Connect with us

Didaktika

PPDB SMA Online 2022 DKI Jakarta Telah Dibuka, Ini Cara Daftarnya

Published

on

PPD Online

Telegraf – Seiring dengan berakhirnya tahun ajaran 2021 maka akan dilaksanakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di seluruh Indonesia termasuk di DKI Jakarta.

Masa PPDB DKI Jakarta 2022 memasuki tahap prapendaftaran bagi calon peserta didik baru (CPDB) jenjang SMA dan SMK mulai 17 Mei 2022 pukul 08.00 hingga 14 Juni 2022 pukul 12.00. Setelah itu, CPDB bisa lanjut ke tahap pendaftaran PPDB SMA 2022 secara online.

Perlu diketahui, prapendaftaran adalah mekanisme PPDB DKI Jakarta jenjang SMP, SMA, dan SMK sebelum tahap pengajuan akun dan pendaftaran di jalur-jalur PPDB. CPBD PPDB SMP, SMA, dan SMK yang wajib prapendaftaran yaitu lulusan 2020 dan 2021, asal sekolah luar DKI, atau dari satuan pendidikan asing.

Setelah prapendaftaran, CPDB lanjut ke tahap pendaftaran. Mekanisme pendaftaran PPDB Jakarta 2022 online terdiri dari pengajuan akun, aktivasi akun, memilih sekolah dan peminatan sesuai jalur pilihan, dan memantau seleksi. Jika diterima di sekolah tujuan, pelamar wajib lapor diri.

Dikutip dari laman Sidanira Provinsi DKI Jakarta dan PPDB Jakarta 2022, berikut syarat dokumen dan tata cara prapendaftaran PPDB DKI 2022:

Cara Prapendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022

  1. Buka laman https://sidanira.jakarta.go.id/prapendaftaran
  2. Klik menu Registrasi
  3. Isi formulir secara online (daring)
  4. Cetak tanda bukti hasil verifikasi prapendaftaran
  5. Log in ke sistem Sidanira dengan buka laman https://sidanira.jakarta.go.id/prapendaftaran/login
  6. Unggah hasil pindai (scan) atau foto dokumen asli
  7. Pantau hasil verifikasi dokumen yang diunggah
  8. Cetak tanda bukti pengajuan prapendaftaran

Jika kamu adalah siswa lulusan 2022 dari sekolah di DKI Jakarta dan asal domisili DKI Jakarta dengan KK sejak 1 Juni 2021 atau lebih lama, kamu bisa langsung ke tahap pengajuan akun dan pendaftaran sesuai jalur pilihan sebagai berikut:

Cara Daftar PPDB SMA Online 2022 Jakarta

  1. Masuk tahap Pengajuan Akun mulai tanggal 30 Mei 2022 dengan buka laman https://ppdb.jakarta.go.id
  2. Klik tombol Pengajuan Akun sesuai jenjang (SMA)
  3. Isi formulir secara daring
  4. Cetak tanda bukti pengajuan akun yang berisi Nomor Peserta dan PIN/Token untuk Aktivasi
  5. Masuk tahap Aktivasi PIN/Token, kamu yang sudah telah memiliki PIN/Token dapat mengakses laman publik PPDB di https://ppdb.jakarta.go.id
  6. Klik tombol Aktivasi, lalu isi Nomor Peserta (dari sistem Sidanira) dan Token untuk PPDB SMA
  7. Ganti PIN/Token dengan password
  8. Setelah aktivasi PIN/Token, masuk ke tahap memilih sekolah tujuan di https://ppdb.jakarta.go.id
  9. Log in dengan isi Nomor Pescrta dan Password
  10. Pilih peminatan di sekolah tujuan
  11. Cetak tanda bukti pemilihan peminatan di sekolah tujuan.
  12. Masuk ke tahap memantau hasil seleksi di https://ppdb.jakarta.go.id
  13. Pilih jenjang dan jalur yang sesuai
  14. Klik menu seleksi lalu pilih peminatan di sekolah pilihan

Cara Lapor Diri di PPDB DKI 2022

Jika diterima di sekolah tujuan, siswa wajib lapor sesuai jadwal di laman https://ppdb.jakarta.go.id. Pantau jadwal terbaru di laman PPDB Jakarta, mengutip detikcom.

