Connect with us

Ekonomika

Kemasan Plastik yang Mengadung PC dan PET Mana yang Lebih Sehat

Published

on

Photo Credit : Botol Minuman Kemasan/Doc/iStock/detik.com

Telegraf – Maraknya pemberitaan terkait dampak kesehatan dari pengunaan jenis kemasan plastik antara polikarbonat atau PC dan polyethylene terephthalate atau PET. Kedua jenis kemasan plastik tersebut ditengarai memiliki risiko kesehatan bagi manusia karena menggunakan bahan kimia tertentu dalam proses pembuatannya.

Kemasan polikarbonat yang dikenal sebagai plastik keras atau kaku itu biasa digunakan sebagai galon isi ulang air minum 19 liter. Sementara, kemasan PET biasa digunakan untuk botol air minum ukuran 300 mililiter hingga 1 liter dan galon 15 liter.

Sejumlah penelitian mengungkap bahwa polikarbonat berbahan baku bisfenol A atau BPA berdampak terhadap kesehatan melalui mekanisme gangguan hormon, khususnya hormon estrogen. BPA pada gilirannya berkaitan dengan gangguan sistem reproduksi, baik pada pria maupun wanita, diabetes, obesitas, gangguan sistem kardiovaskular, gangguan ginjal, kanker, dan perkembangan kesehatan mental.

Sementara itu, PET dibuat dari, salah satunya, etilen glikol. Keracunan (konsumsi berlebih) etilen glikol bisa mengakibatkan sakit perut, sakit kepala, kejang, hingga gagal ginjal dan kerusakan otak.

Patut dicatat di sini bahwa semua dampak kesehatan tersebut, baik dari polikarbonat maupun PET, dapat terjadi dalam konteks bahan kimia pembentuk kedua plastik itu bermigrasi ke bahan pangan (makanan dan minuman) yang dikemas pada tingkatan tertentu dan disebabkan oleh pola perlakuan kita terhadap tiap-tiap kemasan (seperti dibiarkan terpapar sinar matahari langsung dalam waktu lama atau disimpan dekat benda berbau tajam).

Setidaknya sejak dekade kedua Abad ke-21, regulasi di sejumlah negara mulai membatasi, dan bahkan melarang, penggunaan kemasan plastik polikarbonat karena kandungan BPA di dalamnya. Pada 2018, misalnya, Uni Eropa menurunkan batas migrasi BPA yang semula 0,6 bpj (bagian per juta) menjadi 0,05 bpj. Beberapa negara, seperti Perancis, Brazil, serta negara bagian Vermont dan Distrik Columbia di Amerika Serikat bahkan melarang penggunaan BPA pada kemasan pangan, termasuk air minum. Negara bagian California di Amerika Serikat mengatur pencantuman peringatan label bahaya BPA pada kemasan produk pangan olahan.

Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah merancang peraturan pelabelan BPA pada air minum dalam kemasan plastik polikarbonat. Rancangan itu antara lain akan mewajibkan produsen air minum dalam kemasan polikarbonat untuk mencantumkan label “Berpotensi mengandung BPA” pada produknya.

Selain karena tren pembatasan penggunaan kemasan yang mengandung BPA di sejumlah negara, BPOM menempuh kebijakan tersebut setelah melakukan survei lapangan, baik di sarana produksi maupun peredaran, selama 2021-2022. Hasil survei lapangan itu menemukan 3,4 persen sampel di sarana peredaran tidak memenuhi syarat batas maksimal migrasi BPA, yakni 0,6 bpj. Lalu ada 46,97 persen sampel di sarana peredaran dan 30,91 persen sampel di sarana produksi yang dikategorikan “mengkhawatirkan”, atau migrasi BPA-nya berada di kisaran 0,05 bpj sampai 0,6 bpj. Ditemukan pula 5 persen di sarana produksi (galon baru) dan 8,67 persen di sarana peredaran yang dikategorikan “berisiko terhadap kesehatan” karena migrasi BPA-nya berada di atas 0,01 bpj.

Baca Juga :   BNI Boyong Rempah Indonesia di Ajang Indonesia Pavilion Food Expo 2022 di Honglong

Oleh karena itu, epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono, mendorong rencana pelabelan BPA untuk segera dilaksanakan. Dorongan ini berkaitan dengan masih adanya penolakan atas rencana itu dari kalangan industri air minum dalam kemasan.

“Ini efeknya (BPA) kan jangka panjang,” kata Pandu belum lama ini. “Kalau (BPA) tidak berdampak, kenapa negara maju sudah membatasi dan melarangnya. Langsung saja wajib labelisasi, kok takut pada industri.”

