Dongkrak Perekonomian Nasional Melalui  Pertumbuhan Bisnis Syariah Jamsyar Gandeng Bank Sinarmas

"Berharap dapat saling melengkapi dan menciptakan solusi kreatif yang menjawab seluruh pemenuhan nilai-nilai kebutuhan masyarakat bagi negeri ini, khususnya bagi perekenomian nasional dan juga menjadi awal Kerjasama yang saling memberi nilai antara JamSyar dan Bank Sinarmas-UUS"

Dongkrak Perekonomian Nasional Melalui  Pertumbuhan Bisnis Syariah Jamsyar Gandeng Bank Sinarmas

Telegraf – Dalam rangka mendukung pertumbuhan bisnis syariah serta meningkatkan strategi layanan prima perbankan. Jamkrindo Syariah (Jamsyar) lakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Bank Sinarmas Tbk.

“Berharap dapat saling melengkapi dan menciptakan solusi kreatif yang menjawab seluruh pemenuhan nilai-nilai kebutuhan masyarakat bagi negeri ini, khususnya bagi perekenomian nasional dan juga menjadi awal Kerjasama yang saling memberi nilai antara JamSyar dan Bank Sinarmas-UUS,” ungkap Direktur Utama Jamsyar, Gatot Suprabowo dalam keterangan pers yang di terima redaksi, Selasa (17/11).

Gatot menyampaikan beberapa produk Penjaminan Jamsyar yang dapat mendukung peningkatan kinerja perbankan antara lain :
1. Penjaminan (Kafalah) Pembiayaan Multiguna/Konsumtif;
2. Penjaminan (Kafalah) Pembiayaan KPR Syariah;
3. Penjaminan (Kafalah) Pembiayaan Program Pemerintah;
4. Penjaminan (Kafalah) Pembiayaan Konstruksi dan Pengadaan Barang/Jasa;

5. Penjaminan (Kafalah) Pembiayaan Umum;
6. Penjaminan (Kafalah) Supply Chain Financing;
7. Penjaminan (Kafalah) Kontra Bank Garansi
8. Penjaminan (Kafalah) Pembiayaan Lainnya.

Walaupun realisasi penyaluran Pembiayaan Bank dimasa COVID-19 mengalami penurunan jamsyar terus lakukan dan mensuport program program yang dicanangkan pemerintah seperti penyaluran pembiayaan Modal Kerja  Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dijamin oleh Lembaga Penjamin. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kembali gairah Perbankan dalam penyaluran pembiayaan terutama untuk pelaku UMKM yang terdampak COVID.

Hadir dalam MOU tersebut  Direktur Utama Jamsyar, Gatot Suprabowo dan Direktur Utama Bank Sinarmas, Frenky Tirto Wijoyo.  Achmad Sonhadji Selaku Direktur Operasional Jamsyar, Direktur Sharia PT Bank Sinarmas Tbk, Halim dan   Bukhori Muslim serta Ahmadi Sukarno selaku Dewan Pengawas Syariah PT Bank Sinarmas, Tbk., serta para pejabat
dari kedua belah pihak.

Diketahui pertumbuhan asset Jamsyar di tiga tahun terakhir rata-rata mencapai angka 44,43 % per tahun. Posisi per 31 Oktober 2020 total asset Jamsyar adalah Rp. 1,4 triliun, sedangkan untuk pertumbuhan Imbal Jasa Kafalah rata-rata tiga tahun terakhir adalah
57,05%per tahun, sedangkan per 31 Oktober 2020 Imbal Jasa Kafalah (IJK) sebesar Rp. 382,42 milyar. IJK yang belum diakui sebagai pendapatan yang dicatat sebagai pendapatan ditangguhkan mencapai Rp. 633,65 milyar.

Selain pendapatan ditangguhkan tersebut Jamsyar juga telah memupuk cadangan klaim, dimana pada posisi per 31 Oktober 2020 sebesar Rp. 21,9 milyar. Hal tersebut ditujukan untuk menjaga suistainability korporasi. Nilai cadangan klaim tersebut ditetapkan melebihi dari ketentuan minimal yang diatur dalam POJK. Dengan demikian, persiapan Jamsyar dapat dikatakan sangat memadai untuk mengantisipasi risiko di masa depan dan menjaga pertumbuhan laba korporasi yang istimewa dan berkelanjutan. (AK)


Credit Photo : Direktur Utama Jamsyar, Gatot Suprabowo (berbatik kuning) lakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Bank Sinar Mas Tbk Selasa (17/11)/Doc/Ist


Atti K.