Perlu diingat, CPDB yang sudah lapor diri tidak bisa ikut PPDB jalur lain.

Sementara itu, jika tidak lapor diri, pendaftar dinyatakan mengundurkan diri dan tetap tidak bisa ikut PPDB jalur lain. Ketentuan ini juga berlaku bagi peserta yang sudah lapor diri namun mengundurkan diri. Kuota yang ditinggalkan dilimpahkan ke PPDB DKI Jakarta 2022 tahap selanjutnya.

Koes Anindya

Bagikan Artikel
Advertisement
Click to comment

Didaktika

Kemenlu Fasilitasi Pengembalian Aset Milik Sri Sultan HB II yang ada di Inggris

Published

on

By

Photo Credit: Menlu RI Retno Marsudi. FILE/Dok/Jay
Photo Credit: Menlu RI Retno Marsudi. FILE/Dok/Jay

Telegraf – Yayasan Kapuk Salamba Arga mengusulkan Keturunan atau Trah Sri Sultan HamengkuBuwono (HB) II sebagai Pahlawan Nasional. Dengan syarat artefak, manuskrip atau catatan kuno karya Sri Sultan HB II dikembalikan.

“Aset dan manuskrip tersebut tak hanya dimanfaatkan sebagai syarat utama pengusulan gelar Pahlawan Nasional, tapi juga dapat menjadi karya yang dapat dipelajari,” Fajar Bagoes Poetranto, Ketua Yayasan Vasiatti Socaning Lokika, di Jakarta Selasa (21/6). Yayasan yang menaungi Trah Sri Sultan HB II

Diketahui saat ini benda-benda atau artefak-artefak milik Sri Sultan HB II tersebut telah dirampas Gubernur Jenderal Inggris, Thomas Stamford Raffles, dalam Perang Sepehi atau Geger Sepehi pada 20 Juni 1812.

Ada 40 naskah atau manuskrip karya Sri Sultan HB II yang saat ini tersimpan di British Museum London, British Library London, serta Bodleian Library London.

Untuk mengembalikan benda benda tersebut Trah Sri Sultan HB II melakukan koordinasi dan pendekatan pada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) guna memfasilitasi pengembalian benda atau artefak bersejarah, terutama 40 manuskrip kuno karya Sri Sultan HB II.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Trah Sri Sultan HB II menyampaikan beberapa poin antara lain.

“Pertama, Trah Sri Sultan HB II mendorong Kementerian Luar Negeri untuk memfasilitasi upaya pengembalian aset, manuskrip dan benda bersejarah milik Sri Sultan HB II sesuai ketentuan yang berlaku,” tutur Fajar Bagoes Poetranto, Ketua Yayasan Vasiatti Socaning Lokika, di Jakarta Selasa (21/6).

Lanjut Fajar yang ke dua Trah Sri Sultan HB II ingin dalam proses pengembalian 40 manuskrip karya Sri Sultan HB II itu terjadi secara unilateral antara pihakTrah Sri Sultan HB II dengan Kerajaan Inggris.

Sementara itu yang ke tiga Trah Sri Sultan HB II siap menyediakan infrastruktur untuk menyimpan 40 manuskrip dan benda bersejarah milik Sri Sultan HB II jika dikembalikan oleh Kerajaan Inggris.

Seusai arahan dari Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, menyatakan bahwa Kemenlu akan fasilitasi upaya pengembalian aset dan benda bersejarah milik Sri Sultan HB II dimaksud sesuai ketentuan yang berlaku.

Hal tersebut merujuk pada cara yang sama dilakukan Kerajaan Inggris saat mengembalikan 75 naskah kuno kepada Keraton Yogyakarta pada Maret 2019 silam. Sayangnya, naskah yang dikembalikan tidak dalam bentuk aslinya tapi berupa lebih dari 30 ribu foto digital.

