Didakwa Terlibat Korupsi, Netanyahu Tetap Akan Bertahan Pimpin Israel

“Warga Israel dan saya sendiri amat menghormati para pejabat terpilih terutama kepada perdana menteri. Namun penegakan hukum bukan pilihan. Ini bukan masalah kanan atau kiri. Ini bukan masalah politik,”

Didakwa Terlibat Korupsi, Netanyahu Tetap Akan Bertahan Pimpin Israel

Telegraf, Yerusalem – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Kamis (21/11/19) didakwa atas sejumlah pasal tindak pidana korupsi seperti suap, penipuan, hingga penyalahgunaan wewenang. Dakwaan ini merupakan yang pertama kalinya terhadap seorang PM Israel yang masih berkuasa dan Netanyahu menolak semua dakwaan itu dengan menyebut bahwa tuduhan itu sebagai upaya kudeta terhadapnya dan oleh karenanya ia akan tetap mempertahankan kekuasaannya.

Sebanyak tiga dakwaan korupsi terhadap Netanyahu dijatuhkan oleh Jaksa Agung Israel Avichai Mandelbit. Netanyahu, 70 tahun, yang merupakan PM terlama Israel, membantah seluruh tuduhan tersebut dan mengatakan gugatan itu bertujuan untuk menjatuhkan karir politiknya.

“Apa yang terjadi di sini adalah upaya melakukan kudeta terhadap perdana menteri,” kata Netanyahu. “Objek investigasi adalah untuk mengusir sayap kanan dari pemerintah,” imbuhnya.

Dalam pidato selama 15 menit, Netanyahu mencerca lawan-lawan politiknya dan lembaga-lembaga negara. Dia juga menuduh polisi dan pengadilan bersikap bias. Politisi veteran itu berpendapat bahwa sudah waktunya untuk penyelidikan dilakukan terhadap para penyelidik.

Netanyahu juga bersumpah melanjutkan kepemimpinannya sebagai perdana menteri meskipun ada akan diadili dan tekanan politik yang makin kuat. “Saya akan terus memimpin negara ini, sesuai dengan aturan hukum,” katanya.

Sementara itu lawan politiknya, Benny Gantz mengatakan dijatuhkannya dakwaan terhadap Netanyahu sebagai hari yang sangat menyedihkan bagi Israel karena untuk pertama kalinya seorang pemimpin dituntut, dan Gantz meminta Netanyahu untuk mundur dari posisinya dan fokus pada tuduhan terhadapnya. “Tidak ada kudeta di Israel, melainkan ada upaya untuk membarikade diri sendiri dalam kekuasaan,” kata Gantz.

Sementara Jaksa Agung Mandelblit mengatakan dilayangkannya dakwaan sebagai hari yang sulit dan menyedihkan bagi Israel karena adanya tuntutan hukum terhadap seorang pemimpin, tetapi ia menegaskan pula bahwa tidak ada warga negara yang berada di atas hukum.

Baca Juga :   Trump Keluhkan Sulitnya Bernegosiasi Dagang Dengan China

“Warga Israel dan saya sendiri amat menghormati para pejabat terpilih terutama kepada perdana menteri. Namun penegakan hukum bukan pilihan. Ini bukan masalah kanan atau kiri. Ini bukan masalah politik,” kata Mandelblit.

Tak Akan Menyerah

Dakwaan terhadap Netanyahu dilayangkan saat tengah terjadi perundingan alot tentang pembentukan pemerintah, setelah dua kali hasil pemilihan umum membuat sistem politik negara itu menemui kemandekan.

Terkait dakwaan, Netanyahu memang tidak diwajibkan secara hukum untuk lengser terkecuali ia dinyatakan bersalah dan proses banding berikutnya tak dikabulkan. Tetapi tekanan politik kemungkinan akan meningkat karena Netanyahu sekarang bisa meminta parlemen untuk memberinya kekebalan dari penuntutan.

Tuduhan terhadap Netanyahu berkisar dari menerima hadiah bernilai ribuan dollar hingga kesepakatan untuk mengubah skema peraturan yang menguntungkan kelompok media dengan imbalan liputan positif.

Menurut Hugh Lovatt, analis Israel-Palestina di Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri, mengatakan bahwa Netanyahu tidak akan menyerah dengan mudah atas desakan politik yang menderanya. “Saat ini Netanyahu akan berjuang untuk kehidupan politik dan pribadinya seperti yang telah dilakukan sebelumnya,” pungkas Lovatt. (Red)


Photo Credit : Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. AP PHOTO/UPI/Gali Tibbon

Tanggapi Artikel