Dorong Sektor Riil, Bank Mandiri Sosialisasikan KUR Produktif

"Seiring dengan keinginan kami melalui gerakan Indonesia Mandiri, Kami siap membantu pelaku UMKM untuk mengakses KUR sehingga mereka akan memiliki kemampuan finansial dalam mengembangkan usaha mereka,"

Dorong Sektor Riil, Bank Mandiri Sosialisasikan KUR Produktif


Telegraf, Manado – PT Bank Mandiri (Tbk) terus mendorong geliat sektor riil melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) produktif. Kali ini, perseroan terlibat dalam kegiatan Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental (PKNRM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah untuk mengenalkan manfaat program kredit murah berskema KUR kepada pelaku UMKM di Manado Sulawesi Utara.

Vice President Bank Mandiri Wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo, Frelly Jimmy Tommy Leong mengatakan pihaknya menyadari KUR merupakan jawaban atas permasalahan permodalan dalam pengembangan usaha karena menawarkan suku bunga yang sangat ringan yaitu 7 persen efektif per tahun.

“Seiring dengan keinginan kami melalui gerakan Indonesia Mandiri, Kami siap membantu pelaku UMKM untuk mengakses KUR sehingga mereka akan memiliki kemampuan finansial dalam mengembangkan usaha mereka,” ujar Tommy di Manado, Sabtu (27/10/18) lalu.

Dia mengatakan, hingga September 2018 pihaknya telah menyalurkan KUR sebesar Rp 69,83 miliar kepada 1.377 pelaku UMKM di Manado. Secara nasional, dalam sembilan bulan pertama 2018, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp 13,45 Triliun atau sebesar 76,6 persen dari target tahun 2018 sebesar Rp 17,56 triliun. Dana KUR disalurkan untuk 201.235 pelaku usaha dengan kualitas kredit yang terjaga dengan baik.

Adapun realisasi pada sektor produksi sebesar Rp 6,65 triliun atau 49,42 persen dari total penyaluran. Sektor pertanian menyumbang 18,63 persen, sektor perikanan 0,25 persen, sektor industri pengolahan 4,24 persen, dan sektor jasa produksi menyumbang sebesar 26,31 persen.

“Sejauh ini, kami on track dalam merealisasikan keinginan kami untuk meningkatkan porsi penyaluran ke sektor produksi menjadi 50 persen, dari tahun sebelumnya di kisaran 47 persen,” ucap Tommy.

Baca Juga :   Ini Kata Presiden FSPPB Terkait Penanganan Kebakaran Kilang Minyak Cilacap

Sementara Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Iskandar Simorangkir menyampaikan bahwa dengan adanya program KUR dapat mempermudah akses permodalan pelaku UMKM dan tepat sasaran.

“Selain itu, program KUR juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja,” ujar Iskandar.

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI juga mengadakan talkshow dengan tema “Kemandirian Ekonomi untuk Indonesia Maju” di mana debitur KUR Bank Mandiri menjadi salah satu narasumber. (Red)


Photo Credit : Naikkan BI Rate – Nasabah melakukan transaksi perbankan di konter cabang Bank Mandiri, Jakarta, Selasa (25/11). Keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga acuannya (BI Rate) sebesar 25 basis point (bps) atau menjadi 7,75%, dirasa tepat. FILE/Dok/Ist. Photo

 

KBI Telegraf

close