Duterte Tunjukkan Pelanggaran HAM AS Kepada Obama

Duterte Tunjukkan Pelanggaran HAM AS Kepada Obama

Presiden Rodrigo Duterte saat mengadakan press conference di Davao City. | INQUIRER MINDANAO PHOTO

 

Telegraf, Laos – Presiden Filipina Rodrigo Duterte tidak menghentikan sifatnya yang keras dan serampangan di forum internasional, bahkan di hadapan para pemimpin negara. Di depan Presiden Barack Obama, dia memperlihatkan bahwa Amerika Serikat-lah yang banyak melanggar HAM, bukan dirinya.

Komentar keras disampaikan Duterte di hadapan para pemimpin pada KTT Asia Timur di Vientiane, Laos, Kamis (8/9). Dia menyanggah telah melanggar HAM dengan kampanye anti-narkotika di Filipina yang telah menewaskan 2.400 orang. PBB dan lembaga HAM menilai Duterte telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Menurut seorang diplomat Indonesia yang dikutip oleh AFP, dalam pidatonya selama lima menit di hadapan 18 pemimpin negara di KTT Asia Timur, termasuk Obama, Duterte memperlihatkan foto rakyat Filipina yang tewas dibunuh tentara AS dalam perang seabad yang lalu.

Diplomat Indonesia yang tidak disebut namanya itu mengatakan Duterte dalam pertemuan tertutup itu menegaskan, “saya beritahu kalian soal hak asasi.”

“Ini adalah nenek moyang saya yang dibunuhi, jadi mengapa sekarang kita bicara soal hak asasi? Kita harus bicara hak asasi dengan spektrum yang luas,” lanjut Duterte lagi.

Duterte berbicara setelah Obama menyampaikan pidato soal HAM. Sebelumnya, AS membatalkan pertemuan bilateral dengan Duterte setelah pemimpin Filipina itu menyebut Obama sebagai “putra pelacur.”

Beberapa delegasi kepada AFP mengatakan bahwa situasi pertemuan itu”hening dan terkejut” saat Duterte menyampaikan pidatonya.

Namun menurut diplomat lainnya, pidato itu menunjukkan “Duterte yang biasa.”

Dalam konferensi pers mengakhiri kunjungannya ke Laos, Obama mengaku tidak terkejut dengan pernyataan Duterte. Menurut dia, penghinaan Duterte terhadap dirinya adalah hal biasa saja, pasalnya kata-kata itu juga dilontarkan terhadap Paus Fransiskus dan yang lainnya.

“Saya tidak menanggapi komentar itu secara personal, karena itu cuma kata yang biasa dia gunakan termasuk terhadap Paus dan yang lainnya. Pilihan kata itu adalah kebiasaan, cara dia berbicara,” kata Obama. (Ist/den)

 

KBI Telegraf

close