E2eCommerce Tampilkan Inovasi Teknologi Smart Retail dan Logistics

"Bayangkan apabila kita bisa mengetahui apa yang akan dibeli oleh konsumen, mengetahui pola pembelian mereka dan memprediksikan apa yang akan mereka beli di hari berikutnya,"

E2eCommerce Tampilkan Inovasi Teknologi Smart Retail dan Logistics


Telegraf, Jakarta – Seperti yang telah dilansir oleh Statista, pada 2017 lalu, total volume belanja online di Indonesia telah mencapai US$ 4,89 miliar dan terdapat permintaan yang meningkat untuk efisiensi logistik dan fasilitas pembayaran.

Hal ini akan menjadi pembeda antara perusahaan yang maju dengan yang lainnya. Perusahaan lokal yang dapat memenuhi kebutuhan pasar dengan solusi teknis dan sentuhan personal akan menjadi yang terdepan di pasar Indonesia.

Bertemakan ”Be DigitaI-Go Global“, edisi ke-3 dari e2eCommerce Indonesia ini menampilkan inovasi & teknologi untuk memperkuat kehadiran lokal dan membangun fondasi untuk ekspansi regional serta global. e2eCommerce Indonesia tahun ini memperkenalkan Smart Retail dan Smart Logistics sebagai bagian dari segmen pameran, area fokus ini muncul dari diskusi komunitas secara mendalam dan  profesional yang tertarik untuk menemukan wawasan baru mulai dari otomatisasi, teknologi manufaktur, pengembangan tenaga kerja, integrasi ritel/online, dan masih banyak lainnya.

Dikarenakan tantangan industri yang mendesak ini, e2eCommerce Indonesia 2018 memberikan solusi melalui konferensi dan pamerannya, dengan mengenalkan 2 segmen baru yang membahas tren pasar di sektor Smart Retail dan Smart Logistics saat ini. Para pelaku industri pun dapat memperoleh data, tren, strategi dan teknologi terbaru untuk memecahkan masalah yang muncul di sektor ritel dan logistik di Indonesia.

Adrian Sng, General Manager SingEx Exhibitions, menuturkan, e2eCommerce Indonesia diadakan demi percepatan pengembangan industri fulfilment regional dan lokal, serta memberikan arti bagi pertumbuhan bisnis ini bagi end-user dan komunitas di Indonesia.

eCommerce dan logistik bukan hanya mengenai akses & fasilitas mudah ke pasar, tetapi juga menyangkut mengadopsi perubahan teknologi disruptif dan juga tentang bagaimana praktek industri global dapat membantu menembus pasar lokal dan regional di Asia. Hal ini jelas tercermin melalui unsur-unsur yang dikurasi secara khusus dari program ini, termasuk pengenalan tren terkini dalam Smart Retail & Smart Logistics.

“Usaha bersama dari publik dan sektor swasta adalah bagian penting dalam menciptakan industri yang dinamis, berkembang, dan gesit. Pertumbuhan sektor ini di Indonesia telah menghasilkan tidak hanya manfaat ekonomi yang signifikan, tetapi juga meningkatkan kerumitan dalam pengiriman barang. Kami melihat ini sebagai peluang bagus untuk membuat segmen acara baru yang akan menyediakan platform khusus untuk ekosistem e-commerce,” tambah Adrian.

Baca Juga :   Varnish Software capai performa CDN video dekati 400Gbps

Echo Sembiring, Head of Modern Trade & eCommerce Makarizo, menuturkan, Indonesia adalah pasar yang dinamis, dikarenakan banyaknya informasi yang diperoleh melalui penetrasi internet. Teknologi smart store memungkinkan semua orang dapat memahami bagaimana pasar terlibat dengan produk sehingga dapat digunakan untuk memprediksi kebutuhan dan keinginan pasar. Selain itu pun dapat memantau bagaimana orang Indonesia berinteraksi dengan pilihan produknya berdasarkan pada masalah harga dan citra merek.

“Bayangkan apabila kita bisa mengetahui apa yang akan dibeli oleh konsumen, mengetahui pola pembelian mereka dan memprediksikan apa yang akan mereka beli di hari berikutnya,” tambah Echo.
Apalagi bisa melacak perjalanan pelanggan online yang mengarah ke pembelian, serta mampu memperoleh data untuk penelitian perilaku pembeli, yang mengarah ke layanan ritel on-point baik online maupun offline, e2eCommerce memainkan peran penting untuk mendapatkan tren dan teknologi terbaru terkait dengan teknologi smart retail untuk semua pemegang saham yang berpartisipasi di pasar lndonesia.
Pameran dan seminar ini didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Asosiasi Big Data Indonesia (ABDI), Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI), Asosiasi Pengusaha TlK Nasional (APTIKNAS), Asosiasi Logistik lndonesia (ALI), Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan lndonesia (HIPPINDO), Supplychain Indonesia (SCI), diikuti oleh 7 negara, lebih dari 50 pembicara ahli dari perusahaan di Indonesia dan dunia, menempatkan pameran e2eCommerce Indonesia sebagai salah satu acara wajib bagi industri ecommerce & ritel Tanah Air. (Red)

Photo Credit : Shutterstock

KBI Telegraf

close