Anggota Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tubagus Haryo, juga menyuarakan dukungan serupa. “Saya kira apa yang direncanakan oleh BPOM semata-mata untuk melindungi konsumsen dan sebetulnya juga melindungi pelaku usaha dari tuntutan (hukum) di kemudian hari.”

Berbeda dengan kandungan BPA pada polikarbonat, kandungan etilen glikol pada PET tidak memunculkan pengaturan (pembatan atau pelarangan), baik di dalam maupun luar negeri. Ini bukan karena tidak adanya penelitian lapangan terkait migrasi zat kimia itu dari kemasan PET.

Frank Welle, ahli kimia yang berfokus pada interaksi bahan kemasan dengan pangan dari University of Freiburg, Jerman, dalam makalahnya “The Facts about PET” menulis bahwa, jika dibandingkan dengan jenis plastik lain, PET lebih lengai (inert) atau tidak mudah mengalami perubahan kimia. Pada gilirannya, menurut Welle, monomer PET, seperti etilen glikol, hanya dapat bermigrasi dalam jumlah yang sangat kecil ke dalam pangan yang dikemasnya. Mengutip penelitiannya pada 2004, dia menunjukkan bahwa tingkat migrasi etilen glikol dari kemasan PET jauh di bawah batas standar yang ditetapkan WHO. Welle menyimpulkan bahwa nilai komponen berbahaya di dalam kemasan PET seperti etilen glikol dan antimon (yang hanya digunakan sebagai katalis) masih jauh di bawah batas standar apabila tidak dilakukan perlakuan khusus layaknya percobaan (seperti dipanaskan pada suhu dan jangka waktu tertentu atau direaksikan dengan bahan kimia tertentu).[]

Atti K.

Bagikan Artikel
Advertisement
Click to comment

Ekonomika

BNIDirect Catatkan Volume Transaksi Lebih dari Rp2.500 triliun 

Published

on

By

Photo Credit : Salah satu nasabah BNI seang memanfaatkan Vitur BNIDirect/Doc/Bni

Telegraf – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI (kode saham: BBNI) Terus lakukan kemudahan untuk para nasabah dengann inovasi inovasi digital.

Sampai dengan semester pertama tahun 2022, Corporate digital service BNI, yaitu BNIDirect, mencatatkan penambahan user 17,5% secara tahunan atau year-on-year (YoY) menjadi 79.800 user, diikuti oleh pertumbuhan Volume transaksi sebesar 35,4% (YoY) atau mencapai Rp2.587 triliun, dengan jumlah transaksi yang juga meningkat 25,8% YoY atau 462 juta transaksi.

Hal itu di ungkapkan oleh Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati dalam pres rilis yang di terima Telegraf, Senin (15/8).

“Perseroan akan terus berinovasi untuk terus memberikan kenyamanan untuk nasabah. BNIDirect adalah channel terpercaya bagi nasabah bisnis untuk bertransaksi secara aman kapanpun dan dimanapun,” tuturnya.

Selain terus berivestasi digital, BNI juga gencar melakukan akuisisi dan mendorong nasabah agar bertransaksi melalui BNIDirect, baik dari kalangan nasabah korporasi, komersial dan usaha kecil.

BNI turut mendukung juga untuk pebisnis rintisan, baik pebisnis Indonesia yang jangkauan usahanya di luar negeri dan/atau memiliki group usaha di luar negeri, pebisnis luar negeri yang memiliki bisnis partner di Indonesia, hingga perwakilan pemerintah Indonesia yang ada di luar negeri serta para Diaspora Indonesia.

“Tentunya hal ini berkat upaya yang konsisten dalam melakukan inovasi terhadap fitur dan layanan sesuai kebutuhan nasabah, yang tentunya sejalan pula dengan Visi Kami untuk menjadi lembaga keuangan yang terunggul dalam layanan dan kinerja secara berkelanjutan serta memenuhi mandat Kementerian BUMN untuk BNI agar menjadi bank yang Go Global,” katanya.

Baca Juga :   Wujudkan Misi Pride of Indonesia MyRepublic Perluas Cakupan Lampung, Serang dan Cilegon

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Ekonomika

Wujudkan Misi Pride of Indonesia MyRepublic Perluas Cakupan Lampung, Serang dan Cilegon

Published

on

By

Photo Credit : Iman Syahrizal selaku Direktur Sales & Marketing MyRepublic menyerahkan cinderamata kepada perwakilan Pemda Lampung di sela-sela acara Grand Opening MyRepublic Lampung Branch/Doc/Myrepublic

Telegraf – Wujudkan misi menjadi Pride of Indonesia MyRepublic perluas area cakupan ke seluruh Indonesia. Di Agustus ini MyRepublic menambah 3 kota lagi di Pulau Jawa dan Sumatera yaitu di Serang, Cilegon dan Lampung sebagai kota ke 16, 17 dan 18.

