Ditengah Kericuhan Narapidana Teroris, Ahok Aman Jalani Hukuman

“Mereka tidak kena dampak karena beda blok. Blok napi teroris di blok yang beda. Yang lain ada di belakang, samping. Jadi tidak dijadiin satu. Insyaallah aman,”

Ditengah Kericuhan Narapidana Teroris, Ahok Aman Jalani Hukuman

Telegraf, Depok – Krisis di Rutan Rutan Mako Brimob, Depok telah berakhir setelah 36 jam penyanderaan terjadi. Sebanyak 155 napi teroris kini tengah dalam proses pemindahan ke Nusakambangan dan sisanya diketahui aman.

“Napi 156 dan 1 tewas jadi 155. Sudah dipindah. Saat ini dalam perjalanan ke Nusa Kambangan. Dalam insiden ini tentunya ada perbuatan melawan hukum terkait hilangnya nyawa. Nanti tim akan konstruksikan pasalnya,” kata Karo Penmas Polri Brigjen M Iqbal di Direktorat Satwa, Depok, Kamis (10/05/18).

Untuk tahanan lain, Iqbal menambahkan, saat ini masih aman di dalam sel masing-masing, termasuk mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Mereka tidak kena dampak karena beda blok. Blok napi teroris di blok yang beda. Yang lain ada di belakang, samping. Jadi tidak dijadiin satu. Insyaallah aman,” tambahnya.

Sama halnya penjelasan dari Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto juga menyebutkan bahwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok masih berada di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. “(Ahok) masih di Rutan,”

Pria yang bernama Tionghoa: Zhōng Wànxué, kelahiran Manggar, Belitung Timur, 29 Juni 1966 itu adalah Gubernur DKI Jakarta yang menjabat sejak 19 November 2014 hingga 9 Mei 2017.

Dihukum dua tahun penjara, karena dinyatakan terbukti bersalah melakukan penodaan agama. Berkait pernyataan soal Surat Al-Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Sempat ditempatkan LP Cipinang. Kemudian dengan alasan keamanan, dipindahkan ke Mako Brimob dalam menjalani pidananya, pada 10 Mei 2017. Markas Komando Brimob, memiliki keamanan paramiliter, dengan tembok tinggi dan keamanan ketat.

Kepolisian tak memungkiri, teroris masih menyandera beberapa orang termasuk Ahok. Napi terorisme menguasai enam blok tahanan terletak di dalam tiga gedung. Satu rutan ada enam blok.

Baca Juga  Agus Maftuh Tegaskan Rilis Soal Penangkapan Rizieq Shihab Benar Darinya
Ahok dirutan Mako Brimob

“Ahok tidak berada di blok yang memicu awal terjadi kerusuhan kelompok narapidana kasus terorisme tersebut, tapi masih di lokasi rutan,” jelas Setyo.

Setyo menyatakan situasi di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua dalam kondisi aman dan terkendali, serta tim negosiator Polri masih mengupayakan negosiasi dengan para narapidana teroris.

Tim negosiator mengintensifkan komunikasi dengan kelompok penyandera agar menyerahkan diri termasuk senjata api yang dikuasai narapidana teroris itu.

Info terakhir, Setyo mengungkapkan tim negosiator membebaskan seorang polisi Brigadir Kepala (Bripka) Polisi Iwan Sarjana yang disandera kelompok narapidana bersenjata tersebut.

Tim negosiator membebaskan Bripka Iwan setelah mengirimkan makanan kepada narapidana teroris yang bersedia melepaskan Iwan.

Sebelumnya narapidana teroris menyandera enam anggota Brimob, lima diantaranya telah gugur.

Ada sekitar 30 sampai 40 orang yang pertama kali melakukan provokasi kericuhan dan membobol teralis besi tahanan di gedung C. Kelompok tersebut kemudian menguasai seluruh area Rutan Mako Brimob. (Red)


Photo Credit : Terpidana kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok melambaikan tangan saat tiba di rumah tahanan LP Cipinang, Jakarta, Selasa (9/5). Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memutuskan menjatuhi hukuman Ahok selama dua tahun penjara karena terbukti melanggar Pasal 156 KUHP tentang penodaan agama. Antara/Ubaidillah

Share



Komentar Anda