Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Demokrat Inginkan Trump di Vonis dan Dijatuhi Sanksi
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Internasional

Demokrat Inginkan Trump di Vonis dan Dijatuhi Sanksi

Edo W. Jumat, 12 Februari 2021 | 16:19 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Photo Credit: Pendukung Trump berpartisipasi dalam unjuk rasa 6 Januari 2021 di Washington. Ketika Kongres bersiap untuk menegaskan kemenangan Presiden terpilih Joe Biden, ribuan orang berkumpul untuk menunjukkan dukungan mereka kepada Presiden Donald Trump dan klaim penipuan pemilu yang tidak berdasar. Presiden berbicara dalam rapat umum di Ellipse, tepat di selatan Gedung Putih. AP Photo/John Minchillo
Photo Credit: Pendukung Trump berpartisipasi dalam unjuk rasa 6 Januari 2021 di Washington. Ketika Kongres bersiap untuk menegaskan kemenangan Presiden terpilih Joe Biden, ribuan orang berkumpul untuk menunjukkan dukungan mereka kepada Presiden Donald Trump dan klaim penipuan pemilu yang tidak berdasar. Presiden berbicara dalam rapat umum di Ellipse, tepat di selatan Gedung Putih. AP Photo/John Minchillo
Bagikan

Telegraf – Partai Demokrat menuntaskan presentasinya tentang kejahatan yang dilakukan oleh mantan presiden Amerika ke 45 Donald Trump terkait kerusuhan 6 Januari di Capitol, dan meminta kepada Senat agar memutuskan Trump bersalah atau peristiwa seperti itu bakal terulang lagi.

Di hari ketiga sidang pemakzulan, Kamis (11/02/2021) waktu setempat atau Jumat pagi WIB, tim pemakzulan menyampaikan argumen penutup kepada 100 senator bahwa Trump mendalangi kerusuhan di Gedung Capitol setelah menyampaikan bukti-bukti rekaman video dan suara dan cuitan Trump di Twitter.

Tim pemakzulan yang terdiri atas anggota DPR dari Partai Demokrat menggunakan kalimat dan pernyataan para perusuh itu sendiri bahwa mereka bergerak karena Trump.

Mereka juga menunjukkan kesaksian dari polisi, staf dan pejabat intelijen dan bahkan pemberitaan oleh media di luar negeri.

DPR memakzulkan Trump Januari lalu ketika ia masih menjabat, dan sidang di Senat ini untuk memutuskan apakah Trump bersalah atau tidak.

Pada Rabu, tim pemakzulan memperlihatkan video-video kerusuhan, termasuk beberapa yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Selain itu juga dijelaskan secara runut kronologi peristiwa yang memuncak pada kerusuhan di Gedung Capitol, siapa aktornya, dan siapa dalangnya.

Pada Kamis, mereka menunjukkan dampak buruk kerusuhan itu pada rakyat Amerika dan demokrasi, belum lagi kerugian properti yang terjadi. Selain itu juga ditunjukkan bagaimana Trump sedikit pun tidak menyesali perbuatannya.

“Pemakzulan, vonis bersalah, dan diskualifikasi dari pemilihan presiden berikutnya bukan soal masa lalu, tetapi soal masa depan,” kata anggota tim pemakzulan Ted Lieu.

“Ini untuk memastikan bahwa tidak ada pejabat negara, tidak ada presiden lagi yang akan melakukan hal seperti ini,” imbuhnya.

Anggota lainnya, Joe Neguse, mengatakan Trump bukan sekedar orang biasa yang membuat pidato kontroversial beberapa jam sebelum kerusuhan.

Ia seorang presiden ketika berbicara kepada pendukungnya yang bertekad melakukan kekerasan dan “ia kemudian menyalakan korek, menargetkan gedung ini, tempat kita berada sekarang,” kata Neguse.

Sementara itu David Cicilline menggunakan video dan dokumen pengadilan untuk menunjukkan kerugian yang ditimbulkan pada Kongres dan proses demokrasi Amerika.

