Dihantam Badai, Harga Minyak Mentah Turun

Dihantam Badai, Harga Minyak Mentah Turun

"Minyak mentah berjangka Brent untuk penyerahan Oktober, turun 4 sen menjadi US$ 45,05 per barel. Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober melemah 7 sen menjadi US$ 42,97 per barel."

Dihantam Badai, Harga Minyak Mentah Turun


Telegraf – Harga minyak mentah turun tipis pada akhir perdagangan Jumat (29/8/2020), karena Badai Laura melewati jantung industri minyak Amerika Serikat (AS) di Louisiana dan Texas tanpa menyebabkan kerusakan signifikan. Perusahaan migas juga memulai kembali operasinya.

Minyak mentah berjangka Brent untuk penyerahan Oktober, turun 4 sen menjadi US$ 45,05 per barel. Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober melemah 7 sen menjadi US$ 42,97 per barel.

Namun kedua acuan minyak itu mencatat kenaikan mingguan sekitar 1,5 persen, dengan WTI naik selama empat minggu berturut-turut. Harga patokan mencapai level tertinggi lima bulan selama seminggu karena produsen AS memangkas produksi minyak mentah menjelang Badai Laura ke level yang mendekati tingkat Badai Katrina pada 2005.

“Perdagangan minyak telah dicirikan oleh kemajuan kuat di awal pekan,” kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates.

Badai Laura melanda Louisiana pada Kamis pagi (27/08/2020) dengan kecepatan angin 150 mil (240 km) per jam. Badai tersebut menewaskan sedikitnya enam orang, merusak bangunan dan merobohkan pohon-pohon. Listrik terputus ke ratusan ribu orang di Louisiana dan Texas. Namun kilang-kilang terhindar dari banjir besar.

Penutupan produksi minyak mentah lepas pantai di Teluk Meksiko utara diatur tetap di 84,3 persen, atau 1,55 juta barel per hari (bph), kata pemerintah AS dalam sebuah laporan.

Shell mengatakan pihaknya mulai mengerahkan personel ke semua asetnya di Teluk Meksiko yang tidak terkena dampak badai, termasuk di Koridor Norphlet dan Mars.

Sementara sembilan kilang telah menutup kapasitas sekitar 2,9 juta barel per hari, atau 15 persen dari kapasitas pemrosesan AS, menjelang badai.

Valero Energy Corp memulai kembali penyulingannya 335.000 barel per hari di Port Arthur, Texas, pada Jumat (28/8/2020), sementara Exxon Mobil sedang mempersiapkan untuk memulai kembali kilang Beaumont, Texas, berkapasitas 370.000 barel per hari.

Namun, perbaikan pabrik Citgo Petroleum 418.000 barel per hari di Lake Charles, Louisiana, bisa memakan waktu empat hingga enam minggu, menurut Mizuho Securities. Perusahaan tidak segera membalas permintaan komentar.


Photo Credit: Eksplorasi sumber minyak mentah. REUTERS

 

Ishwari Kyandra

close