas pemberian fasilitas kredit ini, yang nantinya dapat digunakan untuk ekspansi usaha, termasuk penambahan belanja modal ataupun corporate action lainnya.  Perolehan fasilitas kredit tersebut akan menunjang secara langsung pengembangan usaha perusahaan dari waktu ke waktu dalam rangka memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia,” ujar Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Vidjongtius, Rabu (29/6).

Di kesempatan yang sama Direktur Corporate Banking BNI Silvano Rumantir mengatakan bahwa ini merupakan momentum yang sangat baik bagi BNI untuk dapat memperdalam hubungan kerjasama dengan Kalbe Farma yang merupakan salah satu pemain terbesar di industri farmasi di Indonesia.

Pemberian fasilitas kredit ini merupakan salah satu bentuk komitmen BNI sebagai perbankan nasional untuk turut mendukung perkembangan bisnis sektor prioritas, termasuk industri kesehatan serta farmasi.

Menurut Silvano, tren pemulihan kinerja ekonomi semakin kuat di pertengahan tahun ini. Pelaku industri perbankan terus membuka celah-celah pertumbuhan kinerja fungsi intermediasi untuk menambah daya ungkit pemulihan ekonomi.

Sebagai Bank BUMN yang fokus pada penyaluran kredit di segmen korporasi, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI (kode saham: BBNI) saat ini aktif bertransformasi dan fokus melakukan penyaluran kredit ke top tier company di Indonesia.

Baca Juga :   Ini Kata BNI Terkait Hoaks Kredit Tanpa Jaminan

Sektor kesehatan, termasuk farmasi, merupakan salah satu sektor unggulan yang menjadi prioritas BNI dalam hal pengembangan bisnis dan penyaluran kredit.

Pemberian fasilitas kredit ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kredit antara Pemimpin Divisi Corporate Banking 1 I Made Sukajaya dengan Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius, disaksikan langsung oleh Direktur Corporate Banking BNI Silvano Rumantir dan Direktur Keuangan Kalbe Farma Bernadus Karmin Winata di Menara BNI.

Aji Cahyono

Bagikan Artikel
Continue Reading

Ekonomika

Hut Ke-76, BNI Gelar Akad 5.476 Debitur FLPP

Published

on

By

Photo credit : Hut Ke -76, BNI Gelar Akad 5.476 Debitur FLPP/dok/Hums BNI

Telegraf – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. selenggarakan akad kredit pemilikan rumah (KPR) sejahtera secara massal untuk 5.476 debitur dengan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

Hal tersebut dilakukan dalam rangka upaya percepatan pemenuhan komitmen dalam penyaluran KPR bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Akad masal dilakukan sebagai rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Ke-76 BNI.

Hadir dalam angkaian kegiatan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, Direktur Layanan dan Jaringan BNI, Ronny Venir, Direktur Bisnis Konsumer BNI, Corina Leyla Karnalies, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,  Herry Trisaputra Zuna,  Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Perumahan Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR R. Haryo Bekti Martoyoedo.

Turut menyaksikan pula Komisoner BP Tapera, Adi Setianto, Direktur Penyaluran FLPP BP TAPERA, Hari Sundjojo, Asosiasi Pengembang REI, APERSI, HIMPERA, PENGEMBANG INDONESIA dan APERNAS, Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, dan Perwakilan OJK Jawa Tengah & DIY.

“Kami mengapresiasi BNI yang menjadi salah satu BUMN paling aktif dalam menyalurkan KPR di segmen masyarakat berpenghasilan rendah melalui skema FLPP. Kami harap langkah proaktif kami bersama BNI ini bisa terus membantu dalam memfasilitasi banyak pasangan muda untuk memiliki rumah,” ungkap Herry.

Herry juga mengatakan, masih banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang belum mampu memiliki rumah. Dia berharap perbankan sebagai pemegang fungsi intermediator ikut berperan aktif memfasilitasi kebutuhan KPR dalam rangka pengurangan backlog rumah nasional.

Baca Juga :   Ini Kata BNI Terkait Hoaks Kredit Tanpa Jaminan

Di kesempatan yang sama, Ronny Venir menyampaikan BNI sebagai agen pembangunan ikut proaktif menyalurkan kredit griya untuk terus membantu memfasilitasi banyak generasi muda memiliki rumah.

Langkah ini juga dalam upaya akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional karena ada lebih dari 170 industri turunan terkait yang akan ikut bergairah seiring dengan meningkatnya kinerja industri properti.

“Kami berterima kasih kepada pemerintah yang memberikan kesempatan BNI untuk berkontribusi pada pengurangan backlog rumah nasional. Kami pun berharap lebih banyak lagi pasangan muda yang dapat memiliki rumah,” sebutnya.

Aji Cahyono

Bagikan Artikel
Continue Reading

Ekonomika

Sinergi BNI dan DJP, Komitmen Tingkatkan Layanan Nasabah

Published

on

By

Photo Credit : (Ki-ka) Dirut Mandiri Darmawan Junaidi, Dirjen Pajak Suryo Utomo, Dirut BRI Sunarso, dan Dirut BNI Royke Tumilaar usai penandatanganan Kerjasama Peningkatan Pelayanan Nasabah Antara DJP dengan Mandiri, BNI, dan BRI, Selasa (28/6/2022)/Doc/Humas BNI

Telegraf – Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, salah satunya mengamanatkan perbankan bekerjasama dalam meningkatkan pelayanan perpajakan.

Dalam mendukung program-program yang diamanatkan pemerintah kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI (kode saham: BBNI) laukan kerjasama peningkatan pelayanan nasabah dengan DJP.

“Kami mengapresiasi BNI yang proaktif ikut membantu pembaruan sistem inti administrasi perpajakan ini. Sistem Inti Administrasi Perpajakan [SIAP] tidak dapat berdiri sendiri dan membutuhkan dukungan dari sistem institusi lain. Tentunya kami meyakini langkah ini akan memberikan manfaat optimal bagi penerimaan negara,” ungkap Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Suryo Utomo, Selasa (28/6).

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menyampaikan perseroan memiliki komitmen dan visi yang sama untuk meningkatkan kualitas layanan kepada stakeholder dalam hal memanfaatkan teknologi dan informasi.

BNI berharap langkah ini dapat mendukung peningkatan kualitas layanan kepada wajib pajak, yang pada akhirnya juga diharapkan dapat mendukung penguatan basis layanan perpajakan demi meningkatkan penerimaan negara.

“Kami tentunya berterima-kasih kepada DJP yang memberikan BNI kesempatan untuk berkontribusi mewujudkan sistem perpajakan yang andal. Terlebih, kerja sama ini juga merupakan salah satu semangat kami di BNI untuk Go Digital,” tutur Royke.

Royke pun meyakini bahwa kerjasama ini akan meningkatkan proses layanan BNI seperti, kemudahan pembayaran Pajak melalui jaringan mobile Agen46 laku pandai.

Baca Juga :   Ini Kata BNI Terkait Hoaks Kredit Tanpa Jaminan

Aji Cahyono

Bagikan Artikel
Continue Reading

Lainnya Dari Telegraf

close