“Trah Sri Sultan HB II tidak mau aset dan 40 manuskrip karya Sri Sultan HB II dalam bentuk digital.” “Kami ingin artefak, terutama 40 manuskrip karya Sri Sultan HB II, dikembalikan Kerajaan Inggris dalam bentuk aslinya dan bukan digital,” tegas Fajar.

Koes Anindya

Bagikan Artikel
Continue Reading

Didaktika

Membangun Generasi Emas Di Era Digital

Published

on

Pesatnya pertumbuhan penggunaan internet di Indonesia tidak diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam menilai dan mengecek kebenaran sumber informasi media melalui teknologi digital. Kemampuan ini dikenal sebagai literasi media digital.

Telegraf – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali menyelenggarakan seminar online dengan tema yang diangkat Literasi Digital: “Membangun Generasi Emas Di Era Digital”.

Kegiatan ini turut mengundang beberapa narasumber, yaitu Rachel Maryam Sayidina Anggota Komisi I DPR RI, Semuel Abrijani Pangerapan Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI, serta Dudy Heryadi, selaku Dekan FISIP UPN Veteran Jakarta juga Rizky Emirdhani Utama, Founder Youth Power Indonesia yang dilakukan secara daring melalui zoom meeting.

Seminar online dengan tema yang diangkat Literasi Digital: “Membangun Generasi Emas Di Era Digital”.

Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Kementerian Kominfo terhadap peningkatan optimalisasi pelaku pengguna media sosial di Indonesia yang telah diikuti oleh berbagai komponen masyarakat. Seminar Literasi Digital ini memiliki beberapa tujuan di antaranya adalah mengedukasi masyarakat terkait kemampuan digital dalam bermedia sosial.

“Menghimbau agar para pengguna media sosial untuk meningkatkan kemampuan digital, hal positif serta produktifitas dalam bermedia sosial, dimana hal tersebut dapat ditempuh salah satunya dengan fokus mengikuti kegiatan webinar kali ini,” kata Rachel Maryam, Rabu (25/05/2022).

Sementara itu Semuel Abrijani Pangerapan mengajak untuk selalu tetap produktif di masa pandemik Covid-19 ini. Adapun Verdy Firmantoro juga menyampaikan terkait Kemampuan Digital yang Dicari Saat Ini.

Dudy Heryadi melalui paparannya menyampaikan mengenai manfaat yang didapatkan di era digital ini dimana dapat mempermudah aktivitas kehidupan manusia.

“Tetapi era digital ini juga mempunyai sisi positif dan negatif maka masyarakat dihimbau untuk bijak dalam menggunakan platform digital,” katanya.

Selain itu, Rizky Emirdhani Utama juga menyampaikan soal etika bermedia sosial serta berbagai studi kasus terkait kemampuan digital agar cerdas bermedia sosial tujuannya para peserta dapat lebih mahir dalam menggunakan media sosial di dunia maya.

Koes Anindya

Bagikan Artikel
Continue Reading

Didaktika

Tingkatkan Kemampuan Digital, Kominfo dan DPR RI Gelar Webinar

Published

on


Telegraf – Kementerian Komunikasi dan informatika (Kemenkominfo) bersama Dewan Perwakila Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar webinar dengan topik tentang Literasi Digital dengan tema “Kemampuan Digital yang Dicari Saat ini”, pada Selasa (24/05/2022), melalui zoom meeting.

Webinar tersebut, dihadiri oleh Rachel Maryam Sayidina (Anggota Komisi I DPR RI), Semuel Abrijani Pangerapan (Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo RI), dan Joddy Caprinata (Founder & COO of Bicara Project) dan Renny Yuliati (Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia).