Hal it di ungkapkan oleh Director Sales and Marketing MyRepublic Iman Syahrizal dalam pemukaan cabang MyRepublic ini dilakukan bersamaan secara hybrid antara Lampung dan Cilegon dilakukan secara meriah di Kantor Cabang Lampung, Senin (18/8).

“MyRepublic berharap dengan bertambahnya 3 kota sekaligus semakin banyak masyarakat Indonesia yang dapat merasakan pengalaman berinternet terbaik untuk menunjang semua aktivitas online di rumah. MyRepublic berencana untuk terus memperluas area cakupan hingga akhir tahun mencapai target total 21 kota di Indonesia. Kami terus menambahkan titik sambung di ketiga kota dan saat ini masih berfokus pada area perumahan. Semoga MyRepublic dapat diterima dengan baik di warga Lampung, Cilegon dan Serang dan dapat menjadi alternatif internet provider bagi masyarakat,” ungkapnya.

lanjutnya tak hanya memperluas cakupan area ke kota-kota baru, MyRepublic juga terus meningkatkan brand awareness-nya dengan membangun 79 Sales Point of Presence untuk kemudahan pelanggan mendapatkan informasi. MyRepublic juga tak henti mengembangkan layanan internetnya dengan meluncurkan inovasi seperti kecepatan simetris upload dan download 1:1 untuk semua produk MyRepublic. Dengan kecepatan simetris ini MyRepublic optimis memberikan pengalaman berinternet cepat dan handal untuk aktivitas online di rumah. Inovasi MyRepublic juga mencakup variasi produk yang berfokus pada customer experience.

Baca Juga :   Relawan Jabar: Mewujudkan Kedaulatan Pangan Butuh Upaya Terobosan

Hadir dalam pembukaan Pembukaan di Lampung turut dihadiri oleh Walikota Bandar Lampung, Hj Eva Dwiana, S.E., M.Si., Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bandar Lampung, Ahmad Nurizki Erwanfi, dan Kapolsek Tanjung Karang Barat, Kompol Mujiono S.H., M.H. Perwakilan Direksi MyRepublic juga yaitu Director Sales and Marketing, Iman Syahrizal, dan Chief Technology Officer, Hendra Gunawan.

 

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Ekonomika

Relawan Jabar: Mewujudkan Kedaulatan Pangan Butuh Upaya Terobosan

Published

on

Photo Credit: Presiden Joko Widodo menanam jagung bersama para petani di Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa, 23 November 2021. Foto: BPMI/Muchlis Jr
Photo Credit: Presiden Joko Widodo menanam jagung bersama para petani di Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa, 23 November 2021. Foto: BPMI/Muchlis Jr

Telegraf – Tingkat produksi beras tinggi saat ini sehingga Indonesia tak perlu mengimpor beras selama 3 tahun terakhir. Banyak apresiasi muncul, salah satu wujudnya adalah penghargaan swasembada beras dari International Rice Research Institute (IRRI) yang diserahkan kepada Presiden Jokowi, Minggu, 14/08/2022. Capaian ini terjadi saat sebagian warga dunia kesulitan memenuhi kebutuhan pangan setelah pecahnya Perang Ukraina.

Produksi beras tinggi dan zero impor pada satu sisi baik, namun hal ini tak berarti tak ada persoalan dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan. Produksi beras bisa saja tinggi, namun belum tentu kesejahteraan petani pada saat sama naik. Devisa negara pun banyak terkuras karena kebutuhan impor bahan pangan seperti gandum, kedelai juga daging sapi.

Kendati jumlah beras cukup, tapi ada alasan-alasan lain yang mengharuskan tetap adanya impor komoditi pangan. Industri kuliner banyak membutuhkan bahan yang tak bisa diproduksi sendiri. Kegemaran orang Indonesia makan roti dan mie instan juga jadi faktor pendorong kenapa impor gandum terus naik sehingga terasa jadi beban saat ini.
Untuk mencapai kesejahteraan bangsa tentu, kedaulatan pangan mesti diujudkan. Hal itu tak mudah, sehingga yang dibutuhkan adalah langkah terobosan.

