Diduga Terlibat Nepotisme Amnesti Pajak Presiden Argentina Kini Dalam Penyelidikan

Tanggal:



Telegraf, Argentina – Otoritas Argentina mulai menyelidiki kasus dugaan nepotisme yang dilakukan oleh Presiden Mauricio Macri setelah orang nomor satu di Argentina itu memperpanjang masa pengampunan pajak kepada ayahnya dan sejumlah keluarga pejabat lain yang menjadi kontroversi publik.

Selain Marci sejumlah pejabat negara seperti Kepala Staff Kepresidenan, Marcos Pena dan Menteri Keuangan, Alfonso Prat-Gay, juga turut terseret dalam kasus dugaan nepotisme dan menjadi terget penyelidikan jaksa.

Melansir dari AFP, kasus dugaan nepotisme ini mulai dibuka oleh jaksa usai seorang anggota parlemen sayap kiri menuding Macri menyalahgunakan kewenangannya dan melanggar aturan guna menguntungkan sejumlah pejabat lain.

Kontroversi ini bermula pada November lalu saat Argentina memodifikasi kebijakan pengampunan pajak bagi warga Argentina yang ingin merepatriasi asetnya di luar negeri dan belum sempat dideklarasikan.

Awalnya, Kongres telah menetapkan bahwa pejabat publik termasuk anggota keluarganya tidak diperkenankan mengikuti pengampunan pajak ini. Namun, keputusan baru yang ditandatangani Macri bersama Pena dan Prat-Gay memperbolehkan setiap keluarga pejabat publik mengikuti pengampunan pajak selama aset tersebut diperoleh sebelum sanak saudara mereka mengemban jabatan publik.

Tak setuju dengan pututsan Macri itu, pihak oposis pemerintah menuduh Macri mencoba untuk melindungi ayahnya yang merupakan pebisnis, Franco Macri, yang dikenal memiliki aset kekayaan yang tersimpan di luar negeri.

Nama Macri dan ayahnya juga tercantum dalam skandal Panama Papers beberapa waktu lalu yang menyingkap sejumlah transaksi asing yang dimiliki tokoh dunia dan tersimpan di Bahama guna menghindari pajak.

Memegang aset asing di luar negeri yang tidak dideklarasikan merupakan praktik yang lumrah di Argentina, sebuah negara yang memiliki catatan sejarah hiperinflasi dan krisis ekonomi lainnya.

Pemerintah Argentina kemudian mencoba menerapkan kebijakan pengampubnan pajak yang ditujukan guna membawa sejumlah aset dan uang milik warganya ke negara itu untuk mendongkrak investasi dan perekonomian.

Hingga saat ini, sejumlah warga Argentina secara bertahap telah mendeklarasikan uang mereka sebesar US$7 miliar dan aset mereka senilai US$20 miliar yang tersimpan di luar negeri kepada negara melalui kebijakan pengampunan pajak ini. (Red)

Photo credit : Reuters/Ivan Alvarado


 

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya
Telegraf

PLN Buka Program Tambah Daya, Bisa Lewat Aplikasi

Telegraf - PT PLN (Persero) mengajak masyarakat memanfaatkan program...

Membangun Generasi Emas Di Era Digital

Telegraf - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama...

Penyaluran Kredit Bank BTN di Wilayah Timur Indonesia Capai 171 Persen

Telegraf - Program Bank Tabungan Negara (BTN) Solusi yang...

Penanganan Covid-19 di Indonesia Dapatkan Apresiasi Dari PBB

Telegraf - Penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia mendapatkan apresiasi...