Kendati demikian, webinar yang dinisiasi oleh Kominfo RI terhadap Program Literasi Digital, yang melibatkan masyarakat, dengan tujuan untuk memberikan dorongan kepada masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaattan internet sebagai sarana edukasi dan bisnis, memberdayakan masyarakat dapat memilah dan memilih informasi yang dianggap perlu dan bermanfaat,

Selain itu, memberikan informasi lengkap kepada masyarakat terkait dengan pembangunan infrastruktur TIK yang dilaksanakan oleh Pemerintah melalui Ditjen APTIKA, serta mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya. Seminar ini terdiri dari beberapa sesi, yaitu sesi pembukaan, pemaparan materi, sesi tanya jawab, dan sesi penutup.

 

Peluang di Era Digital

Renny Yuliati, sebagai narasumber pertama menjelaskan bahwa pandemi covid-19 memberikan efek domino di lini sektor apapun, baik kesehatan, sosial, ekonomi maupun keuangan pada tingkat nasional maupun global. Dalam hal ini, menurutnya, menjadi tantangan yakni penyediaan internet hanya digunakan untuk tujuan yang negatif.

Ia menambahkan, bahwa di era digital kita harus memiliki kemampuan dasar yang sangat diperlukan, yaitu kemampuan menggunakan perangkat untuk mengakses Internet, kemampuan menggunakan internet, kemampuan, mencari informasi, kemampuan mengolah dan membuat informasi, dan kemampuan memilih layanan yang dibutuhkan.

Kemudian, Joddy Caprinata menyampaikan bahwa ruang digital tidak tersentuh jangkauan luas, tidak terbatas ruang & waktu massal, mudah diterima & mudah dibagikan. beliau menyampaikan bahwa sebagai masyarakat harus meningkatkan digital skill dengan 3M yaitu mengetahui macam-macam produk digital, menguasai produk digital, dan memanfaatkan produk digital. Pemanfaatan produk digital yaitu dengan bisnis, koneksi dan juga branding.

Koes Anindya

Bagikan Artikel
Continue Reading

Didaktika

Indonesia Akan Menjadi Tuan Rumah Kongres IPA 2022

Published

on

By


Telegraf – DKI Jakarta sebagai salah satu UNESCO City of Literature dan termasuk ke dalam jaringan kota kreatif UNESCO pada akhir tahun 2021 lalu, Tahun ini Indonesia akan menjadi tuan rumah Kongres Asosiasi Penerbit Internasional ke-33 (IPA World Congress).

Kongres akan berlangsung pada 10-12 November tahun ini dan diharapkan bisa sebagai ajang memberikan semangat, bertukar ide dan membuka ruang kreatif paska pandemi yang terjadi di seluruh dunia. Selain hal terasebut Jakarta bisa menjadi sebuah hub bagi kegiatan literasi, budaya, dan seni di Indonesia khususnya dan Asia Tenggara pada umumnya.

Bertepatan dengan perayaan Hari Buku Nasional pada tanggal 17 Mei 2022, perwakilan IPA Executive Committee hadir di Jakarta untuk melakukan beberapa kegiatan terkait persiapan IPA World Congress 2022.

“Terpilihnya Jakarta sebagai tuan rumah Kongres Asosiasi Penerbit Internasional ke 33 (IPA World Congress) ini menunjukan tahap awal yang menentukan dalam perkembangan industri penerbitan dan perbukuan di Indonesia. Dengan adanya acara ini akan membuka banyak kerjasama yang harmonis para penerbit dan pelaku industri perbukuan bukan hanya di Indonesia tapi juga seluruh dunia,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Indonesia adalah negara yang memiliki industri penerbitan paling produktif di Asia Tenggara pada tahun 2019 dan sejak 10 tahun terakhir, Jakarta telah menjadi pusat literasi. Pada tahun 2020, Jakarta telah berkontribusi 25% koleksi digital nasional dan telah mendaftarkan sebanyak 14,906 ISBN.

