Donald Trump Resmi Dimakzulkan Karena Hal Ini

"Sidang pemakzulan oleh Senat berjalan selama 10 jam dan dihadiri 229 anggota dewan. Proses selanjutnya akan diserahkan ke Senat yang didominasi Partai Republikan. Senat membutuhkan dua pertiga suara untuk benar-benar melengserkan Trump dari kursi kekuasaan."

Donald Trump Resmi Dimakzulkan Karena Hal Ini

Telegraf, Washington – Dunia politik Amerika Serikat (AS) sedang menjadi sorotan. Terlebih lagi, pada Rabu (18/12/19), Presiden Donald Trump resmi dimakzulkan oleh DPR. Gugatan pemakzulan ini diajukan sejak September 2019 karena orang nomor satu di Negeri Paman Sam itu telah menyalahgunakan kekuasaannya. Akibatnya, mayoritas anggota DPR mengajukan mosi tidak percaya hingga Ketua DPR AS Nancy Pelosi memproses pemakzulannya.

Trump pun menjadi presiden AS ke-3 yang dimakzulkan DPR. Sebelumnya, sudah ada dua presiden yang juga dipaksa turun dari jabatannya dengan alasan yang berbeda.

Trump resmi dimakzulkan oleh DPR Amerika Serikat. Trump menjadi presiden ketiga yang dimakzulkan setelah Andrew Johnson pada 1868 dan Bill Clinton pada 1998.

Donald Trump terciduk telah meminta Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky agar menyelidiki Hunter Biden, putra Joe Biden, saingannya di Pemilu 2020 mendatang.

Akibatnya, salah satu orang terkaya di Amerika Serikat ini didakwa telah meminta campur tangan asing demi memuluskan kemenangannya pada Pemilu 2020 mendatang. Trump pun resmi dimakzulkan DPR pada 18 Desember 2019.

Keputusan pemakzulan Donald Trump memang sudah resmi di tingkat DPR. Namun, keputusan ini harus mendapat persetujuan dari Senat (MPR). Serupa dengan Andrew Johnson dan Bill Clinton, Trump juga masih punya harapan untuk mempertahankan kekuasaannya.

Pasalnya, berbeda dari DPR yang dikuasai kubu Demokrat, Senat dikuasai oleh Partai Republik, partai yang mendukung Trump. Jadi, ia masih bisa memimpin hingga masa jabatannya berakhir, asalkan Senat berpihak padanya.

Pemakzulan Trump oleh Senat dilakukan lewat voting dengan hasil 230 banding 197. Trump dimakzulkan dengan tuduhan obstruksi keadilan dan tuduhan penyalahgunaan wewenang. Tuduhan lainnya adalah bahwa ia merendahkan kewenangan Kongres.

Sebelum pemakzulan, DPR telah menggelar penyelidikan selama beberapa bulan. Penyelidikan bermula dari bocornya pembicaraan Trump dengan Presiden Ukraina Volodymye Zelensky. Dalam pembicaraan tersebut Trump meminta Zelensky untuk menyelidiki saingannya, Joe Biden. Ia juga menahan bantuan militer untuk Ukraina sebagai alat pertukaran informasi.

Sidang pemakzulan oleh Senat berjalan selama 10 jam dan dihadiri 229 anggota dewan. Proses selanjutnya akan diserahkan ke Senat yang didominasi Partai Republikan. Senat membutuhkan dua pertiga suara untuk benar-benar melengserkan Trump dari kursi kekuasaan.

Atas pemakzulan ini, Ketua DPR Nancy Pelosi menyebutnya sebagai hari yang menyedihkan untuk Amerika Serikat.

Bila resmi turun maka Trump akan digantikan oleh wakilnya, Mike Pence. (Red)


Photo Credit : Presiden Amerika Serikat Donald Trump. GETTY IMAGES/Scott Olson

Tanggapi Artikel