Ditanya, Penyelundup 1,6 Ton Sabu Marahi Kapolri

"Tan Yi mengaku tidak tahu kemana kapal itu akan menuju dan siapa yang akan dituju. Dia juga mengaku tidak tahu mengangkut sabu. Pokoknya banyak tidak tahunya."

Ditanya, Penyelundup 1,6 Ton Sabu Marahi Kapolri


Telegraf, Batam – Penangkapan kapal asing yang membawa narkoba jenis sabu di perairan perbatasan antara Singapura dan Indonesia, Jumat (23/02/2018) menjadi salah satu penangkapan besar terhadap kasus penyelundupan narkotik dan obat terlarang pekan ini.

Kesabaran Kapolri Jend. Polisi Tito Karnavian diuji. Saat mewancarai empat WNA Tiongkok tersangka kasus 1,6 ton sabu di Pelabuhan Sekupang, Batam, Jumat (23/02/2018), Tito malah mendapatkan dampratan kemarahan oleh salah satu tersangka.

Adalah Tan Yi (33) yang awalnya bicara di depan Tito. Lelaki yang mengenakan pakaian tahanan warna oranye itu banyak menjawab tidak tahu ke Tito dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Tan Yi menjawab dengan bahasa Mandarin dan diterjemahkan penerjema bernama Herlina.

“Asalnya dari China daratan. Desa San Pien,” kata Herlina.

Tan Yi mengaku tidak tahu kemana kapal itu akan menuju dan siapa yang akan dituju. Dia juga mengaku tidak tahu mengangkut sabu. Pokoknya banyak tidak tahunya.

 Lalu Tan Mai (69) tiba-tiba menawarkan diri berbicara sambil berdiri di hadapan Tito.

Tito pun mengizinkan Tan Mai bicara tapi tetap menyuruhnya duduk di siang yang panas itu.

Mai lalu tetap ngotot dan bersuara dengan nada tinggi dan mata melotot. Dia juga berbicara dengan bahasa Mandarin yang diterjemahkan.

“Dia menyampaikan bantulah dia mencari si pelakunya yaitu Lao. Lao itu yang menyuruh dia. Mereka kan nelayan, empat orang ini. Lao ini di Tiongkok. Jadi dia meminta untuk bisa mencari Lao supaya bisa diungkap kebenarannya,” terang Herlina. (Red)


Photo Credit : Tito Karnavian mewancarai empat WNA Tiongkok tersangka kasus 1,6 ton sabu di Pelabuhan Sekupang, Batam. | Farouk Arnaz

KBI Telegraf

close