Dispenser Dua Galon Menyumbang Revenue 30 Persen

Dispenser Dua Galon Menyumbang Revenue 30 Persen Sekaligus Penghargaan PERDl

"Teknologi inovasi dispenser duo galon dikembangkan oleh team insinyur Jepang bekerjasama dengan insinyur putra- putri anak bangsa Indonesia,

Dispenser Dua Galon Menyumbang Revenue 30 Persen Sekaligus Penghargaan PERDl


Telegraf, Jakarta – Inovasi menjadi suatu kewajiban bagi perusahaan untuk tetap bisa bertahan dalam kencah persaingan bisnis di era maju seperti sekarang ini, Sanken membaca peluang tersebut dengan membuat dispenser dua galon.

Dispenser dua galon di buat untuk memudahkan bagi pengguna terutama saat hendak mengganti galon yang telah habis airnya. Pengguna tidak perlu kerepotan mengangkat galon yang penuh dengan air. Hal itu diungkapkan oleh Teddy Tjan, Direktur Marketing Sanken di Jakarta.

“Teknologi inovasi dispenser duo galon dikembangkan oleh team insinyur Jepang bekerjasama dengan insinyur putra- putri anak bangsa Indonesia,” ujarnya.

Tedi juga mengatakan keunggulan dispenser duo galon ini adalah walaupun tidak ada aliran listrik air akan suport dan masih bisa digunakan, berbeda dengan dispenser yang hanya mengunakan satu galon yag berada di bawah. Dimana jika listrik padam maka dispenser tak akan bekerja mensupport air minum karena pompa kapiler mati tanpa adanya aliran listrik didalamnya.

Produk dua galon yang satu satunya di dunia dan hingga kini menyumbang revenue tertinggi dengan kontribusi sekitar 30 persen dari penjualan semua produk sanken.

“Dispenser Sanken Duo Galon ini produk dalam negeri lho dan satu-satunya di dunia. Kadar TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) sudah mencapai 70 persen,” ungkap Tedi.

Hal ini membuat Sanken di anugerahi Penghargaan Pertama di Indonesia (PERDI) untuk kategori Dispenser Dua Galon Pertama Di Indonesia, dan penghargaan ini membuat Sanken menjadi brand dua galon satu satunya yang ada di Indonesia, bahkan di dunia. (Red)


Photo Credit : Dispenser Dua Galon Menyumbang Ravenue 30 Persen Sekaligus Penghargaan PERDI. FILE/Dok/Ist. Photo

Atti K.

close