Dosen Obama: Michelle “Harusnya Jadi Presiden”

“Saya tidak mengada-ngada, saya orang yang berterus terang. Jika saya memang tertarik, saya akan bilang itu.”

Dosen Obama: Michelle “Harusnya Jadi Presiden”


Telegraf, New York – Profesor hukum yang menjadi dosen Barack dan Michelle Obama di Harvard mengatakan Michelle “seharusnya jadi presiden”.

Charles Ogletree, pakar hukum konstitusi, adalah dosen Barack dan Michelle. Dia mengatakan Barack memang berbakat, tapi istrinya lebih dari itu.
Saat ditanya TMX tentang apa yang spesial dari Barack Obama muda, Ogletree bilang, “Kau tahu, harusnya istrinya yang jadi presiden.”
“Barack juga hebat, tapi Michelle lebih hebat. Dia bisa dengan mudah jadi presiden, tapi saya rasa dia tidak mau.”
Ogletree juga mengatakan Barack Obama punya kebiasaan “berbicara terlalu banyak”.
Profesor itu adalah mentor fakultas untuk Michelle Obama pada akhir 1980-an. Barack Obama masuk Harvard Law School pada 1988 dan menjadi presiden berkulit hitam pertama dari Harvard Law Review.
Sejak Donald Trump menjabat, ada sebagian orang yang ingin Michelle Obama ikut mencalonkan diri jadi presiden pada 2020.
Pekerjaannya sebagai Ibu Negara, yang meliputi kampanye secara luas, dianggap banyak orang menegaskan lagi posisi itu.
Pada November, tiga Political Action Groups (PACs) dibentuk untuk mempersiapkan penggalangan dana dan kampanye untuk Michelle Obama.
Namun ia berulang kali mengungkapkan dia lebih suka menghabiskan waktu bersama keluarga dan mengatakan sudah cukup lama berada di Gedung Putih.
“Saya pikir sebagian orang mengira itu serius, tapi sebagian orang berharap,” kata Michelle pada Oprah.
“Saya tidak mengada-ngada, saya orang yang berterus terang. Jika saya memang tertarik, saya akan bilang itu.”
Suaminya juga mendukung pernyataan Michelle, tahun lalu pada Rolling Stone ia berkata, “Michelle adalah orang yang berbakat.. Anda bisa lihat dia punya resonansi luar biasa dengan masyarakat Amerika. Tapi saya bercanda bahwa dia terlalu bijak untuk mau masuk politik.”
Michelle Obama telah mendorong anak-anak untuk belajar keras dan menjadi presiden masa depan. (Red)
Photo credit : Reuters
KBI Telegraf

close