e-toll Per 1 November di Berlakukan

"Kerjasama sudah berjalan dengan baik serta adanya gratis kartu pada tanggal 17 Agustus yang lalu dan untuk saat ini masih ada diskon hingga 50 persen, hingga 31 Oktober mendatang dan juga tarif-tarif khusus dari badan usaha-badan usaha tol untuk ruas tol tertentu. Dalam rangka menarik minat masyarakat dalam pembayaran non tunai sebagai bentuk pencerminan layanan masyarakat dengan mengedepankan konsumen”

e-toll Per 1 November di Berlakukan

Telegraf, Jakarta – Pengunaan uang elektronik (UE)/non tunai dalam pembayaran di seluruh ruas tol di indonesa akan di belakukan per tanggal 1 November mendatang, persiapan sudah di berlakukan mulai Mei lalu. Hingga per tanggal 20 Oktober lalu penetrasi non tunai sudah mencapai 88 persen.

Hingga akhir Oktober yang jatuh beberapa hari lagi diharapkan penerapan implementasi sudah mencapai 100 persen. Edukasi dan kampanye terus ditingkatkan oleh Bank Indonesia (BI), Badan Pengaturan Jalan Tol (BUJT) dan badan Usaha Jalan Toll (BUJT).

Hal itu di ungkapkan Direktur Departemen Pengawasan dan Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Pungky Purnomo Wibowo dalam pres konfrens di kantornya, jl MH Tamrin, Jakarta Pusat, Senin (23/10/17).

“Kerjasama sudah berjalan dengan baik serta adanya gratis kartu pada tanggal 17 Agustus yang lalu dan untuk saat ini masih ada diskon hingga 50 persen, hingga 31 Oktober mendatang dan juga tarif-tarif khusus dari badan usaha-badan usaha Toll untuk ruas tol tertentu. Dalam rangka menarik minat masyarakat dalam pembayaran non tunai sebagai bentuk pencerminan layanan masyarakat dengan mengedepankan konsumen,” ungkap Pungki.

Ditemui di tempat yang sama Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna mengatakan capaian elektronnifikasi di jalan tol hingga sat ini adalah 88 persen secara nasional per tanggal 20 Oktober lalu, dan posisi hari ini sudah besar lagi dimana jabodetabek 92 persen, non Jabodetabek 73 dan luar jawa 74 persen, secara peralatan dilapangan sudah mencapai 70 persen secara nasional, alatnya untuk non tunai sedangkan 30 persen adalah hibride yang mana penguna toll masih bisa membayar dengan bisa melayani tunai dan non tunai.

Baca Juga :   Dukung Pembayaran Nontunai, Bank Muamalat Luncurkan Fitur Debit Online Kartu Shar-E Muamalat

Hal serupa juga di ungkapkan Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Aryani untuk penetrasinya sudah mencapai 89 persen di tgl 20 oktober yang lalu sedikit diatas nasional dan sekarang ini mungkin sudah mencapai 90 persen. Desi berharap kepada masyarakan untuk merubah gaya dan siap dengan uang elektroniknya, demi kelancaran penguna jalan toll, dimana jika ada percakapan di pintu tol dalam waktu 1 detikpun mempengaruhi antrian di belakangnya.

“PT Jasa Marga sudah ada program alih profesi tentunya bayak sekali pos pos baru, untuk penempatan karyawan yang tadinya menjaga pintu tol, sudah memulai pelatihan pelatihan dan siap dialihkan. Sebetulnya dengan pengalihan tempat kerja ini jauh manusiawi, karena sekarang bekerja di ruangan ber Aie Condicioner (AC,” ungkap Desi. (Red)

Credit Photo : Atti Kurnia/telegraf.co.id


 

Atti Kurnia

close