Dorong Kualitas Kopi Hingga Go Internasional Melalui Kopi Ber-SNI

“Saat ini jumlah industri penerap SNI Kopi Instan berjumlah 41 industri. Sementara jumlah penerap SNI Kopi bubuk berjumlah 4 industri, serta biji kopi 1 industri"

Dorong Kualitas Kopi Hingga Go Internasional Melalui Kopi Ber-SNI

Telegraf, Jakarta – Indonesia adalah negara ke 4 penghasil kopi setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia dengan melibatkan 1,7 juta petani Indonesia dan 97 persen di dalam produksinya masih dilakukan oleh para petani tersebut.

Mendorong hasil kopi indonesia memiliki jaminan mutu, efisiensi produksi dan daya saing Nasional bahkan Internasional sesuai amanah UU No 20 tahun 2012, Badan Standarisasi Nasional (BSN) terus mensosialisasikan Standarisasi Nasional Indonesia (SNI) terkait produksi kopi di Indonesia.

Kepala BSN, Bambang Prasetya menjelaskan hingga saat ini sudah menetapkan 6 SNI mengenai kopi di Indonesia diantaranya SNI 01-3542-2004 Kopi bubuk; SNI 2907:2008 Biji Kopi, SNI 7708:2011 Kopi gula krimer dalam kemasan, SNI 2983:2014 Kopi Instan, SNI 4314:2018 Minuman kopi dalam kemasan, serta SNI 8773:2019 Kopi Premiks. Lanjutnya dari keenam SNI tersebut satu diantaranya merupakan SNI wajib yakni SNI 2983:2014 Kopi Instan.

“Saat ini jumlah industri penerap SNI Kopi Instan berjumlah 41 industri. Sementara jumlah penerap SNI Kopi bubuk berjumlah 4 industri, serta biji kopi 1 industri,” ungkap Bambang usai membuka Festival Kopi Ber- SNI di Thamrin, Jakarta Minggu (8/3/).

Bambang menjelaskan dengan mengantongi SNI akan lebih mudah bersaing, apalagi saat ini yang sedang terjadi gejolak perekonomian bukan saja di dunia bahkan di dalam negeri yang sedangang menangani virus corona. Untuk menghindari gejolak ekonomi masyarakat harus bisa mandiri, karena dari kopi akan bisa menciptakan lapangan kerja yang cukuo banyak, dan ini akan selalu kita dorong, untuk menjadi kopi yang berkualitas. ” Itu banyak langkah untuk menghasilkan nilai tambah menjadi produk yang bisa Go Internasional,” tuturnya.

Dorong Kualitas Kopi Hingga Go Internasional Melalui Kopi Ber-SNI

Diungkapkan juga oleh Ketua Dewan Kopi Indonesia Anton Apriyantono terus mendorong kualitas kopi tidak hanya dari jenis kopinya tetapi bagaimana kopi itu di produksi secara konsisten dari hulu hingga hilir untuk menerapkan SNI.

Baca Juga :   Perlunya Mengenal Prosedur dan Kepabean Ekspor untuk Eksportir

“Sebetulnya konsen kami memproduksi secara konsisten karena kalau tidak konsisten mutunya akan bervariasi dan yang alhirnya akan di tolak di pasararan”, beber Anton.

Anton mengatakan di 5 hingga 10 tahun kedepan targetnya adalah, anggota angota yang tergabung dalam dewan kopi dengan bertahap akan memproduksi kopi yang ber SNI.

Bambang menambahkan syarat mutu kopi instan menurut Bambang dalam SNI diantaranya, bau normal, warna normal, kafein minimal 2,5% (kadar kafein kopi instan) dan maksimal 0,3% (kadar kafein kopi instan dekafein), total glukosa maksimal 2,46%, cemaran logam seperti timbal maksimal 2,0 mg/kg serta merkuri maksimal 0,03 mg/kg.

Lanjutny kopi instan yang dimaksud dalam SNI 2983:2014 adalah produk kopi berbentuk serbuk atau granula atau flake yang diperoleh dari proses pemisahan biji kopi tanpa dicampur dengan bahan lain, disangrai, digiling, diekstrak dengan air, dikeringkan dengan proses spray drying (dengan atau tanpa aglomerasi) atau freeze drying atau fluidize bed drying menjadi produk yang mudah larut dalam air. (AK)


Photo Credit : Kepala Badan Standarisasi Nasional Bambang Prasetya (menggunakan kaos merah) sebelum membuka Festival Kopi yang didahului olahraga di Jakarta Minggu (7/3). TELEGRAF

Tanggapi Artikel