Efisien Adalah Jurus Tetap Bertahan Dimasa Pandemi Dari Lean Enterprize IBIMA

"Konsep lean ini sangat bermanfaat sekali sebenarnya ketikakegiatan itu dalam situasi krisis wabah kegiatan usaha kita maupun juga dalamsituasi normal karena basis utamannya adalah dengan keterbatasan SDM kapital dan juga permodalan dan juga keterbatasan berbagai resorsis yang kita miliki kita bisa bentuk sebuah produk atau jasa dengan melakukan proses dengan metode maufaktur sehgga kita bisa membuat dengan kaidah kaidah dasar yang efisien yang produktif yang best operasional ekselent , untuk di terapkankepada SDM, sebenernya yang kita bangun adalah SDM, dimana pada saat sekarang dimana krisis berdampak pada manusia juga wabah juga berdampak pada manusia sudah saatnya manusia di berdayaka,"

Efisien Adalah Jurus Tetap Bertahan Dimasa Pandemi Dari Lean Enterprize IBIMA

Telegraf-Pandemi Covid-19 masih belum menujukan kesudahannya bahkan sedang memuncak, berbagai cara pemerintah mengeluarkan aturan untuk memutus matarantai penyebaran penularan, dukunganpun diberbagai kalangan dari komunitas hingga lembaga bahkan insutri. Seperti yang di berikan oleh Insan Bisnis dan Industri Manufaktur Indonesia (IBIMA), sebuah lembaga center dan korporasi di bidang konsultasi bisnis & industri untuk menyelamatkan serta mengakselerasi pemulihan pembangunan ekonomi yang sedang mengalami penurunan saat ini. Dengan grand Launcing lean Enterprize IBIMA.

Melalui Grand Launcing Lean Enterprize IBIMA yang memiliki tujuan untuk membantu para pelaku usaha dan industri baik besar hingga kecil seperti IKM bahkan UMKM dan juga koperasi hingga pelosok desa dengan mengunakan konsep Lean Enterprize untuk membangun sumber daya manusia (SDM) dengan efisien.

“Konsep lean ini sangat bermanfaat sekali sebenarnya ketika kegiatan itu dalam situasi krisis wabah kegiatan usaha kita maupun juga dalam situasi normal karena basis utamannya adalah dengan keterbatasan SDM kapital dan juga permodalan dan juga keterbatasan berbagai resorsis yang kita miliki kita bisa bentuk sebuah produk atau jasa dengan melakukan proses dengan metode maufaktur sehinga kita bisa membuat dengan kaidah kaidah dasar yang efisien yang produktif yang best operasional excelent , untuk di terapkankepada SDM, sebenernya yang kita bangun adalah SDM, dimana pada saat sekarang dimana krisis berdampak pada manusia juga wabah juga berdampak pada manusia sudah saatnya manusia di berdayakan,” ungkap I Made Dana Tangkas Founder dan CEO IBIMA di sela sela Grand Launcing lean Enterprize IBIMA di Jakarta, Senin (7/9).

Made mengungkapkan sebelumnya lean enterprize di Indonesia ini di kenal dengan nama lean Toyota di kembangkan lean manufakturing dan lean production dan juga lean industri. Pada Masa Pandemi saat ini SDMlah harus di berdayagunakan dengan memuliakan. “Kita bisa bentuk sebuah produk atau sebuah jasa dengan melakukan proses atau metode manufaktur sehingga kita bisa membuat dengan kaidah kaidah dasar yang efisien yang produktif yang best profesional excelent kita bisa lakukan kita terapkan di SDMnya jadi yang kita bangunadalah SDMnya sehingga dalam situasi seperti sekarang ini dimana krisis berdampak terhadap mausia dan wabah berdampak terhadap manusia sudah saatnya manusia ini di muliakan,” tuturnya.

Lanjutnya ada 4 manfaat penting dari Lean Enterprize IBIMA, antara lain IBIMA membantu recovery, sustainability & improvement bisnis & industri terdampak krisis melalui optimalisasi efisiensi operasional/ cost korporasi. Yang kedua IBIMA memiliki tiga DNA utama yaitu (i) Kompetensi/ Praktek Bisnis Industri melalui Lean Enterprise (ii) Budaya & Motivasi Bisnis melalui Transformasi Mindset, Character, Attitude (iii) Leadership (Sistem Industri & Kepemimpinan), yang ke tiga, IBIMA objectives: Building the Best Industry & Business Way to be the Best World Class Company (Lean Enterprise and Best Operational Exellence Company), serta saat inisaat krisis melanda.

Baca Juga :   Benarkah Adanya Skema Ponzi di Asuransi Jiwasraya

“IBIMA berperan membantu memulihkan perekonomian Indonesia yang terpuruk (yang mana hanya sustain 40%-50% industri baik dari IKM UKM, maupun industri hulu, antara & hilir), dan untuk mengangkat industri ini adalah melalui efisiensi/cost reduction/rasionalisasi dengan memerhatikan aspek demand/pasar dan daya beli masyarakat dan ini merupakan salah satu peran dan solusi dari IBIMA dalam menghidupkan kembali roda perekonomian bangsa melalui lean enterprise untuk Indonesia (membangun industri unggulan berbasis agro, maritim, IKM UKM Koperasi, teknologi, baterai, dll),” tutur made bersemangat.

Made menambahkan Program IBIMA telah terbukti berhasil dalam membangun/meningkatkan performansi bisnis & industri, sehingga bila diterapkan dalam konteks nasional akan mampu membawa perubahan makro yang signifikan terhadap kemajuan ekonomi dan sosial bangsa. Di Indonesia belum ada lembaga center yang berperan secara integratif dalam pembangunan bisnis dan industri menjadi aggregator serta think tank pembangunan bisnis dan industri nasional secara terpadu, dengan memberdayakan SDM profesional dari Indonesia sendiri.

Made menutup IBIMA sebagai Lean Enterprise Center (Gerakan Lean untuk Membangun Industri Nasional melalui Pengembangan Pilot Project Industri Unggulan & Sejahtera : Desa Inovasi Indonesia Sejahtera) dipelopori oleh Bpk Made Dana Tangkas sebagai Bapak Lean Indonesia dan disupport oleh Founder lainnya yakni Bpk Theodore Permadi Rachmat & Bpk Ary Ginanjar Agustian mampu berkolaborasi dengan pentahelix ABGCFM, untuk membantu recovery, sustainability dan pengembangan bisnis dan industri secara terpadu dan terintegrasi untuk bangsa yang berdikari dan sejahtera. (AK)


Photo Credit: I Made Dana Tangkas Founder dan CEO IBIMA di sela sela Grand Launcing lean Enterprize IBIMA, di Jakarta, Senin (7/9). TELEGRAF/Atti Kurnia

Atti K.