Belasan relawan dari berbagai kota Jawa Barat telah berkumpul pekan lalu, Rabu, 10 Agustus 2022, di Sumedang membahas topik Agenda 45: Jalan Kesejahteraan Indonesia. Dalam Fokus Group Discussion itu, pangan menjadi salah satu dari 5 topik pilar untuk mewujudkan kesejahteraan Indonesia mendatang. Empat pilar lain yang dimaksud adalah energi, kebudayaan, tata kelola pemerintahan dan geopolitik.

Belasan relawan dari berbagai kota Jawa Barat telah berkumpul pekan lalu, Rabu, 10 Agustus 2022, di Sumedang membahas topik Agenda 45: Jalan Kesejahteraan Indonesia, dalam Fokus Group Discussion.

Konsep awal Agenda 45 dihasilkan dalam FGD di Jakarta 11 Juli lalu. Rumusan itu diuji lebih dalam di 13 provinsi termasuk Jawa Barat, kemudian hasilnya akan diserahkan ke Pengurus Pusat Seknas Jokowi. Rumusan akhir akan disampaikan ke publik sebelum diserahkan ke Presiden Joko Widodo September mendatang dalam sebuah acara yang akan berlangsung di Jombang, Jawa Timur.

Rumusan itu merupakan inisiatif masyarakat untuk menjadi masukan bagi penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2025-2045.

“Selama ini penyusunan RPJP selalu diinisiasi oleh pemerintah dan DPR, agar aspirasi rakyat lebih terpenuhi, inisiatif masyarakat yang lebih luas,” kata Wakil Ketua Umum Seknas Jokowi Ismarilda saat membuka FGD di Sumedang.

Kondisi pangan saat ini tentu mengharuskan bangsa Indonesia kembali memikirkan maksud dari kedaulatan pangan yang menjadi cita-cita para pendiri negara.

“Dalam FGD di Sumedang, muncul pemikiran dari peserta bahwa kedaulatan pangan merupakan sebuah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan individu,” kata Wahyudin, Ketua Seknas Jokowi Jawa Barat, Senin, (15/08/2022).

Menurutnya, hal itu tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau. Program pembangunan pangan mesti ditata sesuai dengan keyakinan dan budaya, untuk dapat hidup sehat, aktif dan produktif secara berkelanjutan.

“Pembangunan pangan ditujukan untuk mewujudkan ketahanan pangan berbasis kedaulatan pangan dan kemandirian pangan,” imbuhnya.

Untuk mengatasi situasi pangan dunia, termasuk kondisi dimana pangan di Indonesia saat ini dibutuhkan upaya terobosan. Salah satunya adalah soal bagaimana mempercepat adopsi teknologi pertanian dengan mengoptimalkan potensi pertanian, sumber daya alam dan sumber daya manusia. Semua mesti dilakkukan dengan tetap memperhatikan kaidah keseimbangan alam.

Upaya mewujudkan ketahanan pangan tentu akan berhasil bila sektor pilar lain mendukung. Dengan lahan subur dan luas ketahanan pangan berhasil bila menyatu dalam tata kelola pemerintah yang baik. Demikian pula dukungan lain seperti kebijakan luar negeri yang sesuai dengan peta pergesaran kekuatan global sehingga kedaulatan pangan dapat terjaga dan terwujud.

 

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Ekonomika

BNI Boyong Rempah Indonesia di Ajang Indonesia Pavilion Food Expo 2022 di Honglong

Published

on

By

Photo Credit : General Manager BNI Hong Kong Endah Tjahyani/Doc/Humas BNI

Telegraf – General Manager BNI Hong Kong Endah Tjahyani menyampaikan produk olahan makanan merupakan salah satu komponen ekspor Indonesia terbesar yang diekspor ke Hong Kong. Hal ini dipengaruhi pula oleh ekosistem diaspora Hong Kong yang didominasi hingga 90% oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Melalui Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) BNI Hong Kong dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), BNI membuat Indonesia Pavilion dan mengangkat tema “Indonesia – Spice Up the World”.

“BNI terus aktif mencari buyer potensial untuk dapat membawa produk UMKM untuk Go-Global ke Hong Kong. Kami juga bangga menjadi bagian dari Indonesia Pavilion pertama yang ada di Food Expo Hong Kong 2022 ini. Kami berharap, dengan berpartisipasi dalam acara ini bisa sekaligus mendorong transaksi trade dan membantu produk Indonesia bisa masuk dan diterima di pasar lokal Hong Kong,” tutur Endah.

Ia melanjutkan melalui ajang Food Expo 2022, BNI menyasar target market diluar ekosistem diaspora yakni masyarakat lokal Hong Kong untuk lebih mengenal rempah dan makanan khas Indonesia yang pastinya tidak kalah bagus dengan produk dari negara lain yang saat ini telah beredar di Hong Kong.