Indonesia telah mendapatkan pengakuan internasional dalam bidang sastra dan industri penerbitan sekaligus juga menghasilkan pasar yang cukup berpotensi. Sejak menjadi tamu kehormatan dalam acara Frankfurt Book Fair tahun 2015 dan diikuti sebagai negara fokus di London Book Fair 2019, Indonesia telah menjejakkan kakinya lebih tinggi dalam kancah literasi dunia. Menjamurnya festival sastra nasional dan internasional menjadikan kegiatan penerbitan yang bertujuan untuk mempromosikan membaca, meningkatkan literasi, dan menciptakan peluang jaringan dalam industri kreatif termasuk ke dalam komitmen ini.

“Jakarta memiliki komitmen untuk menjadikan buku sebagai komponen penting dalam kehidupan masyarakat Jakarta. Hal ini juga tergambar dalam tema yang kami ambil di International Publishers Association Congress 2022. Reading Matters – Embracing The Future.” Ujar Laura Bangun Prinsloo, Chair Jakarta Book City.

Hadir dalam agenda tersebut perwakilan dari IPA Executive Committee, Karine Pansa yang juga merupakan Vice President IPA, didampingi oleh Secretary General IPA, José Borghino dan Director of Communication IPA, James Taylor.

 

Koes Anindya

Bagikan Artikel
Continue Reading

Didaktika

Gelorakan Rasa Nasionalisme di Hari Kebangkitan Nasional 2022

Published

on

By


Telegraf – Dalam rangkan menggelorakan kembali rasa nasionalime kepada masyarakat yang di nilai masih terpolarisai secara politik.  Panitia Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2022 yang terdiri dari berbagai kalangan akan memperingati Harkitnas di Kota Solo dengan mengusung tema “Semangat Kebangkitan Nasional” dengan tagline “Bangkit Indonesia!”

“Kami adakan acara di Solo, karena disanalah dimana berbagai organisasi pergerakan kemerdekaan bersatu dan mewujudkan tekadnya untuk Indonesia merdeka dengan membangun Tugu Lilin pada peringatan 25 tahun kebangkitan nasional pada tahun 1933 silam,” kata Sekretaris Panitia Jeff Sondakh.

Sementara itu Ketua Panitia Nirmala Firdaus mengungkapkan akibat dari polarisasi di masyarakat berbahaya terhadap kehidupan bangsa Indonesia kedepannya karena menciptakan iklim poltik identitas yang saling menjatuhkan satu sama lain dan saling curiga satu sama lain. Oleh karena itu, semangat kebangkitan nasional wajib digaungkan kembali dan perlunya persatuan bangsa tanpa membedakan agama, suku, ras, antar golongan serta mempererat kebersamaan untuk bangkit menyongsong masa depan yang lebih baik.

“Kondisi bangsa yang saat ini masih terpolarisasi secara politik menjadi alasan utama untuk mengobarkan kembali semangat kebangkitan nasional dan nasionalisme yang menyatukan bangsa ini menuju kemerdekaan. Semangat kebangkitan nasional mengajarkan kita untuk selalu optimis dalam menghadapi masa depan, merekatkan kembali persatuan dan kebersamaan untuk bangkit menyongsong masa depan yang lebih baik dalam menghadapi semua tantangan dan persoalan sebagai penerus ketangguhan bangsa ini,” tuturnya Minggu (15/5).

Sony Tulung salah satu presenter Indonesia megatakan agenda yang akan diadakan tidak lari dari makna yang sebenarnya bahwa Indonesia itu adalah satu dan karena acaranya adalah kebangkitan nasional, maka kita ingin membuat acara yang mencerminkan rohnya atau jiwanya bahwa Indonesia bisa bangkit dari keterpurukan.

“Kami ingin memunculkan kesadaran bahwa Indonesia harusnya satu. Jadi ingin membuat acara yang menggelorakan bahwa kita orang Indonesia dan bangga sebagai orang Indonesia. Bukan bangga dengan budaya yang lain. Itu yang akan kita kemas sedemikian rupa termasuk secara musikalitas,” kata Sony.

Koes Anindya

Bagikan Artikel
Continue Reading

Lainnya Dari Telegraf

close