Baca Juga :  AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat

Sejumlah perusuh mengakui dalam berita acara pemeriksaan bahwa mereka berencana membunuh Wakil Presiden Mike Pence dan Ketua DPR Nancy Pelosi, sementara yang lain mengatakan bahwa mereka berencana memojokkan para anggota Kongres di ruang bawah tanah lalu menyalakan gas.

Ketua tim pemakzulan, Jamie Raskin, menutup presentasi dengan permintaan agar Trump divonis bersalah oleh para senator.

“Jika Anda tidak melihat hal ini sebagai pidana berat, maka Anda menciptakan standar mengerikan tentang pelanggaran kepresidenan di Amerika Serikat,” kata Raskin.

Anggota DPR yang juga pakar hukum konstitusi itu menutup presentasi dengan mengutip Thomas Paine, orang yang menulis pamplet berjudul “Akal Sehat” menjelang kemerdekaan Amerika pada 1776.

“Jangan kita terjebak oleh teori-teori rumit para pengacara di sini. Gunakan akal sehat Anda atas apa yang baru saja menimpa negeri ini,” kata Raskin.

Jumat ini, giliran tim pengacara Trump untuk mengajukan pembelaan.


Photo Credit: Pendukung Trump berpartisipasi dalam unjuk rasa 6 Januari 2021 di Washington. Ketika Kongres bersiap untuk menegaskan kemenangan Presiden terpilih Joe Biden, ribuan orang berkumpul untuk menunjukkan dukungan mereka kepada Presiden Donald Trump dan klaim penipuan pemilu yang tidak berdasar. Presiden berbicara dalam rapat umum di Ellipse, tepat di selatan Gedung Putih. AP Photo/John Minchillo


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Bite Me Sweet
Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia
Waktu Baca 4 Menit
AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat
Waktu Baca 7 Menit
Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama
Waktu Baca 9 Menit
Fina Asriani
KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik
Waktu Baca 6 Menit
Meat & Livestock Australia (MLA), bersama pemerintah New South Wales (NSW) serta didukung Qantas Airways dan Ranch Market, menghadirkan Aussie Beef Fair: Discover the Finest Flavors of New South Wales, program promosi yang menampilkan produk unggulan NSW, termasuk daging sapi premium Australia, yang berlangsung mulai 16 April hingga 15 Mei 2026 di 18 gerai Ranch Market Jakarta dan secara resmi dibuka melalui acara kick-off di Ranch Market Lotte Shopping Avenue, Jakarta (16/04).
Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney
Waktu Baca 6 Menit

SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan

Waktu Baca 5 Menit

5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000

Waktu Baca 4 Menit

Mentalitas Kepiting, Membongkar Tren Serangan Personal di Media Sosial

Waktu Baca 4 Menit

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Internasional

Trump Ancam Kanada Jika Terus Melakukan Hubungan Perdagangan Dengan China

Waktu Baca 5 Menit
Internasional

Indonesia dan Prancis Tegaskan Kerja Sama Dalam Pertemuan Paris

Waktu Baca 2 Menit
Internasional

Ancaman Trump Terhadap Greenland Bangkitkan Rasa Persatuan di Denmark

Waktu Baca 11 Menit
Internasional

AS Kirim Kapal Perang ke Iran, Trump: Mereka Kami Awasi Sangat Ketat

Waktu Baca 7 Menit
Internasional

JPMorgan dan CEO Jamie Dimon Kena Gugat Rp84 Triliun Oleh Presiden Trump

Waktu Baca 5 Menit
Internasional

Pidato Prabowo di WEF Davos, Tegakkan Konstitusi dan Supremasi Hukum

Waktu Baca 2 Menit
Internasional

Resmi Hengkang Dari WHO Amerika Serikat Tinggalkan Setumpuk Hutang

Waktu Baca 4 Menit
Internasional

Tandatangani Piagam Board of Peace, Prabowo Implementasikan Solusi Dua Negara

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?