Rempah yang di boyong untuk mengisi Food Expo 2022 antara lain lada hitam, lada putih, kayu manis, cengkeh, kacang mede, kenari, kopi, mie godog instan dan banyak produk lainnya.

Baca Juga :   BNIDirect Catatkan Volume Transaksi Lebih dari Rp2.500 triliun 

Endah menambahkan langkah optimalisasi pasar Hong Kong sejalan dengan penugasan dari Kementerian BUMN yang memberikan mandat kepada BNI sebagai bank global asal Indonesia. Perseroan sendiri telah memiliki program andalan BNI Xpora yang telah berjalan cukup progresif sepanjang pertengahan tahun ini.

“Dengan BNI Xpora, kami terus mencari pelaku UMKM potensial yang dapat menembus pasar global khususnya di Hong Kong yang memiliki komunitas diaspora sekaligus memiliki peran sebagai hub berbagai macam produk makanan yang nantinya bisa dikirim ke banyak negara,” tutupnya.

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Ekonomika

Like It Kembali Hadir Dorong Generasi Muda Investasi Berkelanjutan

Published

on

By

Pboto Credit : Menteri Keuangan Sri Mulyani/Doc/ AFP PHOTO / PRAKASH SINGH

Telegraf – Pentingnya terus lakukan upaya peningkatan pendalaman dan inklusi pasar keuangan, serta literasi keuangan. Dalam hal ini, berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah untuk mendorong pendalaman pasar keuangan, antara lain melalui pengembangan instrumen keuangan yang inovatif, seperti instrumen keuangan ritel dan tematik, termasuk pengembangan instrumen keuangan hijau.

Hal itu di ungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam agenda Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like It) pada 12 Agustus 2022.

Lanjutnya pemerintah telah menerbitkan berbagai instrumen Sukuk Hijau, baik untuk pasar keuangan global maupun untuk investor ritel domestik. Penerbitan instrumen keuangan hijau ini telah mencetak berbagai capaian di tingkat global. Di samping itu, Pemerintah juga terus melakukan upaya pendalaman dan inklusi pasar keuangan bagi para investor individual di Indonesia, terutama investasi ritel dengan size kecil mulai satu juta rupiah, dengan berfokus pada segmen generasi milenial dan kelompok perempuan.

Dikesempatan yang sama Gubernur BI, Perry Warjiyo menyampaikan bahwa, “Like It merupakan wujud sinergi dan kolaborasi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan LPS dalam mendukung pembiayaan pembangunan melalui pasar keuangan.

”Kenaikan investor dari tahun ke tahun menunjukkan tren yang positif, di mana jumlah investor ritel pada Juni 2022 sebanyak 9,1 juta menunjukkan kenaikan luar biasa dari jumlah investor ritel sebanyak 2,5 juta pada akhir Desember 2019. Namun demikian, jumlah tersebut masih sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah investor di negara lain dan masih besarnya potensi pasar di Indonesia,” kata Perry.

Peran investor Perry menerangkan sangat dibutuhkan untuk pembiayaan pembangunan dan perlu dikembangkan dengan memperhatikan 3 aspek utama berinvestasi yaitu: (1) Menumbuhkan perilaku investasi untuk mendukung pembangunan sebagai bagian dari rasa cinta kepada Indonesia; (2) Memahami jenis instrumen dalam berinvestasi dengan risk and return yang diketahui, termasuk instrumen keuangan hijau; dan (3) Bijak berinvestasi, bijak dalam merencanakan keuangan dan bijak dalam perilaku dalam arti tidak berspekulasi. Ke depan, koordinasi yang erat antar keempat lembaga akan mengawal stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi secara berkelanjutan.

Baca Juga :   Like It Kembali Hadir Dorong Generasi Muda Investasi Berkelanjutan

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa dalam sambutannya menyampaikan bahwa LPS mengajak kembali seluruh pihak untuk memperkuat pondasi yang lebih seimbang antara literasi dan inklusi keuangan sehingga akan memberikan dasar pemahaman yang kuat bagi semua golongan masyarakat dalam membuat keputusan keuangan dengan bijak di skala individu maupun korporasi.

Literasi dan inklusi keuangan yang berimbang juga memberikan manfaat yang besar bagi sektor jasa keuangan. Diharapkan dengan semakin tinggi tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat, maka semakin banyak masyarakat yang akan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara tepat dengan tetap memperhatikan aspek pengelolaan risiko.
“Literasi keuangan adalah salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berinvestasi dengan lebih cerdas dan berkesinambungan,” kata Purbaya.

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Lainnya Dari Telegraf

close