Ditengah Pandemi Aset BCA Syariah Semester Satu Tumbuh 21,05 Persen

Ditengah Pandemi Aset BCA Syariah Semester Satu Tumbuh 21,05 Persen

"Rata-rata pertumbuhan aset BCA Syariah selama tahun 2010-2019 (CAGR) sebesar 28,97% tumbuh di atas rata-rata tahunan Bank Umum Syariah yang tercatat sebesar 17,97%"

Ditengah Pandemi Aset BCA Syariah Semester Satu  Tumbuh 21,05 Persen


Dengan kondisi perekonomian yang sedang di terpa gejolak, ditambahlagi Pandemi Covid-19 BCA Syariah bukukan laba yang cukup mengembirakan dengan pertumbuhan aset sebesar 21,05% menjadi Rp8,5 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

“Rata-rata pertumbuhan aset BCA Syariah selama tahun 2010-2019 (CAGR) sebesar 28,97% tumbuh di atas rata-rata tahunan Bank Umum Syariah yang tercatat sebesar 17,97%,” ungkap Direktur BCA Syariah Pranata, dalam kegiatan Media Update: Pemaparan Kinerja BCA Syariah Semester 1 – 2020 yang dilaksanakan secara daring (tanpa tatap muka).

Pertumbuhan Aset BCA Syariah ditopang oleh peningkatan penyaluran pembiayaan di Juni 2020 yang mencapai Rp5,7 triliun atau meninggat 16,2% secara yoy. Komposisi pembiayaan didominasi penyaluran pembiayaan untuk segmen komersial sebesar Rp4,3 triliun dengan komposisi sebesar 76,4% diikuti oleh pembiayaan UMKM sebesar Rp1,2 triliun dengan komposisi 21,3% dari total pembiayaan.Kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan baik dengan Non Performing Financing (NPF) Gross di angka 0,69% dan NPF Net di angka 0,21%.

“Prinsip kehati-hatian yang senantiasa diterapkan BCA Syariah dalam penyaluran pembiayaan juga tercermin dari tingkat Loan at Risk (LaR) BCA Syariah yang berada pada posisi 6,73%, turun dibandingkan Juni 2019 yang tercatat 6,82%,” tutur Pranata

Pranata juga mengungkapkan profitabilitas perusahaan meningkat secara berkesinambungan dengan perolehan laba sebelum pajak di Juni 2020 sebesar Rp37,3 miliar meningkat 8,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp34,3 miliar. Sementara itu, laba setelah pajak tercatat sebesar Rp28 miliar. Sementara, di tengah likuiditas yang relatif ketat BCA Syariah mampu meningkatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 7,46% menjadi sebesar Rp6,0 triliun per Juni 2020.

Dalam kesempatn yang sama Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih mengatakan, di tengah kondisi yang penuh tantangan BCA Syariah terus berkomitmen dalam penyaluran pembiayaan untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi di Indonesia.

Baca Juga :   Zipmex Umumkan Investornya Setelah Mendapat Pendanaan 41 Juta Dolar AS

“Di tengah kondisi yang penuh tantangan ini, kami tetap berkomitmen untuk melakukan penyaluran pembiayaan dengan penuh kehati-hatian. Hal ini kami lakukan sebagai bentuk dukungan kami untuk percepatan pemulihan ekonomi di Tanah Air,” kata Jhon.

BCA Syariah terus meningkatkan fitur-fitur e-channel untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bertransaksi bagi para nasabah yang masuk pada new normal. Karena di masa pandemi ini, pengguna mobile banking BCA Syariah terus meningkat yaitu sebesar 46% menjadi sebanyak 36.700 ribu user dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 25.100 user. Sementara pengguna internet banking Klik BCA Syariah juga meningkat diangka 108% menjadi sebesar 5.800 user dibandingkan tahun lalu di kisaran 2.800 user.

Jhon menutup transaksi melalui e-channel mendominasi jumlah transaksi BCA Syariah selama kuartal kedua tahun 2020. Komposisi terbesar adalah transaksi melalui BCA Syariah mobile dan Klik BCA Syariah sebesar 52% disusul oleh transaksi ATM/EDC sebesar 45% dan sisanya melalui cabang sebesar 3%. (AK)


Photo Credit: Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih memegang kertas HFS. TELEGRAF

Atti K.

close