Dorong Ekspor Produk Pertanian di Perbatasan, Kementan Temui Otoritas Karantina Sarawak

"Ada 2 hal penting yang kami bahas, yakni harmonisasi aturan untuk membuka akses pasar dan kerjasama joint inspection"

Dorong Ekspor Produk Pertanian di Perbatasan, Kementan Temui Otoritas Karantina Sarawak

Telegraf, Jakarta – Dalam rangka mendorong harmonisasi aturan ekspor produk pertanian di perbatasan Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) menyambangi Otoritas Karantina Sarawak untuk memastikan harmonisasi aturan perkarantinaan Indonesia – Sarawak.

“Ada 2 hal penting yang kami bahas, yakni harmonisasi aturan untuk membuka akses pasar dan kerjasama joint inspection,” kata Ali Jamil, Kepala Barantan saat lakukan audiensi ke Kantor Ibu Pejabat Pertanian di Kuching, Sarawak, Jumat (17/5) yang lalu.

Jamil menjelaskan dalam keterangan pers yang diterima telegraf.co.id, saat ini kendala eksportasi komoditas pertanian yang dihadapi antara lain mengenai aturan fumigasi bagi komoditas pertanian yang dilalulintaskan asal Indonesia, inspeksi bersama secara berkala atau joint inspections serta pembatasan komoditas pertanian yang dilalulintaskan kedua belah pihak.

“Pertemuan ini merupakan tindak lanjut usulan Nota Kesepahaman yang telah diusulkan pihak Karantina Pertanian Indonesia sejak 2 tahun lalu. Kita mitigasi permasalahannya dan rumuskan solusinya,” ujar Jamil.

Lanjut Jamil peluang pasar ekspor pertanian Indonesia ke Malaysia melalui pos lintas batas harus dimanfatkan sebaik-baiknya dengan meningkatkan daya saing komoditas pertanian Indonesia di pasar internasional. Salah satu hal penting dalam ekspor produk pertanian adalah perjanjian SPS atau langkah atau tindakan untuk melindungi manusia, hewan, dan tumbuhan dari penyakit, hama, atau kontaminan.

“Kerjasama Indonesia-Malaysia khususnya dibidang pertanian telah berlangsung dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Untuk itu kerjasama bilateral ini harus terus diperkuat,” kata Jamil.

Gasing Anak Nyalau selaku Plant Biosecurity and Quarantine Kuching Head Officer mengapresiasi kehadiran Kepala Barantan untuk memperkuat kerja sama di bidang karantina pertanian dalam rangka mendukung dan memfasilitasi perdagangan komoditas pertaninan antara dua negara.

Kegiatan ini merupakan momentum sangat penting karena bagian dari konsistensi kedua negara sebagai ajang penguatan kerjasama dalam mendorong kapasitas ekspor komoditas pertanian Indonesia ke negara Malaysia khususanya Sarawak dengan mengikuti aturan yang telah disepakati pada Nota Kesepahaman diantaranya menerapkan kesehatan hewan, tumbuhan dan keamanan pangan dalam mempromosikan produk pertanian, pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, dan harmonisasi aturan, serta rekomendasi berdasarkan perjanjian World Trade Organization (WTO) tentang Penerapan tindakan sanitary and phytosanitary (SPS). (Red)


Credit Photo : Ali Jamil PhD, Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian saat berada di Kantor Ibu Pejabat Pertanian di Kuching, Sarawak/Istimewa


Share



Komentar Anda